That is politic curang ... (apa berpolitik mesti curang?? ngak adakah politk yang bermoral dan beretika luhu ? Malah PDR makin vulgar saja memberikan kredit RODA Dagang ke Rakyat kecil darimana duitnya yah, kaos, iklan, dsb apa dari rakyat kecil ? ngak ah bohong selidiki yuk .. Kalo PAN-PDI P-PKB saya yakin 100% dari simpatisan, betul ngak ? "Yap C.Young" wrote: > Seperti hafalan, semua jurkam PDR selalu bilang konstituennya rakyat kecil, > miskin, tertindas. Dan berjanji membalik posisi, rakyat kecil diguyur dana > supaya kuat. Sedang konglomerat dimaki habis. > Tetapi tampilannya selalu glamour (deklarasi di Senayan dan setiap arena > kampanye, bagi-bagi bukan hanya kaos tapi juga rompi, iklan di TV dsb) yang > pasti membutuhkan dana besar. > > Dari mana dananya? > > Kalau sumbangan dari konstituennya (rakyat kecil) berarti PDR mengkorupsi > secara amoral uang rakyat kecil, miskin, tertindas. > Kalau sumbangan simpatisan kaya, berarti PDR tak tahu diri, sudah dibantu > masih memaki. > Kalau ngutil dana Pemerintah, berarti dia biadab benaaaar, karena rakyat yang > akan menanggung beban hutangnya. > > Pantas saja dia belum mampu menyerahkan laporan keuangan ke KPU. > > Rasanya perlu diaudit juga para penerima KUT dan JPS, apakah mereka menerima > bukan karena KKN? > Pembuktiannya mudah, ambil saja sampling acak penerima KUT dan JPS, wawancarai > mereka, dan simpulkan siapa sebetulnya mereka. > > Semoga PDR masih mampu bertahan pasca Pemilu 99, sehingga punya kesempatan > mempertanggung jawaban tindakannya. Jangan hanya bersembunyi dibalik label LSM > dan rakyat miskin setiap terpojok pertanyaan kritis. > > abu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kadang-kadang diam itu emas, sedang bicara itu perak ... > Menurut temen-temen saya di PDI-P (maaf lho saya bukan orang PDI-P) Mba > Megawati > itu tidak pernah mencalonkan > menjadi Presiden tetapi rakyatlah yang meng-elu-elukan beliau untuk jadi > Presiden, jadi makanya dia diam saja ketika > diajak untuk berdebat capres dll. > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > In a message dated 6/2/99 6:56:51 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED] > > writes: > > > > << > > Tapi saya merasa ingin tertawa ketika mendengar jawaban-jawaban dari wakil > > Partai Daulat Rakyat (PDR), Nuniek T. Haryani, yang boleh dikatakan > > "dibantai" dalam acara tersebut. Selain seringkali jawaban-jawaban yang > > diberikan melenceng dari pertanyaan (mengalihkan pokok pertanyaan?), > > sehingga berkali-kali terpaksa dipandu oleh moderator. Beberapa kali wakil > > PDR ini dipotong jawabannya oleh moderator dengan mengatakan, seperti: > > "Maaf, Bu, mungkin saya bisa mengarahkan maksud pertanyaannya tadi adalah > > ..." > > > > Demikian pula setiap jawaban yang keluar dari mulutnya selalu saja > > terus-menerus terlontar kata-kata seperti "untuk rakyat," "rakyat kecil > > yang tertindas," "rakyat kecil yang jujur," "rakyat kecil yang tidak > > mengenal KKN," "konglomerat yang memeras rakyat," "sekian triliun rupiah > > yang dikeplang konglomerat, sedangkan rakyat kecil yang selalu > > mengembalikan pinjammnya," dan seterusnya. Mirip sekali dengan sang boss di > > belakang layar. Siapa lagi kalau bukan Adi Sasono. > > > > Jawaban-jawaban yang diberikan terkesan seolah sudah direkam dalam otaknya > > lebih dulu, sehingga tidak heran sering melenceng dari maksud pertanyaan > > sebenarnya. > > > > Mungkin ada yang bisa menambahkan? > > > > Daniel H.T. > > >> > > Nuniek Haryani ini masih jauh lebih baik dibandingkan dengan dewa Anda, > > Megawati yang diam seribu bahasa. Jujur saja lah. Nuniek berani tampil, > walau > > grogi, dengan apa adanya. Bukankah itu lebih baik dibandingkan diam, > lamban, > > menggemukkan badan? > > salam, > > RAP > > > > ______________________________________________________________________ > > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > > > TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999! > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999! > > ____________________________________________________________________ > Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1 > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999! ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
