Netters, Saya baru dengar Kamis petang, KPU memanfaatkan Siskohat (sistem komunikasi haji terpadu) untuk entry data hasil pemilu dan pengirimannya di Jakarta. Kabarnya, karena komputer Siskohat ada di 320 kabupaten di seluruh Indonesia. Pertanyaan saya, di titik mana saja masih bisa terjadi kecurangan? 1. Kalaupun sistemnya tertutup, mungkinkah dimasuki secara ilegal dengan akses langsung ke main servernya? 2. Di mana main server Siskohat? Ada yang tahu? Di Depag? 3. Setahu saya pemilu 1997 memakai main server Antara di Wisma Antara. Ada yang pernah dengar info ini? 4. Entry data di kabupaten-kabupaten di seluruh Indonesia juga salah satu titik lemah, saya kira. Bagaimana pengawasannya, bagaimana caranya tahu data yang di-entry sesuai dengan yang dibawa dari kecamatan-kecamatan. Ada yang menawarkan sistem yang lebih baik? Krn selain KPU, ada lembaga pembanding data KPU (konsorsium Jepang dan Australia) yang aksesnya sampai ke kecamatan. Cuma laporan reporter belum jelas ini, pakai jaringan apa, memangnya telepon sampai ke tiap kecamatan? Terima kasih bila ada yang mau membantu menjawab. Salam, MGH ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
