Ya ndak gitu tho bung Martin.
Mosok begitu kok dibilang 'kelihatan bijaksana ber-hidden problem'.
Lha itu dari jauh kan kedengaran seperti 'sakit hati yang ditutup-tutupi'.
(maaf ya kalau salah denger).
Itu kan relevan kalau partai pilihan saya kalah total.
Saya tidak berusaha mengkromo-inggilkan (memperhalus) bahasanya bung Raja
yang 'terlalu sembrono' itu.
Tanpa melihat partai apa yang menang, saya itu kan cuma mau menunjukkan
fakta di lapangan ,.......yang kemudian secara grusa-grusu saya
generalisasikan........ bahwa simpatisan yang saya tanya punya jawaban
'khas' seperti itu.
Menurut saya sih tidak harus orang yang pintar untuk sekedar bisa tahu
siapa caleg di daerah masing-masing, atau harus orang bodoh yang tidak tahu,
yang pasti harus jadi orang ngeyel untuk tidak mau tahu.
Tapi agak lumayan juga sih, paling tidak sudah mau tahu siapa yang ada
dibalik partai, meski cuma pimpinannya.
Walaupun saya masih belum mengerti juga, kriteria apa yang mereka gunakan
untuk bisa menuduh 'wah orang ini benar-benar kredibel!',.. yang jelas
mereka memang percaya begitu.
karena itu saya tidak berani bilang mereka full ngeyel, cukup
agak ngeyel saja (dan ini termasuk saya juga lho).
Kalau masih juga kelihatan rancu antara bodoh dan ngeyel,.....ya sudah, saya
koreksi saja 'agak ngeyel' menjadi 'kurang mau tahu', dan sebagai gantinya
secara sepihak saya koreksi kalimat 'terlihat bijaksana, tapi punya hidden
problem' menjadi 'terlihat jengkel tapi sebenarnya prihatin' ......deal?.
Saya setuju kok dengan anda, meskipun ndak 100%.
Ngapain juga mikirin merknya, yang penting kan kemungkinan khasiatnya.
Karena kita udah terlanjur nelen merk, mari kita sama2 tunggu,
'What they will do for us',..........weleeh bahasa Naboo bok!.
-----Original Message-----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
>Ini perkataan yang terlihat bijaksana, tapi punya hidden problem. Saya mau
>tanya, partai manakah yang sekarang ini punya program paling buagusss? Saya
>bisa kasih satu jawaban pasti: GOLKAR!!! Ya, Golkar, si status quo itu,
>punya program yang paling bagus. Coba saja anda bandingkan semua partai
baru
>dengan Golkar, pasti program Golkar lah yang paling bagus. Tetapi, seperti
>tulisan Novelis Ayu di Kompas, sekarang ini yang penting bukan "buah"
>(program)-nya, tetapi siapa "pedagang" (orang yang akan memimpin)-nya.
>Sebagus apapun program suatu partai, tapi kalau orangnya tidak kredibel
>tentu tidak layak kita beri kepercayaan. Itulah yagn dilihat oleh rakyat
>Indonesia. Mereka tidak an sich melihat program, karena program Partai
>Golkar jauh lebih bagus, lebih berbunga-bunga dan lebih "merakyat". Mereka
>melihat siapa yang berada di balik suatu partai, terpercaya atau tidak.
>Karena itu, memang --unfortunately-- dalam demokrasi kita sekarang ini,
>siapa orangnya akan jauh lebih penting untuk dijadikan pegangan.
>
>
>-----Original Message-----
>From: Pek Tong <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Anda betul bung Martin, rakyat Indonesia itu sangat tidak ultra-goblok,
cuma
>agak ngeyel saja.
>Lha wong dari semua simpatisan yang pernah saya tanya, baik di kota maupun
>di beberapa daerah (profesi saya memungkinkan untuk itu), apa sih program
>partai pilihan anda, jawabnya "tidak tahu", siapa sih caleg di daerah
anda?,
>jawabnya "tidak tahu", siapa sih orang-orang di sekitar sang ketua?,
>jawabnya?, "tidak tahu", nomor berapa sih partai pilihan anda?, jawabnya
>"nah ini baru saya tahu!".
>
>Jadi memang betul itu, kita semua ini pintar dan bijaksana, cuma agak
ngeyel
>saja.
>Ah,.......jadi jadi bangga jadi rakyat Indonesia.
>Hidup Indonesia!!
>
>-----Original Message-----
>From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>>Terserah anda deh kalau bilang rakyat Indonesia ultra-goblok. Tapi, bagi
>>saya rakyat Indonesia itu pintar! Mereka bisa berpikir bijaksana untuk
>>mengabaikan seruan orang-orang yang mengeksploitasi agama untuk
kepentingan
>>politis.. Pintar sekali!
>>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!