Bang Hotman,

Memag susah kalau semuanya akan diprosionalkan. Kalau dipikir, menurut
definisi pihak yang mempersoalkan apakah caleg itu Moslem atau non-Moslem,
banyak hal yang perlu diproposionalkan antara struktur caleg untuk
badan-badan legislatif dan diversifikasi bangsa Indonesia.

Coba dipikirkan unsur-unsur struktur berikut ini dalam bangsa Indonesia:

1. Masalah agama
2. Masalah kesukuan
3. Masalah pendidikan
4. Masalah jumlah populasi pedesaan vs populasi perkotaan
5. Masalah laki-laki vs perempuan
6. Dsb., dsb.

Apakah kemajemukan bangsa kita perlu dilihat sebagai suatu kekayaan atau
bahan perpecahan? Tergantung nasionalisme kita.
Bang Hotman,

Saya setuju dengan anda (anda melihat persoalannya secara tepat) . Yang kita
coba bentuk sebaik-baiknya adalah lembaga legislatif dan bukannya lembaga
keagamaan. Kalau kita dipagut ular berbisa, apakah kita perlu menanyakan
agama orang yang akan menolong kita?

Salam,
Joost A. Nelwan 

 
> ----------
> From:         Hotman Silalahi[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Thursday, June 03, 1999 9:30 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas dan Bukan
> Hanya Kuantitas    Re: [Kuli Tinta] Fw: Caleg PDI-P lagi
> 
> Sangat sempit sekali pemikiran yang mengedepankan agama dalam dunia
> politik walaupun pada dasarnya agama dan politik tidak bisa dipisahkan
> karena hal politik itu merupakan hal moral.
> Hanya yang saya pikirkan sekarang ini, kapan negara yang kita cintai ini
> akan maju kalau kita hanya mempersoalkan mayoritas (quantity) bukan
> mutunya (quality).
> Kalau dalam hal caleg, kita lihat dari sudut agama tentu kaum muslim yang
> mayoritas. Tapi persoalan tidak berhenti disitu saja, apakah anda rela
> kalau anggota legislatif yang terpilih nantinya mayoritas muslim tapi
> berasal dari Tapanuli Selatan ?????tentu tidak....pasti mayoritas suku
> kita...Jawa. Andaikan nantinya juga mayoritas orang Jawa...persolan tidak
> habis...Sundakah???...Solokah???...Madurakah???....Surabayakah???
> Marilah kita mulai berpikir tentang kualitas, agar supaya negara kita ini
> berkualitas.
> 
> Hotman Silalahi 
> 
> On Wed, 2 Jun 1999, iwans wrote:
> 
> > 
> > 
> > ----------
> > > From: eb$ <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject: Caleg PDI-P lagi
> > > Date: Wednesday, June 02, 1999 9:10 AM
> > > 
> > > Ah ... kalau nggak lengkap kok nggak sreg. Ini bukan sektarian, hanya
> > untuk
> > > mengingatkan saudara saya sesama muslim yang mabuk pdi-p:-) Yang nggak
> > suka
> > > silakan dibusek saja ...
> > > 
> > > eb$
> > > -------------------------------------------------
> > >  
> > > Mayoritas Caleg PDI Perjuangan
> > > 
> > > JAKARTA -- Kabar yang selama ini menyebutkan calon legislatif PDI
> > > Perjuangan dari daerah pemilihan DKI Jakarta mayoritas non-Muslim
> > ternyata
> > > benar. Data dari Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) memperlihatkan
> bahwa
> > > jumlah caleg Muslim sebanyak 13 orang sementara non-Muslim 20 orang.
> > > 
> > > Pada urutan 'sepuluh besar', caleg dari kalangan Muslim hanya empat
> orang
> > > dengan susunan nomor urut 1 (Roy B Janis), 5 (Syaifullah), 6 (Julius
> > > Usman), dan 8 (KH Achmad Aries Munandar). Sedangkan enam lainnya
> adalah
> > > Kwik Kian Gie (nomor urut 2), Sabam Sirait (3), Aberson Marle Sihaloho
> > (4),
> > > Hobbes Sinaga (7), Jongguk Robert Tambunan (9), dan Rajin Sihombing
> (10).
> > > 
> > > Jumlah keseluruhan caleg PDI-P adalah 33 orang. Daerah pemilihan DKI
> > > sendiri menyediakan 18 kursi di DPR yang akan diperebutkan oleh 48
> > parpol.
> > > 
> > > Menanggapi banyaknya caleg non-Muslim dari PDI Perjuangan, wakil
> Sekjen
> > > partai berlambang banteng dengan mulut putih ini, Haryanto Taslam,
> > > menyatakan hal itu tidak berarti meminggirkan caleg Muslim. ''Pasalnya
> > > kalau mau melihat lebih detail lagi, mayoritas caleg masih dipegang
> orang
> > > Muslim.''
> > > 
> > > Bagaimanapun, tegas Haryanto, PDI-P tidak bisa lepas dari kondisi
