Setiap orang mungkin berbuat salah, termasuk diri saya. Dan melalui milis
ini kita bisa sama2 belajar sehingga mengurangi dampak negatif akibat
kesalahan pendapat diri sendiri. Terima kasih atas respons terhadap
pendapat saya. 

Kalau anda menyimak dg lengkap dan hati terbuka, tentu anda tdk akan
menganggap bahwa saya menyamakan agama dg marhaen. Mungkin kesalahan saya
adalah memposisikannya pada paragrap yg sama, dan akibatnya kelihatannya
agama saya posisikan sbg IDE manusia. Ya ini anak kecil juga (yg sudah
bisa berfikir) tdk mungkin sepakat. Tapi saya balik, rasanya mungkin juga
ada yg memposisikan marhaen, atau paham apapun, sbg 'agama' . 

Saya - dan tentu setiap orang - sepakat, bahwa agama adalah ciptaan Sang
Pencipta yg terlalu tinggi utk dibandingkan dg ide2 manusia. Hanya saja
ketinggian agama ini tdk lantas berarti bahwa agama ini kita letakkan di
awang2, tapi justru kita harus membumikan agama.
Agama Islam - sebagai din - adalah jalan hidup yg saya yakini harus saya
jalankan, sepahit (atau semanis) apapun. Agama mengatur seluruh bidang
kehidupan, namun (tenang saja), agama tdk akan menindas manusia. Dia
diciptakan utk kebahagiaan seluruh umat manusia.

Politik hanyalah salah satu aspek dari kehidupan manusia. Agama Islam
saya yakini telah memberi rambu2 di bidang ini. Saya kira demikian
pendapat saya. 

beDoer

On Fri, 4 Jun 1999, Martin Manurung wrote:

> ... Bung Dur
> Dan realitas manusiawi org akan mendukung org lain yg seide. Seide di sini
> bisa berarti sama2 islam, bisa berarti sama2 kristen, bisa berarti sama2
> marhaen, dll.
> 
> Martin:
> Bung Dur ini lucu, kok agama disamakan dengan marhaen.., kecil amat tuh
> agama. Marhaen itu kan cuma pemikiran sosiologis-materialisme tentang rakyat
> Indonesia. Marhaenisme berasal dari ide seorang Soekarno, sedangkan agama
> dari Tuhan. Jangan disamakan dong dengan agama yang agung berasal dari Tuhan
> sendiri dengan pemikiran Bung Karno... Agama itu wahyu (ingat: BUKAN IDE)
> dari Allah, sedangkan marhaen, nasionalisme, sosialisme, kapitalisme,
> komunisme, dll itu adalah ide (karena itu, kemudian menjadi IDEologi)
> bikinan manusia.
> 
> Saya kira, pemberitaan Kompas hari ini patut dipuji. Yang diangkat bukanlah
> kampanye-nya PDI Perjuangan, tetapi suasana egaliter multiras dan
> multiagama.. Indonesia akan lebih baik, damai dan maju, bila kita mampu
> untuk menjadikan agama sebagai pegangan hidup, moral dan etika, sehingga
> kita bisa hidup bersih, tidak korupsi, dan penuh damai persaudaraan.
> Menjadikan agama sebagai label belaka, malah akan berbahaya melahirkan
> tindak kekerasan dan tidak memecahkan masalah KKN.
> 
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> 
> 
> 
> 
> 


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke