Sekali lagi tentang AR dan Poros Tengah. (SCTV-Liputan 6)

AR mengatakan bahwa kehadiran Poros Tengah buan untuk mengganjal HBB atau MW
namun untuk mengingatkan kepada pemerintah yad siapapu mereka agar tetap
konsisten terhadap reformasi.

AR juga mengatakan bahwa PKB tidak mendukung PDIP atau MW namun mendukung
reformasi.

Disamping itu, AR juga menatakanbahwa ada kasus yang mirip Bank Bali namun
hingga kini belum dibuka oleh pemerintah dan masyarakat. Kasus itu, kata AR,
melibatkan parpol besar yang salama ini selalu menyerang Golkar.

Komentar:
Sejak semula muncul, poros tengah dikatakan sebagai upaya untuk mencegah
terjadinya dead lock dan pertumpahan darah anara kubu Habibie dan Mega.
Meskipun AR mengatakan bahwa Poros Tengah mengusulkan Gus Dur sebagai
Presiden namun yang lain pada dasarnya menyetujui tidak menolak juga tidak.

Namun, setelah  PKB mengumumkan secara resmi dukungannya kepada PDIP dan tim
litbangnya meneliti 1000 ulama yang  menyimpulkan bahwa tidak ada masalah
gender dalam pencalonan presiden dan kemudian MW bertemu dengan AT maka
alasan keberadaan Poros Tengah mulai mengalami perubahan. AR tadi mengatakan
bahwa bagaimanapun juga PDIP membutuhkan dukungan parpol lain untuk bis
amenggolkan MW ke kursi Presiden.

Monuver AR mengenai Parpol besar yang selalu menyerang Golkar dan terlibat
dalam kasusu mirip Bank Bali diungkapkan oleh AR setelah dog fight di tubuh
Golkar terbuka dan PDIP mengumumkan tokoh-tokoh yang terlibat yang mana
pengumuman itu mengakibatkan KKG ditodong seperti dikatakan leh Haryanto
Taslam sore tadi.

Kini, setelah kemungkinan dead lock semakin kecil karena penurunan pamor
HBB, AR memunculkan teka-teki baru seperti ketika ia mengatakan kepada HBB
"andum slamet" di awal reformasi. Isu mengenai pertemuan-pertemuan antara
HBB dengan AR akhir-akhir ini bagaimanapun juga pantas mengundang spekulasi
setelah AR membuat monuver baru itu. Informasi demikian erbuka, tidak kah
itu diketahui oleh para elit politk bahwa keseimbangan informasi di tengah
masyarakat itu telah dibuat oleh pers. Satu-satunya cara untuk kembali
membuat informasi menjadi tidak seimbang adalah menutup informasi. Bambang
Wijayanto mengatakan kemungkinan itu dengan RUU Keselamatan dan Bela Negara.


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail 
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke