Bung Nasrullah, Bukankah semua itu berhulu pada dikotomi dasar, yaitu kebutuhan untuk mempertahankan status quo dan kebutuhan untuk melakukan perubahan. Proses itu akan berlangsung sepanjang sejarah peradaban manusia dimana equilibrium baru akan ditentukan oleh kekuatan masing-masing. Kasus turunnya Soeharto bisa menjadi controh bagaimana kekuatan yang menghendaki perubahan lebih besar dari kekuatan yang ingin mempertahankan status quo. Kekuatan yang menghendaki perubahan juga telah menjiwai semua orang yang terlibat didalam organisasi Pemilu dan masyarakat pemilih. Kita bisa melihat untuk sementara bagaimana sebagian besar masyarakat Indonesia menghendaki perubahan. Selama keseimbangan-keseimbangan tidak dibuat dan tidak dipelihara maka usaha untuk membuat keseimbangan-keseimbangan itu pasti akan terjadi. Ini juga menjadi peringatan bagi Orde Reformasi (menurut istiliah Bung Nasrullah) agar bangsa ini tidak diguncang terus menerus oleh keresahan-keresahan. Saya memprediksi bahwa pemerintahan nanti tidak akan didominasi oleh partai tertentu namun akan lebih diisi oleh orang-orang yang memang memiliki kemampuan dan integritas dalam bidangnya tanpa memandang latar belakang mereka. -----Original Message----- From: Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> Bangsa kita sudah memiliki beberapa dikotomis dalam abad ini. Antara lain : PRO KOLONI VS PRO REPUBLIK REVOLUSI VS KONTRA REVOLUSI ORDE LAMA VS ORDE BARU ORDE BARU VS ORDE REFORMASI Nanti apa lagi ? Salam, Nasrullah Idris --------------- Mohon Koreksi Kalau Salah ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
