--------- Forwarded Message ---------

DATE: Thu, 27 May 1999 07:16:52
From: INDONews Editors <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]

---------------------

Ingin Semobil
---------------
Akbar Tanjung menelepon Megawati, Ketua Umum PDI. Megawati yang menerima
telepon itu tentu saja merasa heran, tetapi diterima juga telepon itu.
Akbar: "Hallo, dengan Ibu Mega?"
Mega: "Ya, benar. Ada apa, Pak Akbar? Kok tumben?"
Akbar: "Begini, Bu Mega. Nanti kalau Ibu Mega kampanye lagi, saya mau ikut
dengan Ibu Mega semobil. Boleh?"
Mega: "Lho, Pak Akbar jangan main-main dong!?"
Akbar: "Serius kok.  Saya ingin satu mobil dengan Ibu Mega nanti, boleh?"
Mega: "Boleh sih boleh. Tetapi kenapa Pak Akbar ingin satu mobil dengan
saya?"
Akbar: "Saya ingin sekali merasakan bagaimana dielu-elukan rakyat!"

Serigala & Domba
--------------------
Akbar Tanjung menemui Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan. Dia menawarkan
agar Golkar dan PDI Perjuangan berkoalisi. Tentu saja Megawati terkejut.
Megawati: "Golkar dan PDI Perjuangan bersatu? Mana mungkin, Pak. Ini 'kan
seperti serigala bersatu dengan domba?"
Akbar: "Mengapa tidak mungkin? Mari saya perlihatkan sesuatu kepada Anda!"

Akbar membawa Megawati ke sebuah kebun binatang. Di sebuah kandang, Akbar
menunjukkan seekor serigala dan seekor domba bisa hidup bersama-sama.
"Lihatlah, Bu Mega. Bisa 'kan serigala dan domba hidup berdampingan dalam
satu kandang. Masa, manusia tidak bisa?"

Megawati yang melihat hal tersebut terkagum-kagum dan heran. Dia bertanya
kepada Akbar, "Bagaimana bisa serigala dan domba ini hidup satu kandang?"

"Oh, itu gampang. Soal taktik saja," Jawab Akbar. "Kami tempatkan seorang
petugas di dekat sini, setiap waktu dia siap mengganti domba ini dengan
domba yang baru!"

Golkar Reformis
-----------------
Seorang pengusaha menemui Akbar Tanjung, Ketua Umum Golkar. Dia ingin
memberi hadiah kepada Golkar sebuah mobil untuk kampanye Golkar. Akbar
sebenarnya ingin menerima, tetapi dia teringat jargon-jargon yang sudah
sering dia lontarkan sendiri, bahwa Partai Golkar adalah Golkbar Baru,
Golkar yang reformis, sehingga tidak etis menerima hadiah-hadiah seperti
itu. Apalagi isu money politics sekarang lagi ngetrend.
Akbar: "Maaf, Pak. Golkar adalah Golkar Baru yang reformis, kami tidak
biasa
lagi menerima sumbangan-sumbangan seperti ini."
Pengusaha: "Saya rela memberi cuma-cuma mobil ini, Pak!"
Akbar: "Terima kasih, tetapi Golkar yang reformis tidak sudi menerima
hadiah-hadiah lagi!"
Pengusaha: "Kalau begitu saya jual dengan harga seratus ribu rupiah!"
Akbar: "Kalau begitu Golkar beli 100 unit!"

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 May 1999 jam 16:16:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

--------- End Forwarded Message ---------



Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke