Akhirnya Do'a Kita Tercapai juga,
dengan bergabungnya tiga kekuatan ini,
mudah-mudahan dapat merubah wajah negeri ini yang
sudah penuh dengan warna hitam
Semoga Allah SWT melindungi mereka
--------------- :-)
detikcom, Jakarta - Komunike bersama PAN-PKB dan PDI Perjuangan untuk
menggalang kekuatan bersama melawan kekuatan status quo, disambut antusias
oleh masyarakat luas. Tiga kekuatan ini diharapkan menjadi tumpuan untuk
menggusur Golkar. Ada yang menyebut, ini bukti kekuatan Islam yang riil tak
mendukung Golkar.
Rianto Wirawan, simpatisan PAN melalui emailnya yang diterima detikcom,
Selasa (18/05/1999) menyatakan, komunike bersama yang disepakati oleh Gus
Dur, Amien Rais dan Megawati, melegakan hatinya. "Saya yakin bergabungnya
ketiga kekuatan itu akan berhasil mendobrak dan menghancurkan Golkar yang
sombong itu,"kata Rianto.
Rianto yang sarjana di bidang perbankan itu juga menyebutkan, komunike yang
diputuskan pada detik-detik terakhir menjelang masa kampanye dimulai,
sungguh merupakan langkah besar yang menghembuskan tiupan rasa sejuk dalam
perpolitikan nasional. "Rugi kalau jalan sendiri-sendiri,"kata Rianto.
Hal yang senada juga dilontarkan oleh M.Faisol. Kepada detikcom, bapak dua
orang anak itu mengatakan, bergabungnya tiga kekuatan besar, sekaligus
menunjukan bahwa Habibie tidak mendapat dukungan dari mayoritas umat Islam.
Feisol lantas menunjuk PKB, yang meski tetap mengibarkan wawasan
kebangsaan, namun didukung penuh oleh warga NU. "NU itu kan kekuatan Islam
terbesar di Indonesia,"katanya.
Sedangkan Amien Rais, menurut Feisol, meski secara resmi tidak didukung
Muhammadiyah, namun de facto, warga Muhammadiyah memberi dukungan kepada
partai yang dipimpin oleh Amien Rais. "NU dan Muhammadiyah adalah dua
kekuatan Islam terbesar di Indonesia,"kata Feisol. "Dan ikutnya Megawati,
menjadikan kekuatan kian besar dan memiliki taji yang kuat,"kata Feisol.
Bersatunya PAN, PKB dan PDI Perjuangan, ternyata mampu mengubah Feisol yang
semula memutuskan untuk Golput. "Tapi sekarang nggak lagi. Saya akan coblos
salah satu dari tiga kekuatan besar yang bersatu. Sayang satu suara saya
terbuang,"kata Feisol yang tinggal di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
"Saya berharap ketiga kekuatan terus menjaga kekompakan. Jangan sampai
kekuatan bersama itu pecah,"begitu harapan Ny.Martin yang dihubungi
detikcom melalui telepon. "Komunike bersama itu sungguh membuat hati saya
plong,"kata Ny.Martin, ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Kebon
Jeruk, Jakarta Barat. "Saya gemes melihat Golkar kayak raksasa mau menang
sendiri,"kata Ny.Martin.
Semua harapan masyarakat tersebut, dimata Sekjen PKB, Muhaimin Iskandar,
sungguh akan menjadi tantangan bagi PKB, PAN dan PDI Perjuangan untuk terus
bersatu, menjaga kekompakan dan bahu membahu melawan kekuatan status quo
yang terlihat nyata terus ingin mempertahankan kekuasaan hanya kepentingan
golongannya sendiri. "Dukungan luas dari masyarakat sungguh
menggembirakan,"kata Muhaimin kepada detikcom, Selasa (18/05/1999).
Komunike bersama PAN, PKB dan PDI Perjuangan, akhirnya diwujudkan pada
Selasa (18/05/1999) pukul 00.10 dini hari. Komunike bersama itu diumumkan
di rumah kediaman salah satu ketua DPP PKB, Alwi Shihab di Jl.Poso,
Ciganjur, Jakarta Selatan. Hadir dalam jumpa pers itu Gus Dur dan Amien
Rais. Sedangkan Megawati berhalangan hadir.
Komunike bersama itu lahir setelah sebelumnya, Gus Dur dan Amien, di rumah
Alwi Shihab, telah melakukan pertemuan pada Sabtu (15/05/1999) dini hari.
Dalam pertemuan itu sudah muncul kesepakatan bersama untuk melakukan
koalisi yang akan dituangkan dalam bentuk komunike bersama. Berikut naskah
lengkap komunike bersama itu:
1.Kami mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa proses reformasi
belum selesai. Kekuatan status quo yang tidak ingin melihat perubahan masih
ingin terus menghadang kekuatan kita. Kita tidak boleh membuang-buang waktu
lagi dan membiarkan kekuatan tersebut mengulur waktu bagi kepentingan
sempit partai dan golongannya. Karena itu kami menyatakan bersatu padu
dalam melanjutkan reformasi dan menghadang kekuatan anti-reformasi. Kami
juga mengajak segenap bangsa untuk bersama-sama meneruskan reformasi
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Seluruh komponen bangsa harus bersama-sama menciptakan Indonesia baru yang
demokratis, bertumpu pada kedaulatan rakyat, menjamin kebebasan politik,
mengutamakan kedaulatan hukum, dan menjamin setiap warga negaranya tanpa
diskriminasi.
2.Kami bertekad mewujudkan Pemilu dan sepenuhnya siap berperan dalam pemilu
yang demokratis jujur dan adil, dan tanpa kekerasan. Dengan cara inilah,
Pemilu tersebut akan menghasilkan pemerintahan yang legitimate dan
berwibawa, baik di mata rakyat maupun dalam pandangan masyarakat dunia.
Secara sportif, kami siap menerima hasil Pemilu yang demokratis.
3. Kamk menyadari bahwa Pemilu yang demikian merupakan tanggung jawab semua
partai dan pendukung reformasi. Karena itu kami menyerukan kepada semua
pihak untuk bersama-sama kami mewujudkan Pemilu yang damai, tertib, jujur,
adil dan tanpa kekerasan. Seruan ini kami tujukan kepada seluruh aktivis
partai dan pendukung kami, maupun jajaran birokrasi dan aparat keamanan di
semua tingkatan, serta kepada segenap bangsa Indonesia.
4.Kami berkeyakinan bahwa Pemilu 1999 akan dapat dijalankan dengan baik
sehingga pembentukan Pemerintahan yang legitimate melalui cara yang
demokratis itu dapat diwujudkan segera setelah hasil-hasil pemilu disahkan.
Maka kami mendesak agar peresmian anggota DPR MPR RI serta pemilihan
Presiden dan wakil presiden dilakukan tiga bulan setelah hasil akhir pemilu
ditetapkan. Kami siap sepenuhnya untuk mewujudkan hal ini.
5.Dengan memohon pertolongan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa, kami
berketetapan hati untuk menggalang dukungan segenap bangsa dalam
melanjutkan reformasi, melwan status quo, memenangkan pemilu dan membentuk
pemerintahan baru yang demokratis.
Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!