Saya bukanlah seorang yang mengerti politik
cuma dari seorang pakar politik mengatakan bahwa politik itu kotor dan jahat
Minoritas etnis Tionghoa memang sejak lama dijadikan kambing hitam 
dalam segala permainan politik, buktinya sejak zaman VOC sampai Orba
ya begini begini terus

Saya kira "Plan of The Masacre " itu adalah suatu cara politik yang kotor
namun semuanya bisa saja terjadi, jangan terlalu dipandang enteng apalagi
disepelekan 
Buktinya, kekerasan demi kekerasan telah terjadi sejak tgl. 27 Juli 1997
Yaitu sejak kantor PDI diserbu di Jalan Iman Bonjol dulu,maka serentetan
peristiwa demi peristiwa telah terjadi ditanah air. Ironis nya tatanan
hukum tidak dapat menuntaskan peritiwa peristiwa itu.

Salahnya semuanya tidak dituntaskan penyelesaian hukumnya
atau sepertinya memang sengaja di "peti-eskan" demi komoditi politis
segolongan penguasa.

Mengenai The Masacre Plan tadi, menurut saya sebaiknya diantisipasi dengan
suatu tindakan nyata, antara lain lebih meningkatkan pengawasan Kamtibmas
disemua wilayah Jakarta.Terutama wilayah yang mempunyai penduduk etnis
Tionghoa,seperti nama nama jalan yang dicantumkan.

Kepada golongan etnis di himbau untuk meningkatkan kelibatan dirinya dalam
kegiatan RW/RT setempat, dengan melakukan gotong royong pengumpulan dana
untuk sembako dan meningkatkan kelibatan dalam siskamling kelurahan setempat.
Tingkatkan ketakwaan dalam kegiatan kerohanian, mendekatkan diri seutuhnya
kepada kebijaksanaan dan kearifan dalam berpikir dan berkelakuan setiap
hari. Rajin beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya secara  benar.

Demkian urun pendapat saya, yang dengan kerendahan hati saya sampaikan
kepada para netter yang terhormat.



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke