Alkisah setelah terjadi pergantian pemerintahan yang baru. Banyak sekali
pejabat2 tinggi di masa rezim Orde Baru, maupun Orde Baru berbaju Orde
Reformasi diadili. Salah satunya adalah Andi M. Ghalib, mantan Jaksa Agung.
Tetapi rupanya bakatnya yang suka bicara muter-muter tidak meninggalkan
kepribadiannya di sidang pengadilan. Sehingga jalan pengadilan terasa
berlarut-larut, menyita enerji dan waktu.
Tetapi berkat kerja keras para jaksa dan hakim yang benar-benar bisa
diandalkan dan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh masyarakat, terutama dari
ICW, Ghalib tidak bisa mengingkari lagi dakwaan korupsi yang ditujukan
kepadanya.
Di sidang pengadilan yang terakhir, sidang berjalan teramat sangat mulus.
Karena Ghalib mengakui semua yang didakwa kepadanya. Tidak ada secuil pun
yang diingkarinya. Namun demikian tidak urung membuat hakim ketua jengkel
juga. Sambil melepaskan kacamatanya, dia berkata kepada Ghalib: "Mengapa
sejak awal Anda tidak mau mengakui saja seperti sekarang? Sehingga kita
semua tidak buang2 enerji dan waktu!?"
Dengan tenang Ghalib menjawab: "Tadinya saya mengira saya tidak bersalah.
Tetapi setelah jaksa ternyata mampu memnunjukkan bukti-bukti itu, saya baru
sadar, ternyata saya memang bersalah!"
Daniel H.T.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!