Memang benar menurut saya. HMS jelas tidak mau terjebak solusi itu.
Dan ini juga mengisyaratkan dia makin siap untuk beradu dipengadilan secara
hukum.
Boleh jadi ada benarnya ucapannya Juan Feelix, dengan proses KKN (sinyalemen
yang kuat) yang sudah berlangsung begitu lama, ditambah lagi ulur-ulur waktu
yang dilakukan regim HB selama ini, rasanya kesempatan untuk menghilangkan
jejak harta HMS sudah semakin berhasil, spt dengan cara money-laundring,
pindah nama, dll (tanya tuh sama Mr. Pradjito yang sedang diteror)
.
Juga harta yang dituntut rakyat melalui TAP MPR itu termasuk keluaarga &
kroni HMS.
Sementara Juan Felix hanya jadi pengacara bagi HMS pribadi, tidak termasuk
keluarga HMS.

Kasihan kita ini, sudah dirampok, masih lagi dibodohi deengan bermain dengan
& mempermainkan hukum. Padahal dari data-data & analisa keuangan jelas-jelas
terjadi kebocoran uang. Mereka sering kali memerintahkan aparatnya melakukan
KKN untuk mereka secara lisan (bukan tulisan), dan ini juga yang menyulitkan
pembuktian sekarang ini. Apeskah kita ini............rasanya memang
apessssssssssss sampai kempes bener.

Trim's,  Fw.




> -----Original Message-----
> From: Gugun Guntoro [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> ]
> 
> Ampuni Soeharto? Tunggu dulu. Pertama, Soeharto sendiri pasti tidak mau.
> Sebab, dengan menerima pengampunan, berarti dia mengakui kesalahannya. Ini
> suatu hal yang mustahil dilakukan Soeharto karena dia sok merasa dirinya
> tidak
> bersalah. Dalam dialog di Halo Indonesia ANTV tadi pagi (Rabu) pengacara
> Soeharto, Juan Felix, tegas-tegas menolak usul pengampunan itu. Dia malah
> menuntut Jaksa Agung segera menyatakan penyelidikan atas Soeharto
> dihentikan
> karena tidak ada bukti. Kedua, no way jika belum apa-apa langsung
> mengampuni
> Soeharto. Pengusutan atas Soeharto dan keluarganya harus dituntaskan
> sampai ke
> pengadilan. Setelah ada vonis, lihat bagaimana nantilah, apa diampuni apa
> tidak.
> 
> Gugun Guntoro     4-8-99
> 
> "Reva Renaldo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dalam pertemuan Presiden BJH dengan 49 pimpinan parpol di Istana Merdeka 
> hari Selasa (3/8), Ketua Umum PB NU KH Abdurrahman Wahid yang diundang
> hadir 
> sebagai orang bijak (wise man) mengusulkan masalah Soeharto sebaiknya
> bukan 
> diselesaikan melalui hukum formal, melainkan dengan penerapan Hukum Islam 
> (Fiqh). "Ketentuan Hukum Islam dalam hal ini adalah pemberin ampun 
> kepadanya, dalam arti ia menyerahkan sejumlah uang tertentu kepada sebuah 
> komisi lima orang yang akan menetapkan jumlah yang harus dibayarkan oleh 
> mantan Presiden Soeharto kepada rakyat untuk mengatasi krisis pangan dan 
> investasi kembali dalam kegiatan ekonomi bangsa kita," demikian Gus Dur 
> (Kompas, 4/8).
> 
> Saya pikir, daripada para netters terus berdebat berkepanjangan mengenai 
> pro-kontra Megawati, yang masing-masing sudah punya sikap dan tak bakal 
> berubah, baik kita urun rembuk mengenai topik yang dilontarkan "orang
> bijak" 
> ini. Siapa mau berkomentar?
> 
> Reva Renaldo      4/8/99
> 
> 
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ____________________________________________________________________
> Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke