Partai Pilihan Teman Saya

Teman saya ternyata tidak terdaftar menjadi calon pemilih pemilu 99. Tetapi
jangan salahkan gastarlihnya karena mereka sudah berusaha mendatangi teman
saya tersebut namun tidak bertemu langsung. Walau mereka sudah meninggalkan
pesan berupa petunjuk kemana harus pergi mendaftar dan bagaimana caranya
secara rinci, teman saya tersebut tetap ogah mendaftarkan diri. Kenapa sih,
tanya saya. Bingung pilih partai yang mana soalnya partai beranak pinak jadi
banyak. Dari pada pusing mending nggak usah milih katanya. Itu sebelum batas
akhir pendaftaran pemilih di awal bulan ini. Namun sekarang kelihatannya teman
saya agak menyesal juga karena tidak mendaftarkan diri. Katanya seharusnya
daftar saja ya dulu itu �c.perkara nantinya masih bingung dan tidak jadi milih
kan tidak apa-apa, katanya�c.. Wah ya nggak bisa begitu, jawab saya. Kalau
sudah mendaftar apalagi dengan kesadaran sendiri ya harus nyoblos yang bener.
Kan kalau sudah mendaftar pasti dicatat oleh petugas, disediakan kartu suara
dan sebagainya. Itu kan biayanya mahal juga dan memakai uang kita semua,
walaupun hasil pinjaman, pemberian atau todongan ke negara kaya. Jadi ya harus
bertanggung jawab dong, berusaha memilih partai sesuai aspirasi dan
mengusahakan supaya suaranya sah, jangan mentang-mentang bingung terus
dicoblos semua atau tidak dicoblos sama sekali. Mubazir kan uangnya�c�ckalau
tidak mau milih ya jangan mendaftar�ckata saya sok menasehati panjang lebar.
Teman saya tetap diam saja termenung. Kenapa�c�c.tanya saya lagi. Sekarang
sudah punya pilihan??? Baru dapat wangsit atau mimpi tadi malam?�c..goda saya.
Ah�ckalau mimpi sih nggak saya anggap kembang tidur saja �c.sergahnya. Tapi
memang iya kok sekarang saya sudah punya pilihan sebenarnya �ctapi ya
terlanjur tidak terdaftar �c.tambahnya dengan sedikit murung. Tapi kemudian
matanya sedikit berbinar, ah �c..walaupun tidak jadi pemilih kan masih bisa
kampanye ya �c..sekarang kan masa kampanye jadi saya kan bisa berkampanye ke
orang rumah, tetangga, teman-teman supaya memilih partai pilihan saya. Biarlah
suara saya nggak masuk tapi keluarga, teman-teman dan tetangga saya semoga mau
nyoblos partai itu �c..katanya kemudian sambil bergegas keluar ruangan.
Eh�ctunggu dulu �c�c�c.kata saya ambil menggaetnya supaya tidak buru-buru
melaksanakan niat kampanyenya. Siapa tahu partai pilihannya tidak mempunyai
jadwal kampanye hari ini. Jadi kan berbahaya baginya kalau langsung pergi
kejalanan kampung sambil berkampanye�c.salah-salah ditimpuki batu oleh oknum
simpatisan partai lain yang sedang giliran kampanye. Partai yang mana sih
pilihanmu itu �c..tanya saya. Ah �cini bukan partai pilihan kamu �c.kamu kan
sudah punya pilihan mantap, malah suka sekali ikut kampanye �cpercuma kalau
saya ngomong sama kamu yang biasanya nggak suka berubah pendirian.
Lho�c�c.belum tentu, jawab saya. Walaupun saya hobi kampanye untuk satu partai
saja tapi saya kan tetap harus melirik dan mengkritisi semua partai. Kalau
ternyata ada yang lebih baik mengapa tidak boleh kalau saya berubah pikiran,
jawab saya mencoba membujuknya untuk duduk kembali. Partai apa sih yang kamu
suka itu, tanya saya sekali lagi. Sambil menyandarkan bahunya kembali ke kursi
teman saya itu menjawab, PK, katanya. Apa ??? Iya�cPK Partai Keadilan,
jawabnya mantap. Giliran saya yang terbengong-bengong mendengarnya. Pasalnya
teman saya itu walaupun beragama Islam tetapi sholatnya amburadul, padahal
simpatisan PK terkenal orangnya alim-alim. Nggak salah nih? Apa teman saya itu
sudah tobat dan punya niat belajar agama dengan tekun??? Kalau ini sebabnya
dia pilih PK ya alhamdulillah..lah. Semoga dia bisa benar-benar jadi orang
alim. Tapi terus terang saya masih meragukan teman saya tersebut kenapa bisa
tiba-tiba berubah. Kenapa??? tanya saya. Apa tidak boleh? Dia balik bertanya.
