Assalamu'alaikum Wr Wb
Bismillah

Ada info yang mungkin menarik untuk diketahui. Saya ambil dari milis
padhang-mbulan. Terserah pendapat masing-masing. Berita ini dari seorang
yang sedang membuat disertasi tentang Pak Harto. 

"Kalau mau dianggap fitnah ya ndak apa-apa. Versi-versi cerita tsb saya 
dapat dari berbagai sumber yang kevalidan perolehan datanya valid secara 
keilmuan, termasuk dari Pak harto sendiri. Dari pihak oposisi (termasuk 
Amien Rais) dari mahasiswa dll.

Saya sedang menulis karya ilmiah (disertasi Doktor) mengenai Pak Harto.
Dan nanti akan dibukukan"

Terimakasih atas perhatiannya.

 
Saya ada satu versi layak percaya mengenai persitiwa malam lengser itu
(20 Mei) yang jadi logis dengan alam pikir dan strategi Pak Harto. Pak
Harto ndak ada pilihan laen malem itu. Semua cara untuk terus berkuasa
habis-habisan sudah dia coba. Yang ada mentok tembok!! Mentok sudut. Tak
ada jalan lain. Tak ada pilihan lain. kalu dia ngakunya sih demi
menghindari pertumpahan darah (bole percaya bole tidak)

Jadi cerita resmi tentang Pak Harto di malam 21 Mei itu khan beliau
terima surat pengunduran 14 menteri truz langsung nyerah. lengser. gitu
toh. Ini ndak cocok dengan deskripsi penelitian saya mengenai karakter
politik (dan pribadi) Pak Harto. Ini bukan karakter Pak Harto. This is
not a Soeharto's way to behave in such situation.

Ini ada 1 versi: (tahu bener ndak, tapi kalau pake logika ilmiah ilmu
saya, ini yg paling pas).

SK Negara Dalam Keadaan Darurat (SOB) sudah ditandatangani malam itu.
Bersama SK itu, telah pula ditandatangani pergantian Pangab dari
Jenderal Wiranto kepada Jenderal Subagyo HS. Terhitung 22 Mei 1998.

Mandat atas pelaksanaan Negara Dalam Bahaya juga diberikan kepada Pangab
baru Jenderal Subagyo HS. Sekaligus untuk mengamankan segala kepentingan
nasional, kehormatan, kesatuan, dll (gampang khan cari alasannya kayak
ini). Mahasiswa akan dilindas paser. Habis, dihabisi. The Other Tien
Anmen

Yang dipanggil menghadap amlam itu konon ialah bertiga Wiranto, Subagyo
HS dan Prabowo. Soeharto ingin menunujkkan kepada Wiranto dan Prabowo
kemarahannya. Dengan mengundang mereka datang menyaksikan Soeharto
melimpahkan kewenangan pada Soebagyo HS. Bukan kepada salah satu dari
mereka berdua yang dianggap Soeharto telah berkhianat (dua-duanya).
Soeharto ingin tunjukkan kekuasaannya pada mereka berdua (Wir dan Bowo)

Tuhan masih melindungi Indonesia. Saat itu, di saat yang krusial itu,
Jenderal Soebagyo HS nangis tersedu-sedu. Sambil berlutut tangan
menyembah keatas. Memohon. Terisak. Dia tidak mampu melakukan itu. Dia
tidak mau/tidak mampu menjadi bemper berlumuran jutaan darah. Dia
menolak.

Jrenk.... Soeharto tak punya pilihan lain.. Habis powernya di ABRI-pun.
Sehingga ditengah api kemarahan yang membara itu ia mundur. Ndak ada 
jalan lain. Dengan mengancam pula.. "Kita lihat apa yang terjadi 
Indonesia tanpa Soeharto"..konon begitu ceritanya.

Boleh percaya boleh tidak. Saya percaya karena jadi klop dengan alur
penelitian saya mengenai karakter politik Soeharto yang sedang saya
selidiki secara akademik.
 
2. Apa yang saat ini Pak Harto lakukan untuk Pemilu kedepan ?

Gagalkan!!!
Dengan cara apapun.
Soalnya kalau new-government benar-benar terbentuk, tamat sudah bliow
dan keluarga. Habis rata dengan tanah. Ini tak boleh terjadi.

Kalaupun pemilu harus yakin bahwa Status Quo yang bakal menang.

3. Apa konsep Pak Harto untuk menangani kondisi Indonesia saat ini ?

Konsepnya devide et impera kelompok Reformasi.


Terima Kasih sebelumnya
Wass.wr.wb.
Machmud R.


=================================================================
David Muhammad

PT. Sony Electronics Indonesia
Production Control Department
 
Tel  : 62-021-8980062 (direct : 9-071-314)
                  262

Fax  : 62-021-8980460 (direct : 9-071-337)

E-mail address : [EMAIL PROTECTED] 

=================================================================  


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke