Sebetulnya,  kalau Bank sekelas BRI,  tidak perlu memungut biaya antar
cabang sendiri,  kalaupun atas initiatif cari profit, saya rasa  Rp.2000 -
4000  sudah cukup, Karena pekerjaan tsb tidak banyak biaya, dan itu
seharusnya termasuk sebagai fasilitas nasabah yang ber Banking pada BRI
 keunggulan) ,  namun yg terjadi banyak pimpinan cabang yang mengatur
sendiri2 sehingga satu cabang dengan cabang lain tidak seragam peraturan
maupun tarifnya.
percayalah, saya mengatur banyak cabang Bank swasta, dan sayalah yang
menghitung keuntungan dari berbagai transaksi.

djoe.

-----Original Message-----
From: Edi Purwono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, May 06, 1999 6:57 PM
Subject: [Kuli Tinta] BRI


>BRI
>
>Sebuah bank, kenapa bikin kantor-kantor cabang dan capem yang banyak
>dimaksudkan agar para nasabah bisa enak melakukan transaksinya dengan
>bank yang bersangkutan.
>
>Tetapi .....
>
>Anda kebetulan anggota sebuah perkumpulan, yang mesti menyetor iuran
>senilai Rp 12.500,- ke sebuah rekening di bank BRI Cabang tertentu
>(Pahlawan Surabaya).
>
>Apa yang mesti Anda lakukan ?
>
>Saya pasti Anda akan setuju terhadap pilihan saya, pergi ke BRI
>terdekat (BRI Kaliasin, Surabaya). Kenapa saya milih di situ, karena
>selain dekat, juga gedungnya bagus. Surabaya yang akhir-akhir ini bukan
>main panas (karena semua pohon di bawah kabel PLN ditebang habis, besar
>atau kecil) pasti akan berubah enak ketika saya masuk di BRI Kaliasin
>tersebut.
>
>Betul. Kantornya bagus sekali. Cuma, aku bingung, di mana slip-slip
>yang harus saya isi lebih dulu sebelum berbaris antri di depan teller.
>
>Clingak-clinguk sebentar, saya pergi ke customer service. Masih setuju,
>kan ?
>Mbak-nya bilang, oh, itu harus TAC (transfer antar cabang?), dan nggak
>bayar kok, pak.
>
>nah, akhirnya saya pun antri. Siang itu, pas jam 12-an, pasti banyak
>mbak-mbak teller yang istirahat makan. Maka cuma ada dua loket yang
>buka. Tahu sendiri, antrian pun jadi panjang.
>
>Sampai di depan, saya kemukakan tujuan saya. Lalu mbak tersebut
>mengambil slip TAC tersebut, untuk saya isi di depan mbak tersebut.
>Antrian di belakang saya ngedumel, maka saya pun minggir, karena mesti
>menulis slip tadi.
>
>Mbak teller pun akhirnya melayani saya, dan memasukkan data-datanya ke
>komputer. nah, di sini soalnya...
>
>Pak, kata mbak teller, transfer 12.500 tidak bisa. Minim harus
>100-ribu. Harus transfer lebih banyak, atau pergi ke cabang Pahlawan.
>
>Saya sampai saat ini (mulai 25 tahun lalu) bekerja bikin program dan
>mendesain sistem komputerisasi. Mendengar itu, kira-kira seperti apa
>yang ada di dalam pikiran saya?
>
>Kuis buat Anda. Kira-kira apakah Anda punya perasaan yang sama dengan
>saya? Saya tak ingin menuliskan perasaan saya saat itu di sini, agar
>Anda tidak terpengaruh lalu ikutan berpendapat sama dengan saya. Saya
>hanya ingin menguji, apa pendapat umum terhadap kejadian seperti yang
>saya alami ini.
>
>Salam,
>
>Edi Purwono
>
>_________________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke