Salam kenal, Saya setuju sekali dengan pendapat anda. Selama bertahun-tahun bangsa kita tertidur oleh kata-kata manis para pemimpin kita yang menyembunyikan tindakan-tindakan KKN-nya. Selama ini bangsa kita mudah tertipu karena kita hanya melihat keatas (baca:posisi puncak) sehingga semua keputusan kita biarkan datang dari atas dan kita menurut saja sehingga rakyat tidak terbiasa berpikir kreatif dan bertindak mandiri. Tapi sekarang bukan saatnya lagi untuk "manut atasan", sekaranglah saat yang menentukan masa depan kita bangsa, baik bagi kita sendiri maupun wibawa kita dimata bangsa-bangsa lain. Untuk maju semua harus mulai dari bawah. Pohon yang kuat bukanlah pohon yang puncaknya kelihatan tinggi dan bagus tapi pohon yang akarnya kuat sehingga mampu bertahan dalam kondisi apapun. Untuk itu kita seharusnya jangan hanya mendebatkan siapa calon presiden yang terbaik karena tidak ada manusia yang sempurna. Setinggi-tingginya kualitas seorang calon presiden, pada akhirnya dia tidak dapat memimpin dan meneruskan pembangunan sendiri. Untuk itu dia butuh orang-orang disekelilingnya yang bisa mendukung, membantu dan yang paling penting menterjemahkan aspirasi rakyat secara benar, jujur dan terbuka. Jadi kita harus jeli jangan sampai seluruh perhatian kita tertuju pada pemilihan satu orang sehingga kita lupa siapa orang-orang disekelilingnya. Karena kualitas seorang pemimpin sangat terpengaruh oleh orang-orang disekelilingnya. Untuk mengawasi itu kita harus yakin bahwa wakil-wakil kita yang akan duduk di MPR/DPR benar-benar orang-orang yang bisa dipercaya dalam arti mementingkan kepentingan rakyat yang dia wakili dan bukan hanya Datang-Duduk-Dengar dan Setuju saja. Siapapun presiden yang akan datang, yang menentukan apakah keadaan akan lebih baik itu sebenarnya bukan hanya presiden baru melainkan sistem pemerintahan baru dalam arti pemerintahan yang bersih KKN dan transparan sehingga rakyat sendiri bisa melihat, menilai dan menyampaikan aspirasinya tanpa terhalang dinding birokrasi seperti yang selama ini kita alami. Dan saya setuju sekali bahwa yang kita butuhkan sekarang ini adalah sebuah VISI sebagai pegangan agar keadaan yang lebih baik bagi semua dapat tercapai. wenny ---------- From: White Crow Sent: Sunday, April 25, 1999 1:42 AM To: [EMAIL PROTECTED]; Kuli Tinta; Indonesia-L Subject: [Kuli Tinta] Propil Presiden or Wakil Rakyat Assalamu'alaikum, WW Debat terbuka calon Presiden..............acara ini sangat banyak menyita perhatian dari masyarakat, baik yang aktif berpolitik maupun awam. Segala macam ulasan, pembelaan, pelecehan, telahpun terpublish di mass media ataupun di jaringan Millis. Secara pribadi saya menyambut hangat upaya dialog ini, tapi saya tidak mengharap banyak dari dialog ini. Hasil akhir yang dapat dilihat hanya visi dan misi dari calon presiden...itu saja. Tapi sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi....yaitu : mengetahui visi dan misi atau propil dari calon wakil kita yang akan duduk di lembaga legislatif (MPR/DPR), karena mereka yang akan memilih dan mengawasi pemimpin bangsa ini. Kerusakan bangsa kita saat ini, bukan semata tertumpu pada Soeharto, tapi wakil-wakil rakyat yang duduk dimasa Soeharto (dan sekarang jadi orang yang paling "reformasi") memiliki andil yang sama besar dengan Soeharto. Mereka dipilih untuk mengangkat dan mengawasi Presiden. Jika Presiden membuat suatu kesalah dan tidak ada teguran dari wakil tsb, menunjukkan mereka setuju dengan kesalahan itu. Mereka hanya tukang koor "setuju". Beberapa selang waktu lalu, kita dikejutkan ketika Yorrys Raja pemuda pancasila dijadikan calon untuk duduk di legislatif dari Irian Jaya melalui PAN, walaupun akhirnya ditolak oleh DPP PAN......Sayang isu ini tidak lama, karena di telan oleh riuhnya debat calon Presiden. Tidakkah kita sadar, bahwa sekarang kita tidak mengenal dengan jelas, siapa yang dicalonkan untuk duduk di MPR/DPR dari Parpol yang kita pilih. Ini yang perlu kita cermati saat ini, berhubung pemilu semakin dekat. Yang kita perlukan adalah wakil-wakil rakyat yang memiliki wawasan dan misi yang memang inspirasi rakyat yang memilihnya. Dengan ini kita bisa menata kembali kehidupan di Indonesia. Terus terang, timbul kecemasan dalam diri saya, ditambah lagi hasil investigasi dari sahabat-sahabat yang tidak ingin melihat Indonesia Hancur, mereka menemukan dari 48 partai politik yang ada saat ini, 24 parpol positip di biayai oleh "Cendana Link". Untuk itu saya mengajak Saudara sekalian untuk mencermati wakil-wakil yang dicalonkan oleh parpol yang kita pilih. Insya Allah bangsa ini akan keluar dan selamat dari Kehancuran Wassalam, White Crow Dari Tempat Pembuangan _________________________________________________________________ Anda jangan terlepas berita hangat setiap hari di http://indomailling.virtualave.net ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
