PDR "menyilaukan" patut dicurigai karena "kedekatannya" dengan pejabat
pemerintah, seorang Menteri Adi Sasono yang memimpin sebuah Departemen
Koperasi yang lagi "kebanjiran" dana JPS. Kenapa patut dicurigai? Penyandang
dananya tidak jelas..., kecuali kalau Adi Sasono memang orang kaya. Tetapi,
dari uraian anda ttg dia dan track recordnya, sepertinya dia tidak kaya-kaya
banget ya..., atau saya salah; ternyata Adi Sasono orang kaya?

Kalau PDI Perjuangan, jelas tidak punya kaitan apa-apa dengan pejabat dan
departemen, kalau pun ada yang menyumbang, itu dari orang-orang yang memang
punya uang. Dan nama-namanya jelas, salah satunya Arifin Panigoro yang
helikopter dan pesawat fokkernya dipakai oleh Megawati ketika berkunjung ke
daerah-daerah. Tapi, yang saya tahu jelas, kemeriahan kampanye PDI
Perjuangan, karena saweran rakyat sendiri, beli bendera sendiri, beli kaos
sendiri, beli topi sendiri, pakai mobil sendiri, saweran nyewa Metromini
sendiri. Lagipula, apa pula kaitannya, tiba-tiba bung Abdullah Hassan
menyinggung ttg PDI Perjuangan? wah.., memang kalau nggak sukanya sudah
sampai ke ubun-ubun (istilahnya Bung Daniel H.T), susah juga ya...

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 05 Juni 1999 11:20
Subject: Re: [Kuli Tinta] PDR mengkorupsi rakyat kecil dan LSM] ( u/Yap]


Bung Yap,
Terus terang saya termasuk orang yang bingung juga melihat PDR yang tiba2
jadi menyilaukan. Sangat lebih dari patut untuk dicurigai. Tapi dalam hati
bukan tidak "kagum" pula melihat kampanye "sederhana" ala PDIP. Dalam kasus
PDIP ini, matahati saya menduga beberapa orang yang punya duit tidak sayang
men-"zakat"-kan hartanya untuk  tujuan idealisme-nya. Terlalu naif kalau
dikatakan itu cuma hasil patungan lima-rupiahan orang2 pendukungnya.

Harapan anda pada saya untuk meng-elaborasi kemungkinan korupsi PDR "karena
saya sedikit tahu tentang mas Adi" , sayang sekali tidak dapat saya penuhi.
Pengalaman saya dengan beliau itu sudah lewat  sepuluh  tahun. Pengalaman
bersama memikirkan nasib sedikit orang kecil , pengalaman melihat keringat
yang dicucurkannya buat kaum dhuafa, pengalaman bersentuhan kulit
didesa-desa , pengalaman berbuat sedikit diamana orang2 lain masih dimana ,
masih saya ingat sampai kini. Dari itu saya tidak gampang membeli berita
miring buat dia. Saya amat sinis kepada orang2 yang sok tahu yang memberikan
label " the most dangerous man " pada Adi Sasono. Tapi saya sadar pula bahwa
A.S itu sama sekali bukan malaikat.
Barangkali contoh soal reputasi Cacuk lebih mudah bagi banyak orang lain.
Reputasi Cacuk dimasa lalu adalah cukup memadai untuk menuntut kita agar
tidak "terlalu" gampangan membuat berita miring tentang
Dia.

Terakhir , Bung Yap, walaupun belum diperlukan dalam polling , saya ingin
mengaku bahwa tulisan anda di milis ini adalah salah satu favorit saya buat
dibaca.

Wassalam


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke