Komentar : Mungkin ini merupakan cambuk buat kita semua...yang katanya ingin reformasi dan Indonesia membaik...untuklebih waspada dan merapatkan barisan untuk tidak terpengaruh dengan ancaman luar....dari kegiatan-kegiatan provokasi seperti kampanye mahasiswa yang separatis untuk menggagalkan Pemilu yad. Semoga ini membuat semua kita...termasuk para politisi ....untuk memsukseskan Pemilu...kalau tidak berarti anda-anda adalah orang yang masih mendukung Soeharto.... Ambillah pelajaran baik dari ucapan Pak Harto ini untuk membuat kita lebih waspada....dan tingkatkan semangat persatuan, demi mencapai bangsa Indonesia yang demokrasi dan adil.... Sudahkah anda mendaftarkan diri untuk pemilih ? Jangan lupa ajaklah saudara, teman, tetangga dan kaum kerabat anda untuk mendaftarkan.... Sadarlah wahai insan Indonesia....nasib bangsa ini terletak ditangan anda.... SUKSESKAN PEMILU JUNI 99...... --------------------------------------------------------------------------------- Soeharto Ramal Pemilu Ditunda Reformasi Dianggapnya Tak Bervisi Jakarta, JP.- Mantan Presiden Soeharto ternyata lebih suka berbicara kepada pers asing. Kemarin, harian terkemuka Jepang Yomiuri Shimbun menurunkan tulisan hasil wawancara dua wartawan seniornya dengan Soeharto. Antara lain disebutkan bahwa Soeharto meramal pemilu bakal ditunda. Dalam wawancaranya dengan Yomiuri Shimbun Selasa pagi di rumahnya Jl Cendana, Soeharto banyak berbicara tentang kondisi politik mutakhir Indonesia. Ia mengungkapkan berbagai hal, mulai banyaknya kerusuhan, ketegangan antaretnis, sampai prediksi pelaksanaan pemilu yang rencananya dilangsungkan pada 7 Juni nanti itu. Ini yang pertama Soeharto berbicara panjang lebar mengenai pengunduran dirinya dan berbagai persoalan politik lain. Soeharto, antara lain, meramal bahwa pemerintah Habibie akan sulit menyelenggarakan pemilu yang jurdil dengan jumlah partai mencapai 48 buah. ��Mempersiapkan pemilu itu sulit. Para politisi harus bekerja secepatnya,�� kata Soeharto. Selain soal pemilu, Soeharto juga berbicara mengenai Xanana dan gerakan reformasi yang dianggapnya tidak mempunyai visi. Berikut versi tanya jawab dari berita di Yomiuri Shimbun yang berjudul Suharto says election may be pushed back (Soeharto mengatakan pemilu kemungkinan ditunda) dan Suharto denies advance knowledge of �65 coup attempt. (Soeharto membantah mengetahui rencana kudeta 1965): � Bagaimana Anda melihat situasi Indonesia sekarang dan pemilu nanti? Instabilitas politik berkelanjutan tak bisa dihindari. Pemilu yang dijadwalkan bakal dilangsungkan pada 7 Juni nanti sulit untuk diwujudkan. Dan, bisa jadi, pemilu akan mundur pelaksanaannya. Sekarang ini ada 48 partai (yang terdaftar). Ini tantangan. (Dengan kondisi seperti itu) akankah ada pemilu yang bebas dan adil? Mempersiapkan pemilu itu sulit. Dan, para politisi harus bekerja secepatnya. Dengan jumlah partai yang hanya tiga buah saja sulit menyelenggarakan pemilu yang jurdil. Saya ragu, pemilu akan jurdil dengan jumlah partai yang mencapai 48 buah ini. Ada beberapa politisi di beberapa daerah yang menggunakan kesempatan ini dan mereka mengipas-ngipasi terjadinya kerusuhan. Memang, menyelenggarakan pemilu merupakan salah satu fase reformasi politik. (Di sisi lain) situasi sekarang ini merupakan saat yang matang bagi kebangkitan komunisme di Indonesia. � Dewasa ini makin sering terjadi