Apa nich message-nya ?
Mungkin maksudnya ini nih :
Suku Wanita Kanibal Tangkap Pria untuk Memberi
Keturunan
JAYAPURA - Masyarakat yang bermukim di sekitar pedalaman Mambramo,
Irian Jaya, beberapa waktu lalu menemukan suku wanita, "suku bok'',
yang diduga masih primitif dan kanibal.
Dinamakan suku wanita, karena seluruhnya wanita
dan postur mereka tinggi besar serta tidak
menggunakan busana atau apa pun untuk menutupi
auratnya. Mereka biasanya hidup berpindah-pindah
dengan memakan hasil buruannya.
"Kepastian tentang keberadaan suku tersebut
diperoleh setelah salah seorang anggota
masyarakat, Emes Kogoya, memberitahukan ke saya
beberapa waktu lalu, bahkan bersedia untuk
mengantar ke lokasi suku tersebut,'' ungkap Dan
Yon 751 Letkol Inf Tedjo S, Selasa lalu.
Dikatakan, dari informasi yang diperoleh
terungkap, suku yang terdiri atas sekitar 20
orang itu biasanya hanya ditemani anjing dan
mereka melengkapi diri dengan jubi (tombak) dan
panah.
Wanita suku itu, ungkap Dan Yonif 751, diduga
masih kanibal, sehingga masyarakat di sekitarnya
belum ada yang berani melakukan kontak dengan
mereka. Untuk mempertahankan keturunan di suku
tersebut diduga diperoleh melalui laki-laki yang
ditangkap. Namun bila telah memberikan keturunan,
yang bersangkutan dibunuh.
Untuk mendekati suku wanita itu pun masyarakat
melakukannya dengan cara menyebarkan garam
sebagai bahan kontak. Namun bila mereka tahu
kalau ada yang mengikuti, para wanita dari suku
itu tidak akan mendekat dan mengambil garam.
"Guna mengelabui penciuman mereka, kita tidak
boleh mandi atau memakai harum-haruman. Sehingga,
bau badan kita menjadi sama dengan mereka,'' kata
Tedjo mengutip keterangan Emes Kogoya kepadanya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Tk I Irian Jaya
Drs Dorteis Asmuruf secara terpisah mengakui,
keberadaan suku wanita itu sudah menjadi bahan
pembicaraan sejak beberapa tahun yang lalu.
Bahkan, pihaknya sekitar tahun 1980-an pernah
mengirim tim ke daerah di sekitar Mambramo, namun
tidak berhasil menemukan mereka.
"Dengan adanya laporan tersebut, kami akan
mengirimkan tim untuk meneliti kembali
kebenarannya,'' tandasnya.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!