> sosio
> > > kultural masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. ''Barangkali,
> yang
> > > diributkan orang di luar PDI Perjuangan adalah terlalu besarnya porsi
> > yang
> > > diberikan ke caleg non-Muslim. Ini memang tidak bisa dipungkiri.''
> > > 
> > > Menurut Haryanto, besarnya porsi caleg non-Muslim bisa saja terjadi
> > karena
> > > proses rekrutmen ataupun penyaringan dan penjaringan caleg menggunakan
> > > pendekatan kapabilitas dan akseptabilitas individu.
> > > 
> > > ''Mungkin hal ini yang membuat porsi non-Muslim besar, ditambah dengan
> > > sistem bottom up yang juga dipakai bersamaan. Pengajuan caleg PDI
> > > Perjuangan kan berdasarkan usulan dari bawah,'' kata Haryanto.
> > > 
> > > Menurut Haryanto, semuanya berproses sedemikian rupa ditambah dengan
> > > karakter PDI Perjuangan yang memang terbuka. ''PDI Perjuangan tidak
> > pernah
> > > mempermasalahkan asal-usul, agama, dan suku seseorang. Kita semua
> > > beranggapan bahwa partai menjadi alat perjuangan setiap warga,''
> ujarnya.
> > > 
> > > Peran DPP PDI-P dalam penyusunan caleg tersebut, kata Haryanto, sudah
> > tentu
> > > ada yakni memberi sentuhan akhir pada saat penyusunan caleg dengan
> > > memasukkan visi partai dalam susunan caleg tersebut.
> > > 
> > > Menjawab pertanyaan apakah besarnya porsi caleg non-Muslim
> mencerminkan
> > > peta kekuatan di tubuh partai bernomor 11, dengan tegas Haryanto
> menjawab
> > > bahwa hal itu tidak dapat dijadikan pegangan. ''Porsi itu tidak dapat
> > > digunakan untuk menilai apa yang terjadi di tubuh PDI Perjuangan
> sekarang
> > > ini,'' kata Haryanto.
> > > 
> > > Menurutnya, untuk melihat gambaran seperti itu harus dilihat terlebih
> > > dahulu komposisi kepemimpinan PDI Perjuangan. ''Gambaran seperti itu
> > harus
> > > dilihat dari sisi kepengurusannya, bukan dari komposisi caleg yang
> > > diusulkan,'' tegasnya.
> > > 
> > > Secara nasional, caleg PDI-P terdiri atas 575 orang. Dari jumlah itu,
> > caleg
> > > Muslim 331 orang sedangkan non-Muslimnya 244 orang.
> > > 
> > > Pada kesempatan terpisah, Sekjen PPP, Alimarwan Hanan, mengatakan
> seruan
> > > untuk tidak memilih caleg non-Muslim dari parpol peserta pemilu
> merupakan
> > > hal biasa. ''Kami mempunyai hak untuk menganjurkan kaum Muslimin,''
> > katanya.
> > > 
> > > Menurut Alimarwan, rakyat Indonesia sebagian besar adalah kaum
> Muslimin.
> > > Dan lagi, lanjutnya, agama telah mengajarkan hal yang sama yaitu bahwa
> > > nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali diubah oleh kaum itu
> sendiri.
> > > ''Jadi ini tidak sektarian,'' tandasnya.
> > > 
> > > Lebih lanjut, Almarwan menjelaskan, alangkah lebih baik jika kaum
> > Muslimin
> > > memilih caleg Muslim. Pilihan ini akan memungkinan terjadinya
> komunikasi
> > > politik secara baik, karena adanya faktor kedekatan.
> > > 
> > > Seperti diketahui, seruan tersebut pertama kali dikemukakan oleh Ketua
> > Umum
> > > PPP Hamzah Haz. Dalam kesempatan kampanye putaran kedua di Jakarta
> pekan
> > > lalu, di depan ribuan massa, Hamzah menyerukan agar umat Islam tidak
> > > memilih caleg non-Muslim pada pemilu mendatang.
> > > 
> > > Menyusul seruan tersebut, Sekjen Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
> (DDII),
> > > Hussein Umar, menyatakan sangat terkejut membaca daftar calon tetap
> > anggota
> > > legislatif DPR RI dari PDI Perjuangan yang didominasi oleh oleh
> mayoritas
> > > non-Muslim -- terutama pada urutan [kemungkinan] nomor jadi untuk DPR
> RI
> > > (Republika, 29/5).
> > > 
> > > ''Menjadi tanda tanya besar apa yang menjadi pertimbangan pimpinan
> PDI-P
> > > dalam menyusun daftar caleg seperti itu? Sangat tidak masuk akal,
> tidak
> > > aspiratif, dan tidak proposrsional,'' kata Hussein. ''Bukankah massa
> yang
> > > menyemarakkan kampanye PDI-P mayoritas Muslim? Bagaimanan bisa terjadi
> > > susunan caleg seperti itu?'' tambahnya. 
> > > 
> > > 
> > 
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke