Please remove my address from your list, Regards, EWING At 10:51 PM 8/20/99 -0700, GIGIH NUSANTARA wrote: >Enak Betul. > >Enak betul jadi orang-orang besar, seperti Baramuli, Beddu Amang, dan >beberapa pemimpin serta orang besar negeri ini. > >Ketika mereka bikin perbuatan yang bisa dikategorikan sebagai tindak >'kejahatan', yang bisa diundang untuk disidik, bahkan sampai dihadapkan >ke meja hijau, maka selalu saja terganjal oleh keharusan 'ada ijin dari >presiden' segala macam itu. Ini jelas beda kalau yang melanggar tadi >hanya rakyat biasa. Bahkan ada yang karena ada koneksi dari lawannya, >malah diberikan prioritas utama untuk didahulukan, dan prioritas untuk >memperoleh putusan yang maksimal. > >Tetapi ketika para 'bos besar' tadi melakukan kejahatan sama sekali >mereka tidak 'menunggu ijin presiden', sama lancarnya dengan >orang-orang lain yang bukan bos-besar. Malah hasil kejahatan mereka >rata-rata mencengangkan sekali, yang berpotensi untuk membuat >gonjang-ganjing perekonomian negara, dan membuat kian bututnya nasib >warganegara ini. > >Meski sudah dapat keringanan dengan 'tidak cepatnya turun ijin >presiden' tadi, mereka masih bergaya haha-hihi, yang menunjukkan >bagaimana tidak mempannya hukum terhadap dirinya, dan seolah-olah dia >sudah benar (seperti Ghalieb yang berencana umrah segala itu). Bahkan >berani bertaruh 'sumpah pocong' segala, seperti Baramuli itu. > >Gilanya lagi, beraninya presiden itu untuk mengulur-ulur waktu, >sementara sidang umum MPR makin dekat. Yakin sekali >pertanggungjawabannya pasti diterima oleh wakil rakyat. Sementara >hampir tiap hari terbuka skandal demi skandal yang semakin membuat >runtuh kepercayaan rakyat. Seandainya aku jadi Akbar Tanjung, mungkin >aku juga sama kuatirnya dengan beliau, atau Marzuki Darusman, atau Eki >Syahruddin, bahwa kali ini 'dagangannya tidak laku'. > >Gigih > >__________________________________________________ >Do You Yahoo!? >Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com > > >______________________________________________________________________ >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; >Bergabung: [EMAIL PROTECTED] >Keluar: [EMAIL PROTECTED] > >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
