Akbar Tanjung menelepon Megawati, Ketua Umum PDI. Megawati yang menerima telepon itu tentu saja merasa heran, tetapi diterima juga telepon itu. Akbar: "Hallo, dengan Ibu Mega?" Mega: "Ya, benar. Ada apa, Pak Akbar? Kok tumben?" Akbar: "Begini, Bu Mega. Nanti kalau Ibu Mega kampanye lagi, saya mau ikut dengan Ibu Mega semobil. Boleh?" Mega: "Lho, Pak Akbar jangan main-main dong!?" Akbar: "Serius kok. Saya ingin satu mobil dengan Ibu Mega nanti, boleh?" Mega: "Boleh sih boleh. Tetapi kenapa Pak Akbar ingin satu mobil dengan saya?" Akbar: "Saya ingin sekali merasakan bagaimana dielu-elukan rakyat!" Daniel H.T. ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
