Pada saat Argentina kalah dalam sebuah pertandingan final piala dunia, Diego Maradona menangis dan dunia menilai itu adalah tangis seorang juara dan sampai saat ini tangis itu masih selalu ditampilkan pada klip-2 pembukaan sebuah pertandingan sepak bola. Pada saat Bayern Munchen kalah oleh MU, pemain BM menangis sedih. Tidak terjadi apa-2, pemain tidak lalu jadi berkelahi dan penonton berdiri memberikan tepuk tangan mereka sebagai tanda penghormatan. Ketika kandidat partai Republik kalah dalam pemilihan presiden di AS dengan tegar dia menyatakan penghormatannya kepada Bill Clinton, begitu juga kejadian di Jepang, Australia dan Philipina. Sebagai Muslim saya sangat terpengaruh pada sebuah ayat didalam al-Qur'an pada surat an_kabut yang intinya mengatakan bahwa : "Sesungguhnya kehidupan saat ini adalah senda gurau belaka". Senda gurau yang dimaksudkan oleh Allah itu adalah permainan/games/sandiwara atau yang sejenisnya. Lalu kalau sudah begitu kenapa kita bangsa Indonesia yang mayoritas Islam ini, masih banyak yang tidak bisa menerima kekalahan...? Mengapa para pemegang peran politik di republik ini (yang kalah) masih ngotot...? Mengapa tidak menyadari bahwa kekalahan itu disebabkan karena mereka memang ditakdirkan untuk kalah dan menerima kekalahan itu dengan jiwa besar...? Mengakui kekalahan adalah ciri manusia-manusia terhormat dan mestinya mereka menyadari bahwa kekalahan bukanlah "the end of world". Bagi yang kalah marilah menjadi oposisi yang terbaik buat rakyat dan ingatlah seorang oposisi yang memihak kepada rakyat yang lemah adalah pihak yang sangat terhormat dan itulah yang diperoleh oleh PDI-P selama ini, itu pulalah yang membawa mereka sebagai pemenang saat ini. Bagi yang kalah marilah mulai me-review kembali mengapa sampai kalah dan mulailah memperbaiki kelemahan tsb agar menjadi pemenang pada saat pertandingan dimulai kembali. Salam dari kaki gunung Burangrang. Tengku Chandra Hassan Adenan al-Dabo. ______________________________________________________________________ If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email; To subscribe: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
