Makanya,
kita-kita yang masih nganggur di kota, dan bertitel S-I, S-2 & S-3 cobalah
di era REFORMASI ini pulang kampung, membina desa Republik kita yang paling
bawah, nanti jabatan seperti Lurah, Camat, Bupati/Walikota dan Gubernur,
akan dipilih oleh DPRD tanpa persetujuan pusat. Dan kalau dimasa ORBA yang
bisa jadi pejabat tersebut hanyalah KORPRI & ABRI, sekarang tidak lagi dan
semua orang bisa memangku jabatan tersebut.
> ----------
> From: Wawan P. Siswoyo[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, May 27, 1999 12:07 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Kuli Tinta] Masih banyak yang enggak adil..
>
> Hi Miliser...
> Ternyata masih banyak yang enggak bener yang terjadi di daerah-daerah
> dalam
> Jelang Pemilu, terutama yang tidak terpantau oleh Pusat (Independent).
> Sebagai contoh kasus, didaerah tempat saya dilahirkan sendiri :
> Yang jadi Kepala Desa (Paman Sepupu saya), ada 6 Dusun (Kampung). 2 Kepala
> Dusunnya juga masih ada hubungan kerabat dengan saya. (Makhlum satu
> kampung
> kadang satu kekerabatan =).
> Pada suatu hari, terjadi rapat aparat Desa beserta kepala dusunnya, Hasil
> rapatnya :
> "Bahwa di desa ini hanya tiga Partai yang diperbolehkan di colok, yaitu
> P.Golkar (:(, PDI Perjuangan dan PPP."
> Alkisah saya ada paman saya yang lain yang menjadi pengurus salah satu
> partai politik di Kabupaten selain yang 3 diatas. Tentu sangat heran,
> sebab
> Pusat aja bilang 48 partai, eh di desa yang begitu bilang hanya 3 yang
> diakui. Yah marah tuh paman saya yang lain itu, Dilaporkannya hal itu ke
> Pengurus Pusat Kabupaten partainya, langsung dilaporkan ke
> PPD(?),Panwasda(?). Akhirnya Kades nya itu dipenringati, Akhirnya terjadi
> permusuhan (sampai sekarang) antara paman-paman saya itu :(.
> Aneh sesama saudara sendiri musuh-musuhan gara-gara Partai politik.
> Kemudian ceritanya Kades di desa saya itu dapet dana bantuan JPS, Eh
> dananya itu khan sebenernya ditujukan untuk membantu rakyat miskin buat
> dana usaha (gitu yah ?), eh ternyata
> dananya itu katanya mau dipake buat dana jalan desa... Terus biar dibilang
> bahwa desa ini dibangun oleh partai X. Yah kaya dulu lagi kali yeh, Tapi
> ternyata kerabat-kerabatnya yang sepaham dikasih pinjem juga tuh JPS :|.
> Masih banyak slogan-slogan buat pembodohan rakyat di desa saya itu, kayak
> :
> "KITA HARUS BERTERIMA KASIH PADA PARTAI X, SEBAB PARTAI X ITU TELAH
> MEMBANGUN DESA KITA, BIKIN DESA TERANG SAMA LISTRIK DLL", Padahal khan
> Partai X itu cuma pelaksana, Duitnya , tetap duit rakyat juga.. sam duit
> negara.. Weleh-weleh... Biarpun Partai Y yang nanti mimpin, yah sama ,
> cuman pelaksana aja.
> Hik....Udah dulu ah...
> terima aksih
>
> Best Regards,
> 8^�
> Wawan P. Siswoyo - Newbie
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!