kerusuhan. Ketegangan antaretnis juga meningkat. Bagaimana Anda melihat situasi dalam negeri sekarang? Program-program reformasi kekurangan visi. Ini mengakibatkan rakyat tidak puas (dan akhirnya) menyebabkan ketegangan. � Bisakah dijelaskan mengapa Anda mengundurkan diri pada Mei tahun lalu? Saya mengundurkan diri karena saya lebih menempatkan kepentingan nasional. (Saat itu) saya masih mendapat dukungan militer. Bila saya menggunakan kekuatan ABRI, banyak rakyat jatuh (menjadi korban). Terutama para mahasiswa. Mereka adalah masa depan negara ini. Saya telah terpilih menjadi presiden untuk kali ketujuh � saya tak merasa kecewa karena semua (yang saya lakukan) adalah demi kepentingan bangsa dan negara. Rakyat meminta saya untuk berhenti. Jika hal tersebut demi bangsa dan negara, mengundurkan diri adalah sesuatu yang pantas untuk dilakukan. Tetapi, akibat dari hal tersebut sekarang bisa Anda lihat sendiri. � Ada yang mengatakan Anda jatuh karena dipicu oleh krisis ekonomi. Komentar Anda? IMF (International Monetary Fund) gagal menyadari bahwa masalah-masalah ekonomi Indonesia berbeda dengan negara lain (Thailand dan Malaysia) dan nasihat yang mereka berikan kepada kami membuat situasi menjadi bertambah buruk. Bukannya lebih baik. Membutuhkan waktu yang lama, penyembuhan krisis ekonomi Asia. ASEAN harus lebih memperhatikan pembangunan dengan visi jangka panjang. � Bagaimana Anda melihat pernyataan Xanana yang menantang ABRI untuk berperang? Pemerintah Indonesia, dalam upaya untuk menyelesaikan masalah ini, telah memberikan kesempatan kepada rakyat Timtim untuk memilih memisahkan diri atau otonomi luas. Pemerintah juga memberikan kesempatan kepada Xanana untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi, dia malah mengajak perang Indonesia. Ini malah menjadi akar permasalahan tersendiri. (Perlu diketahui) adalah kehendak rakyat Timtim untuk bergabung dengan Indonesia. Bukan sebaliknya. Pemerintah Indonesia tak kuasa menolak permintaan rakyat Timtim. � Baru-baru ini ada laporan bahwa perusahaan Jepang menyuap sejumlah pejabat Indonesia. Apa komentar Anda? Laporan-laporan atas hal tersebut tidak lagi terkait langsung dengan saya. Saya hanya membacanya dari surat kabar. (Terlepas) apakah laporan tersebut benar atau tidak, sebaiknya dilakukan pengecekan atas fakta-fakta yang ada. Instansi yang berwenang harus menindaklanjuti laporan ini. � Ada yang mengatakan Anda sebenarnya tahu akan ada G 30 S. Sebenarnya, apa yang terjadi? Itu tidak benar. Saya juga tidak mendapatkan kekuasaan dengan mempergunakan upaya kudeta tersebut. � Tetapi, Latief yang bekas kolonel mengaku dia melaporkan rencana ini kepada Anda. Benarkah? Saya memang bertemu dengan dia tiga hari sebelum 30 September 1965 di rumah saya. Dia mengundang saya untuk bergabung dalam latihan karate. Saya menolak. Dalam pertemuan di rumah saya tersebut, dia menyinggung soal isu Dewan Jenderal. Kami juga bertemu di rumah sakit di mana anak saya Tommy dirawat. Tetapi, kami tak bertegur sapa. Pada suatu pagi, saya dibangunkan oleh tetangga saya, namanya Hamid. Dia mengatakan kepada saya bahwa beberapa jenderal diculik. Beberapa tetangga juga memberikan kabar yang sama. (ilo) ---------------------------------------------------------------- Get your free email from AltaVista at http://altavista.iname.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