Ya tentu saja boleh �c.kan hak semua orang untuk pilih partai �c.jadi ya
sepanjang sudah terdaftar menjadi peserta pemilu ya semua bisa dipilih. Yang
saya tanyakan itu kenapa kok tiba-tiba ingin pilih PK, kok bukan yang
lainnya???  Saya ini dulu bingung kan pilih partai mana soalnya kan
kedengarannya semuanya hampir sama saja ngomongnya. Semuanya janji-janji
�c..tapi kan kita nggak tahu dan belum terbukti gimana hasil kerja mereka.
Jadi ya�csaya pikir waktu itu lebih baik kalau saya nggak milih saja �c�clihat
dulu yang menang nanti gimana hasil kerjanya�c�c.kalau baik ya saya pilih pada
pemilu berikutnya, katanya. Tapi tiba-tiba saja saya disuruh boss tugas luar
karena teman saya sakit. Padahal kan saya biasanya cuma didalam ruangan saja
kerjanya �citu juga ruangan saya terpisah dari yang lain, isinya cuma
berempat. Iya juga, pikir saya yang pernah melongok ke tempat kerjanya, yang
bersih maklum yang seruangan dengan dia ada 2 orang ibu-ibu yang ramah dan
rajin memasang vas bunga, lagipula teman saya ini agak kuper, jadi jarang
bergaul keluar, rumahnya pun tidak terlalu jauh dengan kantornya jadi tiap
hari dia masih bisa jalan kaki kalau sepeda motornya sedang ngadat. Tapi apa
hubungannya dengan PK, potong saya yang agak tidak sabar. Ya itu tadi,
sambungnya, saya dapat tugas menemui pelanggan yang belum bayar tagihannya
sampai beberapa bulan. Sudah berulang kali ditagih teman saya tapi belum ada
jawaban. Maka itu saya pergi menagihnya. Tapi di warung yang ada di depan
rumahnya itu dibilang sama penjaganya dia sedang pergi ke rumah sakit,
istrinya sudah beberapa bulan ini sakit berat katanya. Mungkin itulah yang
menyebabkan dia nggak bisa bayar tagihan, pikir saya dengan kasihan. Tapi
karena Boss sudah menugaskan saya menemuinya ya saya pergi ke rumah sakit saja
supaya bisa menanyakan langsung alasannya belum bayar. Perusahaan saya kan
juga perusahaan kecil, kalau pelanggan nggak bayar bisa bangkrut juga kami
ini. Saya beruntung juga bisa menemuinya di rumah sakit. Istrinya ternyata
masuk ruang operasi hari itu dan saya temukan dia sedang duduk termenung di
depan kamar operasi, bersama keluarga pasien lainnya. Pak, sapa saya�c.maaf
saya terpaksa menemui bapak disini untuk menanyakan masalah tagihan kami pada
bapak, �c�c�cEh..tapi baru sebentar saya ngomong begitu saya sudah tak tahan
lagi masalahnya para penunggu pasien itu ada yang menunggu keluarganya sambil
merokok. Kamu kan tahu saya paling nggak tahan asap rokok. Bau sekali �clagi
pula kan terbukti tidak baik untuk kesehatan, kata teman saya berapi-api. Wah
iya�ciya �c..jawab saya yang tak tahan dipelototinya. Memang teman saya itu
walaupun dituduh banci segala macam tetap tidak mau menyentuh rokok dari jaman
remaja dulu. Katanya mendingan uangnya dibelikan bakso atau es teler dari pada
rokok. Dia juga pernah berpindah kerja gara-gara di tempat kerja lamanya
teman-temannya merokok di dalam ruangan. Bagaimana aku bisa kerja??? Katanya
waktu itu. Jadi�chubungannya dengan PK apa??? Ya itu tadi masa di rumah sakit
juga masih ada orang merokok sembarangan tak perduli orang di sekitarnya tidak
ingin menghisap asap rokoknya. Lha Megawati mungkin tidak merokok tapi anak
buahnya banyak yang perokok, Amin Rais mungkin tidak merokok tapi Sekjen PAN
pernah ditulis di koran perokok berat. Yusril, juga. Gus Dur dilarang merokok
pasti oleh dokternya �c.tapi anak buahnya di desa-desa banyak yang merokok
juga�c�cSedang PK menurut berita di koran-koran anggotanya tidak merokok. Jadi
ya aku mau orang-orang pilih PK supaya nanti ada undang-undang ya mengatur
supaya para perokok ini tidak merokok seenaknya�ctandasnya. Cuma itu saja
kriterianya??? tanya saya dengan masih sedikit bingung. Iya �c..kamu juga
boleh pilih partai lain tapi lihat dulu calegnya di daerah kita sini perokok
atau bukan. Kalau perokok jangan dipilih lho ya �c�cbegitulah ternyata saya
menjadi orang pertama yang mendengarkan kampanyenya. Sudah ya�caku mau pulang
dulu kampanye kan bisa dimulai dari rumah saja dulu�c.mudah-mudahan orang
rumah setuju �c�c.katanya sambil bergegas tidak bisa ditahan lagi. Ya sudahlah
�c..wong dia juga mau kampanye di rumahnya sendiri �c�cjadi aman-aman saja. 
