"Dikotomi Islam Vs. Nasionalis" itu bagi saya murni image bikinan Orde Baru,
supaya kita terjebak pada konflik horizontal sehingga tidak punya waktu
untuk mengawasi KKN-nya Orba.
Bagi saya, seorang yang sayang pada umat Islam di Indonesia sudah pasti
nasionalis DAN seorang nasionalis pasti harus sayang pada umat Islam. Karena
umat Islam (ingat: UMATnya, bukan kelompok/identitas-nya) di Indonesia itu
terbanyak, maka seorang nasionalis harus concern pada umat Islam. Karena
itu, dalam berbagai kasus yang menyengsarakan umat Islam di berbagai daerah,
saya ikut protes sebagai ungkapan kepedulian pada manusia dan bangsa.
Jadi thesis anda tentang "Islam Vs. Nasionalis", bagi saya tidak relevan.
Itu hanya bikinan kekuasaan dan orang-orang yang rakus pada kekuasaan.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 15 Juni 1999 21:13
Subject: Re: [Kuli Tinta] PPP akan ke Golkar
Begini saja bung Martin,
Saya pikir(pikiran saya - belum tentu benar) trek persaingan ideologis di
indonesia kekuatan utamanya kan cuman dua(masih ada yang lain kok), Islam
Vs Nasionalis, Pengalaman menunjukkan kalau yang satu mengabaikan yang
lain maka suhu politik negara ini akan selalu berada dalam suhu yang
tinggi. Nah, apakah tidak mungkin PDIP ( Nasionalis) nanti akan koalisi
dengan PPP-PKB(Islam) untuk mewujudkan pemerintahan yang akomodatif bagi
kalangan Islam dan Nasionalis.
PDIP-PPP-PKB barangkali dengan syarat yang berat : Minus Megawati.
Kita tunggu aja deh .......
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!