Komentar : 

Apakah ini bisa dikatakan mencuri start untuk kampanye ?
Bagaimana komentar anda sekalian ?
-----------------------------------------------------------------------
9 Pesan Politik Gus Dur
Reporter: Nurul Hidayati

<Picture>detikcom, Jakarta-Deklarator Partai Kebangkitan Bangsa, Gus Dur, dijadwalkan 
akan menyampaikan 9 pesan politiknya pada pembukaan Mukernas PKB di Stadion Utama 
Senayan Jakarta, Minggu (18/04/1999). Acara itu diperkirakan akan diikuti oleh puluhan 
ribu kader dan simpatisan PKB se-Jabotabek. 

Sembilan pesan politik Gus Dur itu sendiri saat ini telah didokumendatasikan dalam 
bentuk kaset dengan durasi 60 menit. Judul kaset itu adalah "Sembilan Pesan Politik 
Gus Dur". Selain berisi pesan Gus Dur, juga terdapat himne dan mars "lagu wajib" PKB 
berjudul "PKB Membela Yang Benar". Cover kaset itu sendiri adalah gambar Gus Dur 
berkemeja hitam dan bendera PKB.

Kaset itu sendiri telah dibagikan pada wartawan pada acara Silaturrahmi Pengurus PKB 
dengan Redaksi Media Massa di Hotel Atrium Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/04/1999). 

Ke-9 pesan politik Gus Dur itu adalah pertama, pesan tentang UUD '45 dan Negara 
Kesatuan RI. Pesan kedua, bidang ekonomi. Pesan ketiga, penghasilan rakyat. Pesan 
keempat, pengawasan. Pesan kelima, hukum. Pesan keenam, dwi fungsi ABRi. Pesan 
ketujuh, kepemimpinan wanita. Pesan kedelapan, pendidikan. Pesan kesembilan, KKN. 

Pesan pertama adalah tentang UUD '45 dan Negara Kesatuan RI: 

".....karena itu kalau ada yang menginginkan supaya di masa mendatang selalu hukum 
nasional didasarkan pada agama atau sistem hukum tertentu, itu berarti mengkhianati 
garis perjuangan PKB, mengkhianati UUD 1945. 

Jadi dalam hal ini kita melihatnya sebagai hal yang penting. Yang harus diingat, 
pemilu adalah melaksanakan sebuah cara guna mewujudkan semuanya itu dalam kehidupan 
kita sehari-hari. Dalam Mukernas yang akan diselenggarakan, merupkan wahana bagi kita 
untuk menyelenggarakan sesuatu yang baru, terbuka, dan jujur, agar semua itu bisa 
terwujud dalam kenyataan. 

Dalam hal ini, PKB memberi perhatian khusus pada beberapa bidang. Kita sebagai kader 
PKB, teringat pada janji kita untuk memelihara kesatuan negara kita sebagai bangsa. 
Karena itu PKB tetap menginginkan sebagai organisasi yang ada di Indonesia, agar 
supaya Timor Timur ada di wilayah Negara Kesatuan RI. 

Tetapi, bagaimana pun juga, PKB adalah partai yang menjunjung tinggi demokrasi. 
Sehingga nanti kita tentukan apakah rakyat Timtim mengiginkan tetap berada di 
lingkungan RI atau tidak. Dan PKB akan menghormati keputusan mereka." 

Pesan kedua Gus Dur mengenai bidang ekonomi: 

"Bagaimana pun juga skala penanganan masalah di negeri kita tidak bisa dilepaskan dari 
keadaan perekonomian kita yang mengalami krisis. Krisis ini diperparah oleh adanya 
kekurangan pangan di dalam negeri dan kekurangan dana-dana untuk pembangunan 
perekonomian kita. Ini akan menjadi hal yang mendapat perhatian istemewa PKB di masa 
mendatang. 

Caranya, menurut saya adalah, kita kembalikan pada kaidah atau patokan utama dari 
ekonomi yang sukses. PKB menekankan prinsip-prinsip ekonomi yang lurus, yang benar. 
Prinsip itu adalah, pertama: usaha ekonomi harus diarahkan untuk menciptakan 
keuntungan. Bagaimana pun juga usaha ekonomi diukur dari keuntungan itu. 

Keuntungan itu juga bisa diperoleh lewat cara yang benar, yaitu efisiensi cara kerja 
kita. Yaitu menggunakan kemampuan kita melalui SDM yang baik. 

Kedua, pertanggungjawaban itu menuntut kita bersikap yang rasional, tidak bisa mimpi 
kita bawa-bawa dalam urusan ekonomi. Kalau bermimpi bisa memakmurkan rakyat, tanpa 
menggunakan prinsip-prinsip ekonomi yang sehat, itu salah sama sekali. Justru rakyat 
harus ditingkatkan kehidupannya lewat cara-cara yang baik. Ini yang terpenting. 

Sebab atas nama apa pun, ekonomi itu seperti kedokteran, tidak bisa hanya diandalkan 
melalui satu cara saja. Artinya, kalau di kedokteran Islam orang menyuntik dari kiri 
atau kanan, itu jadi masalah. Dalam ekonomi juga demikian. Apakah ini sesuai dengan 
Islam atau tidak. Maka itu, ini harus diurus secara ekonomis. 

