'Active Listening' memang baik untuk dijadikan topik-nya.
Dan kita memang harus banyak belajar mengenai hal ini.
Saya ingin menambahkan dengan 'POSITIVE THINKING".
Sepertinya ini harus kita simak dan pelajari bersama,
kususnya bila kita hidup dalam suatu Negara yang penuh
dengan "Rekayasa" dan "Kebohongan/Kepalsuan/Kemunafikan".
Saya beruntung sempat membaca buku The Power of
Positive Thinking yang dikarang oleh Norman V. Peale.
Satu hal yg saya ingat perkataan beliau :
"You do not need to be defeated by anything,
that you can have peace in mind, improved health,
and a never-ceasing flow of energy".
"In short, that your life can be full of joy
and satisfaction".
Kepada Rekan-rekan, saya sarankan untuk membaca Buku
semacam ini, tidak harus oleh Norman Peale, tetapi
banyak lagi versi yang lainnya yang kini tersedia.
Salam,
bRidWaN
At 06:14 PM 7/29/99 -0700, GIGIH NUSANTARA wrote:
|> Zarkasih hanya ingin mendengar, bahwa 'Mega tidak mengamendir
|> UUD 45, tetapi lewat Tap MPR'. Keinginan itu sudah lama
|> diidapnya. Dan itulah yang bergemuruh di sekitar telinganya.
|> Dan pengidapan itu sudah terlalu lamanya, sehingga sudah
|> berpengaruh kuat, bahwa apa yang ingin didengarnya itu
|> baginya sudah sebuah kepastian. Saat kepastian itu sudah
|> tertanam di hatinya, maka buntulah semua mata, telinga,
|> dan hatinya. Manakala ternyata Mega tidak seperti yang
|> dikehendakinya tadi, maka dengan lucu ia pun mati-matian
|> menolak apa yang seharusnya ia dengarkan. Juga ketika
|> penyiar SCTV mencoba memebtulkan apa yang sudah diucapkan
|> Mega, dan tidak seperti yang ada dalam otak Zarkasi, maka
|> Zarkasi tetap ngotot, bahwa penyiarlah yang salah.
|> Saat itulah saya matikan teve.
>�� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Mega baru saja berbicara. Hampir semua isu telah
>> dijawab. Tentu saja banyak komentar terhadap
>> pidato politik tersebut, baik yang kritis maupun
>> yang asal mengkritik.
>>
>> Salah satu komenar yang menurut saya bisa menjadi
>> contoh bagaimana rakyat dbuat menjadi bingung adalah
>> komentar Zarkasi di SCTV. Ia mengatakan bahwa dlm
>> pidato itu Mega tidak mau mengamandemen UUD 45
>> namu hanya akan mengkoreksinya melalui Tap MPR.
>>
>> Pernyataan Zarkasi yang disiarkan oleh SCTV tsb
>> justru semakin membuat masyarakat menadi tahu
>> bgmn kualitas a c t i v e l i s t e n i n g
>> Zarkasi didalam mendengar orang berbicara. Pesan
>> yang disampaikan Mega tidak
>> seperti itu. Mega bertanya apakah ada kemungkian
>> koreksi itu dilakuakan melalui Tap MPR ataukah
>> melalui amandemen.
>>
>> Hambatan komunkasi ang disebabkan oleh kualitas
>> a c t i v e l i s t e n i n g yang tidak baik
>> itu bila dilakukan oleh seorang pemimpin masa sangat
>> berbahaya. Itulah yang sebenarnya dikuatirkan oleh
>> Mega. Sayangnya, a c t i v e l i s t e n i n g
>> itu disamping menunjukan perilaku juga
>> menunjukkan tingkat kecerdasan.
>>
>> Akhirnya, seperti harapan Mega dengan sikap diamnya,
>> biarkan saja mereka berbicara agar kelihatan aslinya
>> sehinggra rakyat menjadi tahu. Sikap itu
>> tampaknya membuahkan hasil. Kita akan semakin
>> mengetahui seperti apa sebenarnya kualitas dan
>> integritas para pemimpin itu.
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!