Sepeninggalnya �csaya jadi termenung juga�c..aneh nih teman saya�cmasak
kriteria pilihan caleg kok yang perokok atau bukan. Tidak canggih!!! Lagi pula
kok cuma satu saja. Biasanya orang bikin kriteria kan berderet panjang ke
bawah �c.sampai-sampai tidak ada yang bisa memenuhi kriteria tersebut he..he�c
pikir saya sambil tersenyum-senyum sendiri. Tapi eh..dipikir-pikir lagi teman
saya itu lumayan efisien dan lumayan canggih juga ya �c�c.Kalau kriteria
dibikin terlalu banyak maka orang jadi bingung milih yang mana yang sesuai
kriteria �c..karena mungkin tidak ada yang bisa memenuhinya �c.malah bisa
kecewa nantinya. Namun dibanding dengan yang memilih partai berdasarkan mimpi,
ikut-ikutan atau cuma berdasarkan warna kesayangan ( yang suka warna kuning
pilih Golkar, suka warna merah pilih PDI, terserah mau yang MS atau yang BH,
yang suka warna biru pilih PAN, yang suka warna hijau silahkan pusing karena
banyak yang pakai warna hijau, dsb�cdsb�c..) �cmaka dibandingkan mereka itu
kriteria teman saya tadi agak lumayan canggih walaupun bisa dibilang kurang
canggih juga karena kriterianya tidak berdasarkan apa sih problem utama kita
sekarang ini. Merokok memang problem bin masalah sosial dan kesehatan yang
kronis di masyarakat kita tapi tentu issue tersebut belum laku dijual sekarang
ini. Buktinya PK sendiri tidak mengkampanyekan akan membuat undang-undang anti
merokok kalau mereka menang. Namun masalah kriteria partai yang mau dipilih
tentu saja terserah masing-masing individu. Semuanya kan punya hak sama �c..
Asal logis saja sesuai aspirasi. Misalnya kalau anda mau membuat warna kuning
menjadi warna khas Indonesia dimana semuanya�cgedung, jalanan, pagar dsb dicat
warna kuning ya pilihlah Golkar. Tapi kalau pilih Golkar cuma karena suka
warna kuning saja tanpa alasan atau tujuan apa-apa �c.ya mubasirlah �c.mending
nggak usah milih saja karena mungkin apa yang dilakukan Golkar tidak akan
sesuai dengan apa yang kita inginkan. Begitu juga dengan partai lainnya
�c.misalnya pilih PDI-Mega karena Mega keibuan, pilih PAN karena Amin Rais
ganteng, pilih Gokar karena Habibie satu suku, atau pilih PKB karena
ikut-ikutan calon suami Atau juga pilih PKP dan juga PK karena logonya bagus
dan artistik �c..Alasan-alasan semacam itulah yang sebenarnya walaupun tidak
bisa dilarang namun harus bisa kita eliminir karena bisa-bisa berujung pada
kekecewaan di kemudian hari. Teman saya tadi walaupun tidak bisa memilih namun
ternyata akhirnya punya pilihan yang berdasarkan alasan yang logis sesuai
aspirasinya. Dia mau ada undang-undang yang melindungi orang yang tidak
merokok dari para perokok yang tak tahu aturan. Kalau anda perokok dan
kebetulan bertemu teman saya yang mengkampanyekan kepada orang-orang walaupun
memilih partai yang berbeda namun supaya hanya memilih partai yang calon
jadinya tidak merokok maka jangan lah anda menjadi gusar apalagi meradang dan
menuduhnya diskriminatif. Itu kan hak dia untuk bisa tercapai cita-citanya
Kalau anggota legislatifnya banyak yang merokok maka aspirasinya untuk membuat
undang-undang tersebut bisa-bisa diganjal atau diulur-ulur waktu
pelaksanaannya. Kalau anda perokok dan ingin melindungi hak perokok untuk
merokok di rumah pribadi ( misalnya kalau teman saya bertamu di tempat anda
dan anda merokok maka teman saya tidak berhak menuntut anda karena toh anda
merokok di rumah sendiri ) maka pilihlah caleg yang bisa menyampaikan aspirasi
anda tersebut. Karena itu seharusnya para caleg dan apalagi calon presiden
haruslah diungkap sampai sedetil-detilnya hingga berbagai kebiasaannya seperti
merokok atau tidak dan juga hal-hal kecil lainnya dari saat dia lahir sampai
detik ini dengan pengungkapan yang obyektif tidak menjelek-jelekkan tidak juga
menyanjung-nyanjung. Misalnya dia dulu waktu masih TK dulu pernah satu kali
nyolong jambu di depan rumah saya lho he..he.... Setiap orang punya masa lalu
baik maupun buruk, namun kita bisa melihat dari upayanya sekarang apakah dia
berusaha menuju ke arah kebaikan atau tidak �c..Pengungkapan yang jujur dan
detail akan mempermudah rakyat untuk menetapkan aspirasinya sesuai dengan masa
depan yang diinginkannya  �c�c
Selamat memilih dengan logika sesuai keinginan dan hati nurani anda. 



____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke