Skenario itu memang sudah diperkirakan sejak semula, bahkan bukan cuma PPP
yang mereka ajak berkoalisi tetapi juga beberapa partai gurem lain yang pada
dasarnya hanyalah outlet lain dari Golkar. Mereka memang cukup pintar,
menerapkan strategi dagang pada saat sulit, saya pikir Golkar menerapkan
gaya franchise agar lebih banyak kursi yang mereka bisa kumpulkan.
Selain itu kekuatan Golkar terutama didaerah-daerah memang masih sangat
besar (apalagi kalau kita bicara di luar Jawa), sehingga skenario seperti
itu boleh dibilang 75% bakal berhasil.
Komentar saya: Golkar benar-2 tidak punya hati, pada saat sulit seperti ini
sudah selayaknya mereka mundur selangkah agar ketegangan politik dinegeri
tercinta ini sedikit berkurang.
Sekarang terserah rakyat dari kendaraan yang bernama Republik Indonesia ini
apakah masih siap kendaraannya dikemudikan oleh seorang supir yang sudah
membuat kecelakaan sangat fatal sebelumnya...?
Regards,
CA>
----- Original Message -----
From: M Gunadi Henoch <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, May 11, 1999 8:01 PM
Subject: [Kuli Tinta] Skenario FKP kuasai MPR
> Apa tanggapan netters terhadap skenario FKP di SU MPR mendatang seperti
saya
> terjemahkan di bawah ini dari Business Times Singapore? Apakah perkiraan
> Marzuki itu masuk akal. Adakah konsekuensi politiknya krn seperti kita
tahu
> Marzuki bukanlah penyokong Habibie, mustahil ia mengajukan skenario
seperti
> tersebut di bawah ini tanpa memikirkan pilihannya sendiri, yakni Wiranto.
>
> Salam, MGH
>
> ==============
> Pemilu hanya akan perebutkan 462 dari 700 kursi MPR, yang setengahnya
> mungkin dikuasai unsur Golkar
>
> Laporan The Business Times
>
> JAKARTA, Mandiri
> Fraksi Karya Pembangunan MPR dalam upayanya menggolkan calon presiden
mereka
> pada Sidang Umum MPR mendatang akan menggandeng sejumlah fraksi, termasuk
> F-PP, sehingga tercapai mayoritas sederhana setengah lebih satu. Skenario
> F-KP itu disampaikan ketuanya Marzuki Darusman sebagaimana dirilis The
> Business Times Singapura, Selasa.
> Dari ketentuan 700 anggota MPR, setengah lebih satu berarti 351, kata
> Marzuki. Namun dari 700 itu, 200 di antaranya dipilih dan diusulkan
> DPRD-DPRD periode kini sebagai utusan daerah dan utusan golongan. Tersisa
> 500 kursi yang masih harus dikurangi 38 yang merupakan jatah Fraksi ABRI
> MPR. Dengan begitu praktis hanya 462 kursi yang akan diperebutkan dalam
> pemilu nanti.
> Dalam laporan yang disusun Yang Razali Kassim itu disebutkan, Golkar
> memprediksi perolehan suara pada pemilu mendatang sama seperti yang
diklaim
> parpol-parpol lainnya, sekitar 30% suara pemilih, yang berarti kurang
lebih
> sama dengan 150 kursi.
> Guna mendekati jumlah mayoritas sederhana setengah lebih satu atau 351
kursi
> sebagaimana diskenariokan Golkar maka F-KP merencanakan untuk memenangkan
> suara-suara dari utusan daerah dan utusan golongan. Tetapi, kata Marzuki,
> suara mereka ini akan lebih mudah digaet jika F-KP lebih dulu mampu
> menciptakan koalisi dengan F-ABRI, yang juga berarti bahwa jumlah suara
> total mereka kini 188.
> Dari 200 kursi utusan daerah dan utusan golongan, yang masing-masing
> berjumlah 135 (dari 27 propinsi dikali lima wakil masing-masing) dan 65
yang
> merupakan utusan golongan, Golkar hanya menargetkan 100 kursi saja, suatu
> jumlah yang menurut Marzuki sangat masuk akal untuk diraih Golkar karena
> mereka secara tradisional merupakan pendukung beringin. Dengan demikian
> jumlah kursi yang sudah diraih mencapai 288.
> Dari mana lagi sisa 63 kursi untuk mencapai mayoritas sederhana?
> Marzuki memasang ancang-ancang lebih tinggi lagi, yakni kira-kira 75 kursi
> lagi untuk mengamankan posisi sebagai mayoritas sederhana, dan itu masih
> bergantung pada hasil akhir pemilu nanti. Jadi bisa saja kebutuhan 75
kursi
> terakhir itu akan bertambah dan berkurang, bergantung pada perolehan hasil
> pemilu.
> Tetapi kurang lebih skenario tahap akhir itu begini menurut Marzuki: F-KP
> akan mencari koalisi dengan parpol yang memiliki 'kesamaan historis'
dengan
> Golkar. Secara mengejutkan Marzuki menyebut PPP sebagai partai yang
> potensial bisa diajak berkoalisi atas dasar 'historical affiliation'.
Tanpa
> mengelaborasi lebih jauh Marzuki yakin sekitar 50 kursi bisa didapatkannya
> dari hasil koalisi dengan PPP, sehingga Golkar hanya tinggal memikirkan 25
> kursi sisanya yang akan diharapkan dari 'partai-partai kecil yang
tercecer'.
> "Dengan skenario ini kita berangkat dari pijakan yang agak lumayan.
Sisanya
> hanya soal bagaimana memperkuat dasar yang sudah ada," kata Marzuki dengan
> penuh keyakinan.
> Perhitungan itu bukannya tanpa dasar. Business Times juga mengutip
pengamat
> politik Umar Juoro bahwa sejumlah partai Islam sudah menyatakan akan
> berkoalisi dengan PPP dan memiliki sinyal-sinyal akan mencalonkan Habibie
> pula. Partai lain yang diperkirakan meraih massa cukup besar, Partai
Daulat
> Rakyat, sudah menyatakan mencalonkan Habibie (di samping Adi Sasono)
sebagai
> 'pemimpin masa depan'. [888]
>
> ****************
> Take a look on my news website http://www.mandiri.com
> compare it to our competitor http://www.detik.com
> and send your comments to [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!