ass. wr. wb. duuuuh... pagi-pagi udah baca berita orang-orang takabur nih.. lha wong baru jadi calon dari masing-masing partai aja kok ya sudah pada berdebat seolah-olah sudah jadi calon presiden beneran. lha wong mimpin partainya saja belum jelas terbukti dapat mengajak rakyat dengan baik-baik dan ikhlas mendukungnya kok ya...? mendingan mbak mega yang undur duluan kali ya.... wong memang selama ini programnya atas dukungan kolega-koleganya. atau ngikutin aja atuh sama sri sultan, lha jelas-jelas visinya sudah dia utarakan ketika dilantik jadi gubernur diy, bahwa hidupnya ditujukan untuk pengabdian, kok diajak debat lagi. lha nanti kalau njawabnya cuma "mengabdi".... mengabdi.... dan mengabdi gitu disangkanya blo'on... ah repoot.. repot. apalagi sekarang kan beliau sultan.... masa rela rakyat yogya (misalnya) rajanya dibiliang.... (hehehehe) tahu nih hari ini lek oein uring-uringan sejak kemarin mbaca berita ngaco semua, dapet kiriman imil... ngaco kabeh (keduali dari ipb-staf, suara-kansai lho... sumpah)... sampai mblenger temenan aku. ada rencana (program) untuk memerintah negara kok ingin selalu menjegal saingannya. ada rencana kok tidak akan bersedia koalisi dengan pemerintahan partai pemenang pemilu. ada rencana kok mau jadi oposisi (lawan politik). ada program kok menunjukkan dendam kesumat, ingin menghukum seseorang.... lha terus nangsib daripada rakyat jelata seperti lek oein, mbah soeloyo, lek sastro-kadut, gus kemis dll itu mau di kemanakan? kok nggak ada ya partai atau tokoh partai atau yang ngebet jadi presiden terus berencana misalnya: "kalau saya dikehendaki dan diijinkan memimpin bangsa indonesia, maka akan dengan segala cara dan dukungan saudara-saudara semua, baik yang dukung saya atau yang anti saya, untuk mewujudkan indonesia seperti yang pernah dicita-citakan para founding-fathers".. misalnya. kan dulu dinyatakan bahwa kemerdekaan hanya menghantarkan kepada bangsa indonesia di pintu gerbang keemasan. yaaa.. nasib barangkali selama orba dan orla nggak berhasil masuk itu pintu gerbang.. sekarang malah keluar lagi... hehehehe... (ketawa ah biar nggak sumpek) nah selamat menikmati dan mrenguti sendiri-sendiri.. wassalam, drajad. --------------------------- Megawati Tak Ikut Debat, PDI Rugi BANDUNG - Acara menarik ''Debat Calon Presiden'' yang digelar Komite Penyelamat Suara Rakyat Keluarga Mahasiswa ITB yang mulai berlangsung kemarin di kampus ITB, jadi kurang lengkap tanpa kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ketidakhadiran Mega dinilai pengamat politik Dr Mochtar Pabottingi justru merugikan partainya. Sebab, selama ini banyak warga masyarakat meragukan kemampuan Megawati menjadi presiden. ''Dia kan selalu tampil didampingi orang lain. Sekarang perlu memperlihatkan konsep dan programnya dalam acara debat itu,'' katanya. Mochtar menuturkan kesan hadirin terhadap penampilan Mega di ITB berpengaruh positif terhadap pencalonannya sebagai presiden. Dia tak sependapat jika acara debat calon presiden dikatakan tidak sesuai dengan budaya ketimuran. Debat itu kemarin diikuti Amien Rais (Partai Amanat Nasional/PAN), Ahmad Sumargono (Partai Bulan Bintang/PBB), dan Didin Hafidhudin (Partai Keadilan/PK). Jumat ini debat akan dilanjutkan dengan menghadirkan Feisol Reza (Partai Rakyat Demokratik/PRD) dan Sri-Bintang Pamungkas (Partai Uni Demokrasi Indonesia/PUDI). Acara itu mendapat perhatian mahasiswa dan masyarakat. Malah menjelang sesi akhir, saat giliran Amien Rais tampil, massa kian meluber sehingga gedung Aula Barat ITB disesaki pengunjung yang tidak hanya dari Bandung, juga dari Jakarta dan kota-kota lain di luar Jawa Barat. KKN Terhapus Amien Rais, calon presiden dari PAN yang mendapat kesempatan tampil di hari pertama kemarin, mengaku tidak keder pada Megawati. Jika kalah dalam pemilu, Amien pun siap menjadi oposisi. Sebab di dalam demokrasi yang sehat, menjadi oposisi pun tak kalah terhormat dari orang yang memegang kekuasaan. ''Kalau saya jadi presiden, dua atau tiga tahun KKN akan hapus. Langkah saya mulai dari menangkap 'ikan paus'-nya dulu, yakni Soeharto. Ikan-ikan teri tak perlu diajukan ke pengadilan. Karena kalaupun mereka diseret, kita malah akan kekurangan hakim. Sebab selama 32 tahun rezim Soeharto berkuasa, terlalu banyak 'teri' korupsi,'' kata Ketua PAN. Salah satu calon presiden dari PBB, Ahmad Sumargono, menegaskan akan sepenuh hati menjegal pencalonan Megawati menjadi presiden. Namun jika Megawati terpilih, sebagai demokrat sejati dia akan mengakui kemenangan putri Bung Karno itu. ''Saya tak akan mau diajak koalisi atau bergabung dengan pemerintahannya. Saya akan memilih menjadi oposisi,'' ucap Ketua KISDI itu. Seperti Amien Rais dan Didin Hafidhudin, Ahmad Sumargono juga menjanjikan jika dipilih menjadi presiden akan menjadikan Indonesia sebuah negara yang bebas dari KKN ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