Islam merupakan patokan-patokan orientasi kita. Kita berorientasi untuk menciptakan 
keadilan sosial, menciptakan lapangan kerja, dst." 

Pesan ketiga tentang penghasilan rakyat: 

"Kalau PKB memerintah, maka PKB harus mampu meningkatkan penghasilan pribadi rakyat 
kita berlipat-lipat guna mencapai taraf dimana orang bisa hidup dari pensiun mereka. 
Ini yang terpenting. 

Dan ini berarti perubahan politik ekonomi yang luar biasa besarnya. Karena selama ini 
pemerintah kita selalu mengekang harga produk-produk harga pertanian secara tepat 
sehingga petani tidak memperoleh penghasilan tambahan dengan besar. Dari dulu harga 
beras tetap sekian-sekian saja. Hanya untuk kepentingan orang kota yang minoritas, 
tapi mayoritasnya tidak mengalami peningkatan pendapatan. 

Ini harus kita sudahi. Kita harus berani menerima kenyataan bahwa kalau perlu harga 
pertanian pun dinaikkan. Dilakukan cara-cara untuk meningkatkan perhasilan rakyat di 
kota supaya bisa membeli harga pertanian yang harganya meningkat itu. Sedangkan 
mayoritas pangsa petani akan mendapat penghasilan dari harga baru itu. 

Karenanya, kita harus terima kenyataan ini. Kita tidak akan mengkorbankan nasib 
mayoritas pangsa hanya untuk kepentingan minoritas bangsa di kota-kota. Siapa pun 
mereka. Dengan kata lain, PKB harus mengambil keputusan-keputusan yang berat. 
Keputusan yang mungkin tidak diterima oleh penduduk kota, penduduk yang miskin, kaum 
buruh, pegawai pemerintahan." 

Pesan keempat, tentang pengawasan. 

"Pemerintah harus diawasi. Pemerintah yang tidak diawasi akan berlaku zalim. Kita 
harus membuat aturan main pengawasan itu. Karena pemerintah toh tidak bisa mengawasi 
dirinya sendiri." 

Pesan kelima, tentang hukum: 

"Kita telah tahu bahwa banyak pihak di negeri kita yang menyatakan hukum hampir-hampir 
tidak berlaku. Banyak orang mengabaikan hukum itu, termasuk aparat pemerintahan 
sendiri. PKB akan memberi perhatian lebih pada hukum. Pelaksanaan hukum secara lugas, 
apa adanya. 

Tanpa hukum yang jelas, yang terjadi adalah kekuasaan yang berimbang. Yang kuat yang 
akan menang. Itu tidak dikehendaki oleh PKB." 

Pesan keenam, mengenai dwi fungsi ABRI: 

"Timbul pertanyaan, apakah PKB akan menerima dwi fungsi ABRI? Apakah bukannya dwi 
fusngi ABRI sudah harus disudahi sekarang. Jawabnya sederhana saja. Anda kalau setuju 
dwi fungsi ABRI harus diakhiri hari ini, Anda telah membohongi rakyat. Sebab, hal itu 
tidak bisa dilakukan. Anda mendustai rakyat, sebab hal itu tak bisa dilakukan 
sekarang. 

Sekian banyak bupati, sekian banyak gubernur, sekian banyak direksi BUMN, sekian 
banyak dirjen, dsb, mereka semua itu bukti dari masih berlakunya konsep dwi fungsi 
ABRI secara salah. 

Dwi fungsi yang benar adalah ABRI harus menjaga keutuhan wilyah kita. Tapi ditambahi 
kita harus menerima kehadiran orang-orang ABRI yang sudah pensiun di dalam 
bidang-bidang itu. Itu akan kita sudahi. Tapi kita tidak boleh cengeng, menyudahinya 
hari ini. Itu tidak mungkin. 

Keinginan semacam ini kita batasi, bahwa secara berangsur-angsur, dalam waktu 5 tahun, 
harus sudah disudahi dwi fungsi ABRI. Dengan kata lain, kita akan memiliki 
pemerintahan yang bersih setelah 6 tahun mendatang. Kenapa 6 tahun? Itu adalah masa 
habisnya parlemen yang akan datang. 

Jadi, dalam satu periode masih bisa diterima dwi fungsi ABRI walau dengan catatan 
peran ABRI di bidang pemerintahan berangsur-angsur sudah dikurangi. 

Alhamdullilah, dapat saya katakan, PKB adalah satu-satunya organisasi yang dipandang 
jujur oleh ABRI dalam hal ini. Yang lain, menyatakan hari ini dwifungsi harus 
dihentikan. Semua orang tahu itu tidak mungkin. Hanya prinsipnya saja terlaksana, 
tanpa bisa diwujudkan dalam kenyataan. 

