Agaknya lebih smart kalau PDR membentuk lembaga penjaminan dalam penyaluran
KUT, yang bertanggung jawab pelunasan KUT itu bila debitur yang "petani
miskin,tertindas" ini tidak bayar, sehingga posisinya jelas, sebagai penjamin,
sehingga membebaskan Bank dari risiko bad debt.
Jadi tidak ada yang protes.
Yang menimbulkan masalah adalah PDR bertindak sebagai pressure group untuk
memperjuangkan pencairan kredit tanpa mau tau tentang pelunasannya.
Itu sama dengan perampokan.
Apalagi kalau kredit itu jatuh ketangan kelompok mereka, ya sempurnalah sudah.

 
"��" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Maff Bung Yap, nimbrung... boleh kan?

Dalam sebuah kesempatan, seorang direktur dari Bank Pemerintah yang
sudah biasa melayani segmentasi petani dan pengusaha kecil pernah
mengeluh kepada saya berkaitan dengan perintah untuk segera
menyalurkan kredit itu. Keluhannya sederhana, bagaimana nanti kami
mengawasi kredit itu kalau sistemnya belum dipersiapkan.

Perubahan mungkin dihadapi dengan terencana atau reaktif. Tampaknya
kemungkinan terakhir adalah yang sedang terjadi.

-----Original Message-----
From: Yap C.Young <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Kuli Tinta] Bukan issue


Fakta :

Menteri Rahardi Ramelan mewajibkan Pusat Pemasaran Sawit (PPS) menual
minyaknya langsung kepada Koperasi pengusaha kecil/menengah, bukan
lewat KDI
(Koperasi Distribusi Indonesia) lagi. KDI adalah calo resmi bentukan
Adi
Sasono, yang menjadi kartel bagi distribusi 9 bahan pokok se
Indonesia.

Gubernur EE Mangindaan menghentikan penyaluran KUT (Kredit Usaha Tani)
didaerahnya karena telah terjadi permainan oleh oknum yang mengaku
petani atau
membela petani miskin.

Di Pati (Jawa Tengah) disinyalir ada 12 KUD (Koperasi Unit Desa)
menyalahgunakan KUT dan sedang diusur oleh Pemda. Seorang pejabat desa
sudah
diberhentikan.

Di Bandung, Pejabat Ekonomi Pemda menyatakan hanya 34% KUT disalurkan
tepat,
lainnya salah sasaran.

Di Padang Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura mengkonfirmasi
penangguhan
penyaluran KUT sebesar 2 trilyun rupiah.

Saya ingin mengomentari, tetapi tidak tahu harus ngomong apa supaya
nggak
melanggar aturan moderator yang sangat tipis kuping terhadap kontrol
sosial
dan opini aktual publik. Gimana bung Martin?
______________________________________________________________________






____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at
http://www.netaddress.com/?N=1

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!








______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!







____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke