Rekan netters, Isu mengenai caleg muslim dan non muslim yang merebak akhir-akhir ini. Bung Martin telah menulis sinyalemennya. Masing-masing tentu mempunyai argumentasi untuk pembenaran. Namun demikian, sebuah kebenaran hanya satu agar bisa dibedakan dari yang salah. Di daerah Sleman Yogyakarta, telah beredar isu bahwa pengurus mayoritas PDIP Sleman adalah non muslim. Bertempat di Hotel Ambarukmo, pengurus PDIP Sleman kemudian memperkenalkan seluruh pengurusnya dimana ada 1 Budha, 1 Katolik, dan 1 Kristen dan sisanya adalah muslim. Silahkan membayangkan berapa jumpah pengurus standar sebuah pengurus cabang partai semacam PDIP di sebuah Kabupaten terbedsar di DIY. Secara statistik, populasi akan tercermin di sampel. Contoh PDIP Sleman dan Forwarding email Bung Daniel mengenai caleg PDIP bagaimanapun juga telah membenarkan teori tersebut meskipun tanpa ada alasan rekayasa dari tingkat cabang, misal untuk menghormati mayoritas. Itu fakta populasi. Namun demikian, di salah satu milis saya menjumpai tulisan Bung Wicak yang memberi komentar tentang akurasi berita sebuah majalah. Copy bisa dilihat di bagian bawah. Mungkin dari sini kita mulai bisa memperoleh gambaran mengenai benang merah ketidakbenaran itu. Kita bisa menipu teman baik, handai taulan, masyarakat, atasan atau staf atau bahkan kita bisa menipu anak, istri atau suami, serta sanak saudara namun kita tidak mungkin untuk menipu diri sendiri terlebih-lebih menipu Allah. Membangun bangsa ini berdasar moral berarti memulainya dengan kejujuran dan keadilan! salam ---------------------------------------------------------------------- ------------------------ (With courtesy from Permadi Witjaksono<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>) Saya baru saja membaca majalah Sabili yang mengupas banyaknya caleg PDI Perjuangan yang non-muslim. Di sana mereka membeberkan caleg-caleg PDI Perjuangan beserta agamanya masing-masing. Kesimpulannya, jumlah caleg muslim : caleg non muslim = 50 : 50. Soft copy dari berita itu bisa dilihat di: http://www.sabili.co.id/1999/23/caleg.htm. Anehnya, dalam daftar yang dikeluarkan Sabili itu, mereka tidak mencamtumkan seluruh caleg PDI Perjuangan. Mereka hanya menampilkan sebagian saja. Sebagai contoh adalah tiga propinsi besar di Jawa. Di Jawa Barat Sabili mencantumkan 17 nama, sedangkan caleg yang ada sebenarnya 88 orang. Di Jawa Tengah 10 nama, sebenarnya 62 orang. Di Jawa Timur tercantum 12 nama sementara sebenarnya ada 65 orang. Karenanya, saya jadi sangat curiga pada niat dan tujuan investigasi Sabili ini. Saya juga sangat meragukan hasilnya, karena metoda sampling apa memangnya yang dipakai? Jika alasannya adalah bahwa nama yang sedikit itu adalah yang "nomor jadi" rasanya tidak tepat juga. Saya tahu dari kalangan PDI Perjuangan sendiri bahwa urutan nama itu didasarkan pada Dati II-nya, jadi belum mencerminkan urutan yang akan masuk. Maka, apakah tujuan Sabili memuat daftar itu memang sebagai pemberitaan investigasi yang memberikan berita akurat pada pembacanya, ataukah hanya semata-mata untuk memojokkan PDI Perjuangan? del. Sincerely yours, Permadi Witjaksono ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
