Betul... Nampak jelas disini ketakutan pendukung status quo besarnya kemungkinan hilangnya kekuasaan ditangannya terutama menghadapi Megawati atau Amien Rais yang jelas-jelas selalu unggul dalam berbagai polling yang ada. Fatwa-fatwa yang diambil dari kutipan-kutipan ayat suci yang sepenggal-sepenggal aja bukanlah barang haram bagi mereka - dan bukan kali ini saja cara-cara macam ini dilakukan oleh orde baru. Udah jamak... Padahal seingat saya Harmoko-lah yang paling getol menonjolkan Mbak Tutut saat menjelang pemilu yang lalu -saat Pak Harto masih berkuasa untuk posisi cawapres bahwa "jabatan penting suatu negara tidak harus dipegang oleh laki-laki" - meskipun akhirnya urung. -----Original Message----- |PEMIMPIN WANITA BOLEH JADI PRESIDEN | | JAKARTA (SiaR, 4/5/99) Hasil konggres umat Islam yang menyatakan |bahwa pemimpin tidak boleh wanita dibantah oleh Guru Besar Ilmu Hadist, |Universitas Al Azhar, Kairo Prof Dr Mahmoud Shafi'e Al-Hekam. Menurutnya, |jika akhlak dan kredibilitas seorang wanita di suatu negara diakui oleh |segala lapisan |masyarakat untuk duduk sebagai presiden maka tak ada alasan untuk |engharamkannya. | |Alasan strategis yang dikemukakan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung bahwa |alasan akan berkoalisinya Partai Persatuan Pemangunan (PPP), Partai |Kebangkitan Umat(PKU) dan Partai Nahdlatul Umat (PNU) karena sama-sama |menolak jika presiden Indonesia adalah seorang wanita. Menurut Akbar, |koalisi mereka memang untuk menghadang Megawati Soekarnoputri ke kursi |Presiden. | |Lewat KB Antara Kairo, Mahmoud Shafi'e Al-Hekam Senin (3/5) kemarin |memberikan bantahan pada argumentasi soal pemimpin wanita itu. Ia katakan, |"Kenapa tidak? Kalau memang dia mampu." | [Dihapus] ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
