Mas Her...
Saya juga nggak yakin kalau pak Harto punya harta "atas nama" sendiri,
paling juga atas nama  anak cucunya...
Yang jadi masalah, menurut saya, adalah penyalahgunaan kekuasaan yang telah
dilakukan beliau selama ini.

Coba kita lihat, hampir semua kasus "ketidakadilan" dilakukan berdasarkan
"keinginan atau bantuan Pak Harto". Adanya BPPC, Mobil Timor, Tapos, dll,
itu tidak terlepas dari kemauan Pak Harto untuk menggolkannya, sehingga
hasil keuntungan yang didapat menjadi milik anak-cucunya dan menteri -
menteri di sekitarnya...

Jadi sebaiknya Pak Andi Ghalieb perlu meninjau aspek - aspek penyalahgunaan
kekuasaan Pak Harto. Sedangkan harta Pak Harto (keluarga dan
teman-temannya), bisa dilacak dari hasil ini. Kalau Mobil Timor memang nggak
beres, suruh aja Tommy mengembalikan asset ---trus ya dihukum...
Kalau kasus Freeport memang ndak beres sesuai kata Prof. Winters, tangkap
aja pak Ginanjar ....
Buktikan melalui pengadilan....

Gimana ?


Hercule Poirot wrote:

> Melihat keberanian Soeharto yang sudah memberi kuasa kepada Jaksa
> Agung untuk mengambil harta itu bila memang ditemukan harta miliknya,
> saya berpendapat:
>
> 1. Harta itu memang tidak ada (baca: bukan milik Soeharto)
> 2. Harta itu ada, tetapi disimpan atas nama orang lain:
>    -bisa atas nama kerabat Cendana (anak_cucu_dll)
>    -bisa atas nama orang yg sama sekali tak terkait dengan
>     cendana tapi punya kesetiaan tinggi thd kelurga Cendana.
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke