Ingat iklan di TV mengenai "ikan busuk yang ditutup koran",...lib. Makin
lama makin terciumlah baunya.
Die bisa saja bersandiwara ria bahwa dia "sedang berusaha dengan sekuat
tenaga memberantas KKN", tapi dia lupa bahwa lidah itu tak bertulang,
...bahwa sepandai-pandainya tupai melompat sekali waktu akan jatuh juga".
Nah "musibah" itupun terjadi, kwalat !! Dimulai dari kasus Nurdin, Goro,
disambung dengan blunder OKB sang istri dengan shopping berliannya. Eeh
sekarang makin ditelanjangi Zorro ICW yang disajikan sejara sistematis.
Coba bung GG pikir dari mana uang sebanyak itu bisa datang untuk periode
seperti itu. Dengan gaji yang 7 juta rph, katakanlah netto gajinya 15 juta
rph dengan berbagai tunjangan. Nah kalikan saja dengan periode jabatannya.
Apa sampai tuh dengan angka yang kira-kira 9.000.000.000 itu. Wah yang
begini ini dikatakan gigih memberantas KKN. Ini sih namanya aji mumpung,
.......pagar makan tanaman, sekali mendayung 2-3 pulau terlalui, ...dsb.
Yah.... maklum deh ....wong itu namanya sisa-sisa ORBA. Jadi jangan marah
orang tidak percaya sama Golkar. Krn semangatnya baru sebatas sebagian
anggotanya saja.
Terima kasih.
-----Original Message-----
From: abu [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] <mailto:[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]>
Sent: Wednesday, June 09, 1999 9:46 AM
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Kuli Tinta] Andi M. Gulat
Kalau di Jepang harusnya Haji Mohammad Andi "Gulat" Galib sudah ke alam
kubur karena malu dengan hasil karyanya yang terdapat di rekening pribadi
dan istrinya.
Suap .... korupsi .... Kolusi ... pppuiiiihhh pergi sana ke alam kubur...
Tobat ... tobat ... tobat itu yang harus dilakukan oleh mereka sebelum
mati....
GIGIH NUSANTARA wrote:
> Andi M. Gulat.
>
> Orang satu ini mengira bahwa yang namanya instansi Kejaksaan Agung
> adalah warisan dari embah-nya saja. Enak betul pentol-kecap ini
> membagibagi mobil ke bawahannya, dengan mobil yang sangat mahal,
tanpa
> malu bahwa pemerintah dan rakyat banyak sedang menguras otak hanya
> untuk bisa makan esok hari. Bahkan tanpa penjelasan yang bisa
diterima,
> baik akal atau prosedural. Toh sejauh itu, yang namanya Dep Keu
juga
> tak ada tindakan mengusut dari mana tuh duitnya.
>
> Pentol-kecap ini juga begitu santainya mengusut pak-ndut, padahal
> seluruh rakyat, sebagian besar (karena ada yang masih suka, tuh,
sama
> duit pak ndut) sudah sangat marah, bahkan sudah disalurkan melalui
Tap
> MPR segala. Yang disodorkan adalah jumlah perkara-perkara lain,
yang
> bukan prioritas.
>
> Lebih-lebih enak saja andi-m-gulat ini menyimpan duit sumbangan
untuk
> gulat di rekeningnya. Wah, bunganya pasti sangat besar, wong yang
> disimpen juga akeh.
>
> Padahal, sumbangan dari Prayogo disebut-sebut cuma 450-juta.
Sementara
> rekening pentol-kecap ini mencapai 9-miliar. Apa semua itu duit
gulat
> kabeh?
>
> Persoalan lalu dicoba dipindahkan ke aspek prosedural, yaitu,
kenapa
> Lippo bocorin rekening gua? Padahal, yang kini dituntut oleh
rakyat
> adalah, dari mana datangnya itu kepeng?
>
> Seandainya aku diminta untuk berpendapat, maka lebih baik Lippo
> melanggar UU Perbankan untuk urusan berantas korupsi ini. Artinya
aspek
> keadilan umum harus lebih dikedepankan dibanding dengan
penghormatan
> terhadap UU. Rasanya akan jadi sulit mempercayakan urusan
pembersihan
> negeri ini kepada andi-m-gulat yang belepotan seperti ini.
>
> Yang lebih membuat dugaan saya bahwa instansi kejagung adalah
warisan
> emak-nya andi-m-gulat adalah enak saja pentol-kecap ini
memposisikan
> instansinya bukan sebagai jaksa-penuntut tetapi malah jadi pembela
bagi
> beberapa pihak, tetapi sudah menjadi algojo kalau itu dihadapkan
ke
> pihak lain. Ya, eksekutor !
>
> Ya, Allah, kembalikan dia ke jalan yang benar.
>
> GIGIH
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
<http://mail.yahoo.com>
>
>
______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!