Pesan ketujuh, tentang kepemimpinan wanita: 

"Dewasa ini banyak pro-kontra mengenai pemimpin wanita. Karena memang dalam hukum 
Islam masih dipercayai adanya pembatasan pada kepemimpinan wanita. Wanita boleh 
menjadi menteri, boleh jadi apa saja, tapi jangan jadi hakim dan presiden. 

Perlu dinyatakan di sini, terlepas dari masalah presiden itu, PKB belum tentu 
mencalonkan presiden wanita. Tetapi yang jelas, PKB tunduk pada hukum negara kita. Dan 
hukum negera kita, yaitu kontitusi kita, Pancasila dan UUD '45 memberi hak pada wanita 
untuk menjadi apa pun di negeri ini. 

Yang jelas, Nabi Muhammad ketika mengadakan thowaf, beliau mengatakan, umat yang 
dipimpin wanita akan mengalami keadaan celaka atau kiamat. Hal itu diucapkan saat 
masyarakat Islam saat itu masih berada di bawah kondisi lokal yang sangat berbeda 
dengan situasi sekarang. 

Kala itu abad 7 M, masyarakat Arab masih terbagi dalam suku-suku yang saling 
berperang. Sehingga kepemimpinan harus dijadikan kepemimpinan perseorangan. 
Kepemimpinan perseorangan inilah yang menjadi pemimpin hanya lelaki saja, karena dia 
harus membagi air, menjaga keamanan, mengatur perdagangan, pertanian, dsb yang hanya 
bisa dilakukan oleh pria. 

Tapi sekarang kepemimpinan itu sudah dilembagakan. Kepemimpinan itu berarti sang 
pemimpin tidak bertindak sendiri, tetapi dia merupakan bagian dari lembaga. Tetapi PKB 
terikat pada keputusan ulama dan pemimpinnya yang terpilih nanti. 

Jadi tak usah heran kalau PKB pada akhirnya sendiri tidak megusulkan pemimpin wanita. 
Tapi hal itu juga terjadi di seluruh dunia. Di USA yang merdeka ratusan tahun lalu, 
belum pernah ada presiden wanita. Bahkan yang terjadi di Bangladesh yang ada 2 
pemimpin wanita, ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat Islam pun terjadi perubahan 
besar. 

Pesan kedelapan tentang pendidikan: 

"Pendidikan berarti kita melakukan konsolidasi terhadap SDM kita. Tanpa konsolidasi 
SDM yang baik, maka tidak akan ada artinya kita akan pembangunan segala bidang. 
Pembangunan bisa berjalan, bila ada manusia yang teriddik. 

Sehingga demikian PKB akan mengusahakan pendidikan dapat dinikmati oleh semua rakyat. 
Jangan seperti sekarang, pendidikan harus membayar. Kita membayar pada suatu waktu 
tertentu, setelah itu kita berikan pendidikan pada pemerintah. Itulah ciri negara yang 
benar. Jangan seperti sekarang. 

Pesan ke-9 KKN dan harapan Gus Dur: 

"Banyak orang menanyakan pada saya policy PKB dalam KKN arti sebenarnya maupun dalam 
arti guyonan, yaitu Kecil-Kecil tapi Nekad. Sebenarnya, KKN sudah menyelimuti 
kehidupan pemerintah dan bangsa kita. 

PKB akan mengadakan penyesaikan KKN dengan pendekatan hukum. Dan mencegah orang dengan 
kedudukan tertentu, modal tertentu, atau pun dengan kedekatan-kedekatan tertentu, 
dapat memanfaatkannya di luar ketentuan ekonomi yang sehat. 

Kalau seseorang mempunyai cara kerja yang efisien, tidak ada masalah untuk maju. Tapi 
jangan maju itu diperoleh dari modal jaman KKN dan menggunakan cara tidak benar. Jadi 
semuanya harus berkait dengan baik. 

Saya ingatkan, kewajiban kita untuk mempunyai harapan. Dalam Al Qur'an sudah 
ditetapkan "Janganlah kamu berputus harapan" atau jangan putus asa. Kita harus 
mempunyai harapan untuk memperbaiki kehidupan kita. 

Orang bertanya pada saya, mengapa saya membela PKB dengan gigih, bukankah NU mempunyai 
beberapa kelompok politik yang ikut pemilu. Jawabnya sederhana saja, karena saya yang 
mendirikan PKB bersama-sama Rois Aam KH Ilyas Ruchiat, KH Mustofa Bisri, KH Munasir 
Ali, saya sebagai Ketum PBNU, saya mendirikan PKB. 

Karena itu, PKB sebagai satu-satunya wadah bagi wagra NU yang didirikan oleh PBNU. 
Kalau ada orang lain yang mendirikan partai, itu boleh-boleh saja. Tapi tidak didukung 
PBNU, saya tidak dukung. Saya hanya mendukung PKB. 

Selain itu, saya membela yang benar. Sedang PKB adalah partai yang membela yang benar. 

Itulah pesan yang disampiakan Gus Dur. Uniknya, di sela-sela rekaman itu, tiba-tiba 
terdengar lengkingan suara ayam hutan. 

----------------------------------------------------------------
Get your free email from AltaVista at http://altavista.iname.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke