Beratnya jadi Ghalib.

Jangan dikira jadi Ghalib itu enak. Meski peran yang dibawakannya
sekarang ini adalah peran tanpa mutu babar blas, tetapi cukup repot
kalau seandainya aku sendiri yang berada di posisi itu.

Coba, belum tuntas memuaskan mahasiswa (sesuatu yang tak ingin
dilakukannya, namun toh tetap harus disandiwarakan sedemikian rupa)
sehingga kalau mau nampang di teve bisa bawa buku-buku tebal, sambil
bilang, penyelidikan pak-ndut masih terus dilakukan, sampai menjelang
SU MPR, ensopor...ensopor...

Maklum, tugas untuk memeras sampai keluar pengakuannya ndobosi negeri
ini untuk pak-ndut kan bagian dari amanat MPR hasil SI lalu.

Untuk tugas ini, entah itu memang dilaksanakan beneran atau sekedar
main sandiwara aja, pasti dengan asumsi, bahwa pak-ndut ini salah,
koruptor kakap, lalu dengan ganas mengungkit bukti-bukti. Mestinya,
dasar awalnya saja sudah tak menruh percaya kepada yang akan
diselikidinya tersebut. Contohnya kepada Arifin Panigoro, udah curiga
duluan, bahkan pakai tahanan kota segala.

Nah ini, entah katrena pak-ndut memang tak tahu diri, selalu nganggep
Ghalib ini kacungnya belaka, malah kasih tugas nguber Time, untuk
nuntut Time yang gegabah menggelar tudingan kalau pak-ndut sugihnya
bukan alang kepalang. Menurut pak-ndut, sebagai warganegara ia patut
memperoleh perlindungan hukum. Maka diutuslah Felix-the-cat-nan-lucu
untuk datang ke jagung-gendeng agar minta Time unjuk bukti atau minta
maaf.

Tugas yang datang dari pak-ndut ini tentu ada asumsi awalnya, dong.
Nah, asumsinya adalah 'bahwa pak-ndut tidak punya se-sen-pun'.

Sebenarnya, dengan ia menyetujui penugasan pak-ndut yang minta hak-nya
kepada jagung-sempel ini, maka secara eksplisit (apa implisit, ya, aku
kok sulit mbedaken) sudah menjawab tugasnya yang pertama tadi, yaitu ia
gagal membuktikan bahwa pak-ndut itu sugih, yang karena tak sugih maka
tentu tidak korupsi, atau kolusi (wong yang sugih dia melarat, kok,
kalau kolusi kan sama-sama sugih), dan apalagi nepotisme (wong pak-ndut
sama sekali ndak nepot, cuma peot).

Nah kalau sudah begini kan gantian kita yang main. Paling tidak
saudara-saudaraku para mahasiswa yang pernah mencatat rekor numbangken
godzila-mendem. Apa sulitnya untuk jungkirken jagung-dobol-owol-owol
model ghalib ini.

Mari kita mulai.

GIGIH
_____________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke