Roman muka yang merah mendadak, itu kan bisa karena kaget! Ah.., bung Iwans
ini lucu lah.., roman mukanya Habibie kan lebih aneh lagi... Atau lihat
roman mukanya Tutut yang biasa-biasa saja, kendatipun kebenaran sedang
ditanyakan kepadanya.. Saya kira, roman muka Tutut itulah yang menandakan
bahwa kepadanya sedang ditanyakan kebenaran.

Coba kalau anda, di depan umum, tiba-tiba saya tanya, "Apakah anda kumpul
kebo dengan sesama pria?"..., atau saya tanya, "Apakah anda mengubah jenis
kelamin anda?".., pasti roman muka anda juga akan lain kan..; mata
membelakan, merah mendadak, karena kaget! Kenapa kaget? Karena itu tidak
benar..!! Kan..?

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: iwans <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 01 Juni 1999 19:59
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [freemail] PPM Tuduh Wardah Kliknya Benny
Moerdani


Sisi gelap ?

Ya. Setiap orang punya sisi gelap. Soeharto punya dan sudah diobok
habiss-habisan. Habibie begitu juga, bahkan anda dan saya juga punya sisi
gelap. Megawati juga punya sisi gelap. Amien Rais juga. Semua orang punya
sisi gelap di luar sisi terangnya yang telanjang.

Dan siapa yang tahu kalau sebetulnya Wardah Hafidz punya sisi gelap juga ?
Senin, sewaktu dia dan sejumlah orang berdemo di Kejagung ada yang sempat
menanyakan soal itu. Wardah apa betul anda hidup serumah dengan seorang
Pastor ? Luar biasa. Sisi gelapnya muncul. Dia melototi si penanya dan
mengatakan itu tidak benar. Tapi, siapa yang bisa membohongi roman muka
seseorang yang memerah mendadak ? Saya kira, Wardah sendiri perlu
menjelaskan soal ini kembali. Bukankah dia punya alamat email ?

Salam.



�� wrote:

> Berbahagialah Wardah Hafidz karena ternyata tidak mudah menjadi saksi
> kebenaran dan keadilan di sebuah negara yang berKetuhanan Yang Maha
> Esa. Padahal, hubungan transedental itu menjadi sumber bagi kebenaran
> dan keadilan yang dicari oleh umat manusia.
>
> Inilah salah satu artifak budaya politik Orba. Menghembuskan isu
> negatif yang tidak benar, memfitnah, mengadu domba untuk "menggebuk"
> siapa saja yang berusaha untuk menyentuh sisi gelap mereka. Sebuah
> deretan panjang untuk menyebut fakta empirik artifak tersebut.
>
> Siapapun mereka yang berusaha untuk melanggengkan budaya itu adalah
> kelompok pro SQ yang menggunakan KKN sebagai modal dasar kekuatannya.
> Oleh karena itu, kelompok pro RE yang ingin membangun Indonesia masa
> depan yang lebih baik dan beradab adalah musuh besarnya.
> ----------------------------------------------------------------------
> --
>
> From: Freemail <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [freemail] PPM Tuduh Wardah Kliknya Benny Moerdani
>
> PPM Tuduh Wardah Kliknya Benny Moerdani
>      Wardah: Ini Bisa Jadi Dagelan
>      Reporter Irna Gustia dan Nurul Hidayati
>
>                    Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
> ----------------------------------------------------------------------
> --
>
> From: Samin <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Tuesday, June 01, 1999 10:14 AM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] WARDAH HAFIDZ
>
> Memangnya kenapa? Apa nggak boleh? Mereka adalah suami istri yang sah.
> Suami
> Wardah adalah Mas Wiladi yang dulunya memang pernah jadi orang
> seminari.
> Wardah sendiri dibesarkan dalam keluarga yang memiliki tradisi
> pesantren.
> Saya kira mereka ini justru pasangan Pancasila, dalam arti
> sesungguhnya.
>
> Yang perlu digarisbawahi di sini adalah jangan sampai orang yang
> mencoba
> membongkar kebusukan dan politik uang kelompok penjahat yang
> berselubung
> partai atau gerombolan lain, diserang dengan pergunjingan yang tak ada
> kaitannya dengan substansi kritik yang dilontarkan sebagai antitesis
> kebusukan.
>
> Samin.-
> ===============================================
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!






______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke