Hallo Bung Andry,,,
Sepertinya anda senang bermisal-misal..., gosip apa lagi nih tentang Bu
Mega..., Apa karena dia lagi naik daun...? Memang kalau gosip makin digosok
makin..siiii....ppp.
Ana
-----Original Message-----
From: andry <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, July 29, 1999 12:45 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] [ITB] Megawati Gate?


Salam,
Ini baru berita menarik,.
Seorang capres harus kita kupas habis kehidupannya, baik masa lalu maupun
masa sekarangnya, baik dirinya maupun suami dan anak-anaknya,.
Karena tindakan dan jalan hidup masa lalunya dapat dipergunakan sebagai
salah satu referensi dalam memprediksi kebijakan yang akan dikeluarkannya,.

Ada yang tahu kehidupan suaminya yang sekarang tidak, Pak Taufiek Kiemas,
bagaimana masa lalunya dan bagaimana sifat-sifatnya, bagaiman hubungannya
dengan Hutomo Mandala Raya, ini penting lo, bukankah, nantinya, suami ibu
Mega ini akan ikut memberi andil bagi segala keputusan kenegaraan yang akan
diambil oleh BU Megawati ini, beliau kan bisa berdiskusi berdua di meja
makan, ruang tamu, dapaur atau yang lainnya,.

Kalau misalnya, sang suami, ini misalnya lo, sekali lagi misalnya, suaminya
itu tidak setia, mental tak bagus dan pernah KKN juga, wah gawat juga nih
negara kita,.

Saya pikir adalah wajar bagi kita, rakyat indonesia, berharap memiliki
pemimpin yang relatif sempurna dan baik, baik dari segi rohani, jasmani
maupun lingkungan sekitarnya.


itu akan memberikan andi

-----Original Message-----
From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, July 28, 1999 11:54 PM
Subject: [Kuli Tinta] [ITB] Megawati Gate?


>Makin asyik aja....
>Ini bukan karangan saya, tapi saya forwardkan dari milis lokal.
>
>      True Story: Kisah Cinta Megawati
>        Ini sebuah true story menyangkut calon presiden RI Megawati
>Soekarnoputri 27 tahun yang lalu. Peristiwanya berawal dari iklan di sebuah
>koran ibukota, pada akhir Juni 1972, yang berbunyi: Telah menikah Hassan
>Gamal A.H. dengan Ny. Megawati Sukarnoputri pada tanggal 27 Juni 1972 di
>kota Sukabumi". Iklan itu serta merta memancing perhatian para wartawan
>untuk memburu lebih lanjut. Maka dalam waktu pendek iklan kecil itu
mendadak
>menjadi berita besar yang sangat menggemparkan masyarakat Indonesia waktu
>itu karena setiap hari berkembang selama sekitar dua minggu. Menarik sekali
>membaca ulang isi koran-koran lama edisi akhir Juni sampai Juli 1972. Jika
>Anda datang ke bagian dokumentasi Kompas misalnya, Anda bisa mendapatkan
>file lengkap seri berita mengenai perkawinan Mega yang menghebohkan itu.
>Pendek cerita, pada hari yang disebutkan dalam iklan di atas, Megawati
>menikah (kawin lari) di Sukabumi dengan pedagang yang mantan diplomat Mesir
>bernama Hassan Gamal Ahmed Hassan. Pernikahan itu membuat berang seluruh
>keluarga almarhum Bung Karno, termasuk ibunda tercinta Ny. Fatmawati dan
>Guntur Soekarnoputra. Pertama, karena sampai hari itu suami pertama
>Megawati, Letnan Udara I Surendra Supijarso yang mengalami kecelakaan nahas
>ketika pesawatnya dinyatakan hilang di sekitar Biak pada 22 Januari 1971,
>belum pernah secara resmi dinyatakan telah meninggal dunia. Kedua, seluruh
>keluarga Bung Karno yang memang kenal baik dengan Hassan Gamal, tahu betul
>kelakuan pedagang mantan diplomat itu yang suka menipu.
>        Dengan dua alasan itu, seluruh keluarga Bung Karno bersatu padu
>bersama pengacara Drs Sumadji, mengajukan gugatan untuk membatalkan
>pernikahan itu. Perang argumen pun berlangsung sengit karena Hassan Gamal
>berusaha keras mempertahankan keabsahan pernikahan. Di pihak lain, keluarga
>Bung Karno juga pantang mundur. Kasus ini menghebohkan Indonesia, bahkan
>banyak juga wartawan asing yang meliput. Hari demi hari koran-koran
melansir
>berita kasus ini, yang sudah tentu menjadi bacaan menarik masyarakat.
>Sampai-sampai ulama besar Prof Dr Hamka ikut bicara mengenai kasus itu.
>Segala macam kisah diungkap suratkabar, termasuk asal mula perjumpaan
>mereka. Termasuk juga cerita Hassan bahwa pada pagi hari pernikahan itu
>Megawati datang ke Sarinah, di mana Hassan sudah menunggu. Dari sana mereka
>berdua langsung pergi ke Sukabumi lalu menikah diam-diam di KUA Sukabumi,
>dengan kadi H. Muhammad Cholil Fathurrohman. Pendek cerita lagi, Pengadilan
>Tinggi Agama Istimewa Jakarta yang memeriksa perkara gugatan itu, dengan
>hakim ketua KH M. Mochtar, akhirnya mem-fasid-kan (membatalkan) pernikahan
>Hassan (35) dan Megawati (25) di Sukabumi itu. Sebetulnya masih banyak yang
>belum terungkap
>oleh pers mengenai peristiwa yang menghebohkan itu. Antara lain, apa saja
>yang sempat dilakukan asyik-masyuk Hassan-Mega di peraduan setelah
>pernikahan di Sukabumi?
>        Yang juga menarik adalah, sementara seluruh keluarga BK sibuk
>"perang komentar" dengan Hassan Gamal lewat pers, si empunya perkara
>Megawati memilih diam seribu basa. Tidak sepatah kata pun keluar dari
>mulutnya tentang kasus yang menghebohkan itu. Mega memilih diam seribu
basa,
>persis sebagaimana sikap diamnya sebagai calon presiden RI sekarang ini.
>Nah, siapa yang ingin membaca cerita-cerita lebih rinci mengenai true story
>nostalgia cinta lama Mega, silakan buka-buka simpanan koran-koran lama,
>khususnya edisi Juni-Juli 1972. Kalau tidak punya, Anda bisa coba datang ke
>dokumentasi koran, ke Kompas, Suara Pembaruan (dulu Sinar Harapan),
Merdeka,
>Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, atau Jawa Pos misalnya. Kalau saya punya
>waktu, (tapi nggak janji deh), lain waktu akan saya kutipkan cerita-cerita
>menarik dari file koran lama yang saya punya.
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke