Saya setuju dengan apa yang ditulis saudara BeDoer dan saudara Tedy.
Keyakinan agama seseorang tidak boleh menghambat orang lain
melaksanakan keyakinan agamanya. Ini lah kuncinya. Negara, mestinya
menjamin hak ini dalam bentuk UU.

Salam,
HP_



>From: "Tedy The Kion" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Sudah Saatnya Kita Berbicara Kualitas dan 
>BukanHanya Kuantitas    Re: [Kuli Tinta] Fw: Caleg PDI-P lagi
>Date: Sat, 5 Jun 1999 00:05:16 +0700
>
>beDoer wrote:
> > Saya kira kita semua harus berani menghargai perbedaan yang ada. 
>Sebagian
> > kaum muslimin ada yang merasa agama tidak pantas digunakan dalam masalah
> > politik. Namun sebagian yang lain (dan ini lebih banyak, saya kira)
> > berpendapat bahwa Islam adalah agama yang lengkap dan mengatur seluruh
> > segi kehidupan, termasuk politik. Saya kira ini adalah hak asasi setiap
> > manusia, dan tentunya juga berhak untuk menyampaikannya ke orang lain.
> > Karena saya beragama islam, saya tidak tahu pendapat agama lain tentang
> > agama dan politik. Hanya saya kira terlalu gegabah pernyataan yang
> > memandang sempit pemikiran orang yang mengedepankan agama dalam masalah
> > politik, karena saya kira hal ini adalah masalah keyakinan.
>
>Tapi kalau gara-gara masalah keyakinan pribadi sampai melupakan hak
>keyakinan orang lain, maka masalahnya adalah korelasi antara KEYAKINAN
>AGAMIS dengan PENERAPANNYA. Ambilah contoh semisal orang ISLAM* 
>menginginkan
>negara ini berdasarkan ke-ISLAM-an yang akan bisa berarti menolak
>'aksesoris' kehidupan yang berwarna non-Islam (karena kalau menerima khan
>bisa jadi negara sekuler), jadi gimana nih hak keyakinan orang lainnya
>dibatasi oleh keyakinan ISLAMI? Apakah cocok jika jalan keluarnya adalah
>setiap keyakinan lain harus memaksakan diri untuk rela atau merelakan diri
>untuk dipaksa menjalani kehidupan yang bercorakkan keyakinan lain? Nah kan
>tentunya pemaksaan keyakinan yang tidak disengaja itu tentunya bertentangan
>dengan misalkan aturan untuk menghormati & menghargai hak sesama manusia
>yang tentunya existensi hal tersebut  universal, di tiap agama ada. Maka
>masalahnya kemudian berkembangan, antara KEYAKINAN (AGAMA) dan PENERAPAN
>yang seharusnya sejalan, saling melengkapi, tidak betubrukan antara dogma
>dan kenyataannya.
>
>(* silahkan mengganti misalkan dengan: KRISTEN, HINDU, dll.)
>
> > Sepakat bahwa kita harus memperhatikan kualitas. Hanya saja kualitas
> > adalah sesuatu yang relatif abstrak, saya kira belum ada kriteria baku.
> > Kita tidak dapat menutup mata tentang caleg-caleg yg diprotes 
>kualitasnya.
> > Karena sedang membicarakan caleg PDIP saya contohkan mantan bupati
> > temanggung yg kkn ternyata dijadikan caleg PDIP (lihat republika). Ini
> > hanya contoh kasus dan tidak saya generalisir.
> > Dan realitas manusiawi org akan mendukung org lain yg seide. Seide di 
>sini
> > bisa berarti sama2 islam, bisa berarti sama2 kristen, bisa berarti sama2
> > marhaen, dll.
>
>Saya yakin bahwa suatu saat bangsa ini akan menemukan suatu standar baku
>KUALITAS diluar standar agama tetapi tidak bertentangan. Banyak kejadian
>yang bisa dijadikan contoh tentang standart universal, misalkan USA dan
>Indonesia. Orang boleh berkata bahwa USA adalah negara Kristen (meskipun
>yang lebih tepat adalah negara sekuler berpenduduk mayoritas kristen),
>tetapi tidak pernah mau tau bahwa kristen di negara itu sangat beragam
>alirannya, padahal secara teoritis pertentangan paling sengit justru 
>terjadi
>pada agama yang sama tetapi beda aliran. Tapi yang kita lihat ternyata
>justru mereka bisa menemukan sebuah 'bahasa bernegara' yang universal yang
>tidak diwarnai oleh mayoritas satu aliran. Indonesiapun secara kronologis
>sejarah sebenarnya telah membuktikan diri sebagai sebuah negara sekular 
>yang
>mempunyai 'bahasa bernegara' yang universal lewat Pancasila-nya (sayangnya
>diselewengkan ORBA). Berawal dari perjuangan atas nasib yang sama, visi 
>yang
>sama, meskipun berbeda suku dan agama, itulah existensi universal bangsa 
>ini
>..
>
>Kalaupun sekarang ini KUALITAS adalah suatu yang abstrak, menurut saya itu
>tidak lebih karena bangsa ini sedang berada dalam prosesnya. Memang tidak
>gampang, dan tidak perlu gampang, justru dalam perjuangan itulah bangsa ini
>akan maju mencapai keuniversalitasan dalam kekayaan-ragamnya.
>
>Dus, kalaupun butuh SE-IDE, bukankah kesamaan nasib dan perjuangan bisa
>menjadi dasar pijak yang mendarat, lagian pada akhirnya nanti bukankah 
>NASIB
>itu sendiri yang akan diperjuangkan masing-masing warga negara?
>
> > Saya kira masalah suku sedikit berbeda dengan masalah agama. Dalam hal 
>ini
> > agama lebih mendasar. Seorang muslim yang sudah meyakini bahwa harus
> > memilih pemimpin muslim (lihat Al Qur'an) tentu tidak berani 
>melanggarnya
> > karena sanksi di akhirat. Namun mereka tentu tidak akan mempermasalahkan
> > sukunya, karena memang masalah suku hanya masalah dunia.
>
>Anda percaya pada kedaulatan ALLAH dan rencanaNya?
>Kenapa Allah membiarkan saja pemimpin-pemimpin dunia yang sejak awal dunia
>ada sampai sekarang ini mereka beragam agama/kepercayaan?
>Justru disitulah letak kedaulatan dan rencana ALLAH yang diatas kemampuan
>manusia untuk menjelaskannya. Bahwasannya ada Raja-raja Mesir yang
>berpengaruh pada perkembangan teknologi arsitekrtur, lahir Kaisar Roma yang
>membawa pengaruh besar bagi perkembangan budaya waktu itu, lahirnya Yesus
>yang membawa perubahan ditengah masyarakat dunia, lahirnya Muhammad yang
>sangat berpengaruh buat separuh penduduk dunia ini, terpilihnya JFK yang
>berpengaruh pada persamaan hak orang kulit hitam, sampai Suharto yang
>membuat Indonesia dan dunia belajar melihat lebih mawas lagi akan keadilan
>dan kebatilan.
>Saya percaya bahwa semuanya ada dalam kedaulatan Allah, apapun agama 
>mereka,
>Allah mampu mewujudkan rencanaNya lewat mereka, yang dalam logika kehidupan
>kemasyarakatan, bertujuan demi perbaikan NASIB setiap orang.
>
>Jadi, kalau perbedaan suku bisa diterima, maka perbedaan agamapun akan
>menjadi energi yang ikut memperbaiki NASIB bangsa ini bersama-sama.
>
>salam,
>tedy the kion
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>


_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!





Kirim email ke