Saya sedang mencoba untuk membuat tabulasi mengenai pengacara dan
client-nya.
Ada polarisasi yang menarik untuk dicermati dalam peta politik nasional.
Juan, OC, Hotma, Ruhut, dkk masuk dalam kelompok yang mempunyai klien
tertentu seperti Pak Harto (Juan), Galib (Hotma & Ruhut), Setya Novanto
(OC), dan Hartati Murdaya.(Hotma). Sedang kelompok pengacara lain memiliki
polarisasi klien yang secara politis tidak menjadi kontroversi.
Sebuah koinsidensi ?
----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 11 August 1999 10:29
Subject: [Kuli Tinta] Re: Debat kasus Ghalib di ANteve
Klien-nya Hotma itu enak-enak kabeh. Rasanya, kalau aku jadi dia, boleh
tuh nggak usah dibayar. Soalnya, liputan atas orang-orang itu, dan
perkaranya, pasti memenuhi media massa.
Coba, ada HMS, lalu Ghalieb. Belakangan Wardaya yang dihujat oleh umat
Budha sendiri. Mungkin sebentar lagi juga Setya Novanto, Baramuli. Apa
sudah ?
Ngomongnya ngawur. Lihat bagaimana blingsatannya ketika didamprat oleh
para mahaguru seperti Sahetappy dan Loeby Luqman.
Cuma, kalau ketemu klien-klien yang nyaris-nyaris seperti itu, tidak
dihonori, kok, ya kebangeten (nipunya).
Gigih
--- Simson Tampubolon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Saya ikut hadir dalam acara di FH-UI itu. Lumayan
> lucu, ngeliat "Sitompul
> >Brothers" pengacaranya Ghalib itu ngotot
> habis-habisan membela koruptor.
>
> Dalam acara itu, Hotma Sitompul mengaku tidak
> mendapat bayaran dari Ghalib
> dalam menangani kasus ini.
> Yang benar dong....................bung Hotma
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!