> -----Original Message-----
> From: Ivan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Pak Ghalib,
> Presiden bisa diberhentikan oleh MPR, jadi Mega bisa jadi Presiden tapi
> tidak bisa jadi Ketua MPR.
> 
        Anggota/Ketua MPR secara sendiri-sendiri tidak punya kewenangan
apa-apa.  Institusi MPR-lah yang punya kekuatan, dan itu secara sederhana
diwujudkan oleh suara mayoritas yang ada di sana.  Jadi individu yang
memegang kekuasaan tertinggi  di Indonesia ialah Presiden, karena dia hanya
bisa dipecat oleh keputusan dari mayoritas anggota MPR.
        Pertimbangan agama begini tidak menghalangi peluang Mega untuk jadi
RI1, karena negara kita tidak menjadikan aturan agama sebagai landasan
pengambilan keputusan.  Kalo syarat presiden cuma seperti yang ada di UUD,
ya silakan aja dipake seperti itu.  Pokoke kita sama-sama belajar demokrasi
secara arif.  Yang menentang Mega mesti bisa menerima kenyataan bahwa dia
lebih banyak mendapat suara di Pemilu dibanding lawan-lawannya.  Sebaliknya
pro-Meg juga mesti sadar bahwa gacoannya itu cuma bisa mendapat ??% dari
seluruh suara yang masuk.  

> Kalau MPR tidak bisa, mahasiswa bisa menghentikan Presiden, jadi Mega bisa
> jadi Presiden tapi tidak bisa jadi mahasiswa.
> 
        Lagian, dulu-dulu pas dikasih kesempatan jadi mahasiswa juga tidak
dimanfaatkan dengan baik kan :))


        RahmadD
        bukan pro-Meg, tapi kalo dia menang ya apa boleh buat.  :))

> -----Original Message-----
> From: Bahrudin Ghalib <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> >Pak Daniel,
> >Benazir Buto bukan pemimpin tertinggi Pakistan, karena dia hanya PM dan
> di
> >Pakistan masih ada presidennya, yang sewaktu-waktu bisa memecat PM dan
> sudah
> >dia lakukan. Yang tidak direkomendasikan oleh Islam adalah kalau
> perempuan
> >pemimpin tertinggi dalam negara atau institusi, kalau masih ada
> laki-laki.
> >Seandainya  Indonesia menganut sistim parlementer, adanya jabatan PM,
> maka
> >Megawati bisa sebagai PM, karena sewaktu waktu bisa diberhentikan dan
> >diganti oleh presiden.
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke