Bung Daniel,
Saya juga nonton dan merasakan keanehan yang anda sampaikan. Tapi saya
merasa, kalimat bung Haris (Host) di sela-sela acara bisa menjawab
kebingungan yang terasa. Kalau boleh mengutip kalimatnya kira-kira
berbunyi "....hari ini Pak Adi Sasono menjadi terkenal akibat baru
saja dipecat dari Golkar...dst...". Jadi mungkin saja acara itu
ditujukan untuk *menyambut* bebasnya Pak AS...:-).
Bagaimana ?
goklas
-----Original Message-----
From: Daniel H.T. [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, June 01, 1999 12:31 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] "Partai Partai" Edisi Khusus?
Saya ini sudah pasti orang awam sekali soal program2 acara di
televisi.
Tetapi ketika menonton acara Partai Partai di TPI hari Senin, 31 Mei
kemarin, yang menampilkan Adi Sasono, saya merasa ada sesuatu yang
tidak seperti biasanya. Yakni:
- Dalam acara itu biasanya selalu yg tampil adalah salah satu tokoh
dari parpol tertentu, atau calon presiden dari parpol tertentu. Nama
acaranya saja "Partai Partai."
* Sedangkan dalam acara Partai Partai edisi 31 Mei itu, pembawa
acaranya, Pak Jauhari, di awal acara berwanti-wanti bahwa Adi tidak
mewakili satu parpol pun (maklum 'kan baru dipecat dari Golkar), dan
juga tidak sebagai capres. Kalau sudah begini berarti Adi mewakili
dirinya sendiri, atau mungkin sebagai Menteri Koperasi. Lalu apa
hubungannya dengan acara yang
selalu mempunyai warna menyampaikan suara parpol2 itu?;
- Dalam setiap acara Partai Partai, selalu ada tele-polling tentang
tokoh yang tampil hari itu. Kenapa dalam "edisi khusus Adi Sasono"
ini, tele-poling ini ditiadakan?
Mungkin ada yang bisa menjawab?
Daniel H.T.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!