Yah seperti inilah contoh calon-calon pemimpin bangsa Indonesia (atau
bangsat Indonesia...?), sangat kreatif dalam mempengaruhi orang lain (kalau
mempengaruhi secara positip yah bolehlah, tapi ini .....?)
Sebuah contoh dari orang-orang terdidik bangsa ini, yang rela menghabiskan
waktu sekolahnya hanya untuk sekedar menjelek-jelekan orang lain (gue malu
rasanya) , membeberkan masa lalu seseorang ditambah bumbu-bumbu komentar
buah hayalannya sendiri.
Kumkum kalau boleh nanya, apa relevansi dari masa lalu seseorang dengan yang
dilakukan sekarang atau untuk masa depan ...?
Misalnya, kumkum ketangkap basah sedang masturbasi waktu SMP di toilet
belakang sekolah. Terus (ceritanya) sekarang kumkum mencalonkan diri sebagai
RI1. Tiba-tiba ada yang protes di MPR tentang pencalonan kumkum, ketika
ditanya, dia bilang kumkum dulu pernah tertangkap sedang masturbasi
disekolahnya. Kira-kira bisa dijalin hubungan masa lalu dengan masa sekarang
(dan dibenarkan)....? dan dewasa-kah alasan tersebut .....?
Kumkum, jadikanlah masa lalu HANYA sebagai kenangan dan bukannya penjara
atau stempel yang akan melekat terus pada kita sehingga mengganggu gerak
masa kini atau malah masa depan kita. Sedikit yang kita pelajari dari masa
lalu adalah pengalaman yang telah diberikan. Masa kini kita ibaratkan pintu
yang akan kita buka dimana diluar pintu itu akan kita lihat cakrawala
harapan masa depan. Jadi, dengan pengalaman masa lalu kita kuatkan masa kini
untuk menyongsong masa depan.
Jreeeeeeeng, eng ing eng .........!
Paijo Bodo (ASu)
> ----------
> From: Raja Komkom Siregar
> Subject: [Kuli Tinta] [ITB] Megawati Gate?
>
> Makin asyik aja....
> Ini bukan karangan saya, tapi saya forwardkan dari milis lokal.
>
> True Story: Kisah Cinta Megawati
> Ini sebuah true story menyangkut calon presiden RI Megawati
> Soekarnoputri 27 tahun yang lalu. Peristiwanya berawal dari iklan di
> sebuah
> koran ibukota, pada akhir Juni 1972, yang berbunyi: Telah menikah Hassan
> Gamal A.H. dengan Ny. Megawati Sukarnoputri pada tanggal 27 Juni 1972 di
> kota Sukabumi". Iklan itu serta merta memancing perhatian para wartawan
> untuk memburu lebih lanjut. Maka dalam waktu pendek iklan kecil itu
> mendadak
>
*************** gue delete, khan udah baca .....?
*********************************
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!