Model ekonomi Adi Sasono yang mana yang memihak pada rakyat? Wah...,
benar-benar mengasyikkan nih kalau kita bisa bicara model ekonomi Adi Sasono
dan saya siap untuk berdebat dengan anda. Model ekonomi Adi Sasono itu sama
dengan model ekonomi Soeharto: koncoisme. Koperasi model Adi Sasono itu sama
dengan koperasi model Soeharto: top-down approach dengan titipan politik
yang banyak sekali. Koperasinya Adi Sasono sama dengan Soeharto; jadi alat
pemerasan, makanya disebut KU-PERAS-I

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 05 Juni 1999 17:25
Subject: Re: [Kuli Tinta] Bukan issue


>
> Menteri Rahardi Ramelan mewajibkan Pusat Pemasaran Sawit (PPS) menual
> minyaknya langsung kepada Koperasi pengusaha kecil/menengah, bukan lewat
KDI
> (Koperasi Distribusi Indonesia) lagi. KDI adalah calo resmi bentukan Adi
> Sasono, yang menjadi kartel bagi distribusi 9 bahan pokok se Indonesia.
>
> Gubernur EE Mangindaan menghentikan penyaluran KUT (Kredit Usaha Tani)
> didaerahnya karena telah terjadi permainan oleh oknum yang mengaku petani
atau
> membela petani miskin.
>
Orang yang menyuarakan kebenaran memang biasanya kurang disukai, tapi kita
mesti salut sama bp. Adi Sasono karena beliau sangat berpihak kepada
ekonomi kerakyatan.

Ekonomi kerakyatan sangat dibutuhkan untuk mendongkel sistem konglomerasi
yang zalim itu. Kenapa ???

Karena selama zaman Orde baru, yang namanya kue pembangunan itu selalu
menjadi milik para konglomerat. Bayangkan bagaimana ngerinya kita terhadap
hutang-hutang mereka yang nyaris menggadaikan bangsa dan negara ini.
Singkat kata, Tidak ada lagi konglomerasi, tapi yang ada kue pembangunan
yang merata. Sampai kapan Rakyat kecil memperoleh keadilan. Bayangkan
betapa sulitnya pedagang baso memperoleh pinjaman, lihat pula fakta para
konglomerat dengan gampang mendapatkan pinjaman dollar bermilyar-milyar
hanya dengan mengumpan kan seorang wanita kepada pejabat yang berwenang.

Saya bisa membayangkan betapa tidak jujurnya sistem ekonomi konglomerasi
itu.






______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke