Mega baru saja berbicara. Hampir semua isu telah dijawab.
Tentu saja banyak komentar terhadap pidato politik tersebut, baik yang
kritis maupun yang asal mengkritik.
Salah satu komenar yang menurut saya bisa menjadi contoh bagaimana rakyat
dbuat menjadi bingung adalah komentar Zarkasi di SCTV. Ia mengatakan bahwa
dalam pidato itu Mega tidak mau mengamandemen UUD 45 namu hanya akan
mengkoreksinya melalui Tap MPR.
Pernyataan Zarkasi yang disiarkan oleh SCTV tersebut justru semakin membuat
masyarakat menadi tahu bagaimana kualitas a c t i v e l i s t e n i n g
Zarkasi didalam mendengar orang berbicara. Pesan yang disampaikan Mega tidak
seperti itu. Mega bertanya apakah ada kemungkian koreksi itu dilakuakan
melalui Tap MPR ataukah mealui amandemen.
Hambatan komunkasi ang disebabkan oleh kualitas a c t i v e l i s t e n i
n g yang tidak baik itu bila dilakukan oleh seorang pemimpin masa sangat
berbahaya. Itulah yang sebenarnya dikuatirkan oleh Mega. Sayangnya, a c t
i v e l i s t e n i n g itu disamping menunjukan perilaku juga
menunjukkan tingkat kecerdasan.
Akhirnya, seperti harapan Mega dengan sikap diamnya, biarkan saja mereka
berbicara agar kelihatan aslinya sehinggra rakyat menjadi tahu. Sikap itu
tampaknya membuahkan hasil. Kita akan semakin mengetahui seperti apa
sebenarnya kualitas dan integritas para pemimpin itu.
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!