> Melihat cara Anda mengkritik capres Mega, yah begitulah gambaran kapasitas > politikus kita yang membuat PDIP bersyukur bahwa Mega nggak ikut debat > capres yang lalu karena isinya nggak bermutu seperti yang dikatakan Kwik, > koq debat capres isinya kritik merokok, kemampuan bahasa, dll. > > salam, > tedy the kion > Nah apakah Mega itu seorang yang super hebat kemampuannya sehingga bapak kita Kwik sampe menyatakan bahwa debat capres ini tidak bermutu, saya sebagai orang kampus hanya tahu bahwa mega itu telah menghianati perjuangan para mahasiswa, karena beliau menganggap bahwa debat itu tidak sesuai dengan budaya timur. Lagi pula kalau ibu Mega itu memang pintar kenapa beliau tak tunjukkan saya cara yang benar untuk berdebat, beliau contohkan cara berdebat yang berkualitas. Apa parameter yang menunjukkan kualitas seorang ibu mega itu ?? Apakah massanya yang membludak waktu kampanye, apakah jeritas histeris massanya mendengar statement-2 nya waktu kampanye ??? Any way, Bagaimanapun bodohnya para politikus kita, apakah kita akan selamanya menghindar dari mereka ??? Bukankah mereka harus diajar berdebat yang berkualitas. Apakah ibu mega, pak kwik, pak Dimyati H, dan sebagainya sudah merasa bahwa meraka sudah paling hebat, paling berkualitas, paling berbudaya ???? Sehingga mereka merasa bahwa mereka tidak perlu berdebat dengan orang-orang "BODOH" dan "TAK BERBUDAYA" macam Amin Rais, Yusril IM, Sri B.P, dll ???? Hehehe...Ironis Sekali Cara berfikir bangsa kita. Kita telah menjajah diri kita sendiri. -=Raja Komkom Siregar =- ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
