>Lab. yang memberikan account "gratis", Dan itu menjadi "milik >pribadi" si 
>yang punya account.

Apakah itu berarti Anda sekaligus diberi hak memakai perangkat ITB untuk 
dipergunakan bagi kepentingan pribadi, termasuk untuk bermilis ria disini? 
Kayaknya beDoer berpendapat lain.

Ok, saya suka, suka sekali setiap potensi bangsa yang berada di institusi 
Pemerintah (yang dibiayai uang rakyat) maupun swasta (yang dibiayai pemegang 
saham) aktif komunikasi diwacana seperti ini. Ini adalah jendela, tempat 
kita saling menyapa. Jadi saya sangat berharap agar komunikasi ini berlanjut 
terus. Tetapi tentu dengan tanggung jawab pribadi masing-masing. Seperti 
saya juga tidak bisa menahan beDoer atau dave disini, sekalipun berat hati 
'kehilangan' mereka. Keyakinan mereka jauh lebih berarti dari berat hati 
saya.

Begitulah, dalam hidup ini kan nggak cukup hanya pintar, musti pintar 
pintar. Ya, pandai pandailah.

Selamat berhari Minggu.

Yap
(welcomes every responsible adult)


>From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] e-mail gratisan? Enak aja .. (u/Komkom)
>Date: Sat, 21 Aug 1999 20:19:35 +0700 (JAVT)
>
>Pertama,
>Sebagian dari replay mail ini saya CUT aja deh, kasihan buat yang
>langganan sama ISP, kelamaan nge-download mail nanti :-)
>
>Kedua,
>Terimakasih banyak bung Yap. Terus terang saya sangat bahagia kalau
>berbeda pendapat dengan anda atau rekan yang lain. Soalnya saya jadi
>banyak belajar dalam berbeda pendapat.
>
>Maksud saya disini e-mail gratis tak lain dan tak bukan "Free-mail"
>seperti kata anda dan bukan fasilitas gratis yang jadi masalahnya, sama
>sekali bukan fasilitas gratis. Saya rasa antara bung Yap dan saya ada beda
>persepsi soal mail gratis(maaf, permasalahannya saya persempit aja biar
>nggak jadi melebar kemana-mana). Yang saya maksud dengan dengan e-mail
>gratisan itu adalah free-mail(yahoo, hotmail, mailcity, dsb), jadi dalam
>hal ini saya sama sekali tidak menyangsikan kemampuan finansial bung Yap.
>
>user name yang saya dapat ini tentunya didapatkan karena kebijakan dari
>Lab. yang memberikan account "gratis", Dan itu menjadi "milik pribadi" si
>yang punya account.
>
>
>On Fri, 20 Aug 1999, Yap C. Young wrote:
>
> > Komkom:
> >
> > >.. sebagaimana saya tidak pernah melihat domain address pada e-mail 
> >anda.
> > >Bisa saja saya menggunkan e-mail gratisan, tapisaya tidak mau.
> >
> > Yap:
> > e-mail gratisan? Enak aja. Apanya yang gratis? Penggunaan domain 
>hotmail.com
> > sama sekali nggak gratis bung. Apakah Anda bisa mengakses hotmail.com 
>tanpa
> > berlangganan ISP. Dari mana membuka connection-nya? Tolong beritahu 
>kalau
> > ada caranya.
> > Dengan menggunakan hotmail.com ini saya membayar sama dengan pemakai
> > internet pada umumnya. Bahkan mungkin lebih besar. Saya membayar 
>internet
> > access fee kepada ISP saya, saya membayar pulsa telepon pada Telkom, 
>saya
> > membayar listriknya, saya membeli hard-ware dan software komputernya, 
>bahkan
> > saya membeli gedung atau perangkat lainnya untuk mengoperasikannya. Saya
> > membayar dengan uang pribadi. Bukan gratisan.
> >
> > Tolong dijawab dengan jujur (boleh dong tanyaaaa�), apakah dengan 
>user-name
> > Anda ini Anda juga membayar sendiri apa yang saya bayar itu? Internet 
>access
> > fee, pulsa telepon, listrik, komputer, bahkan gedungnya? Apakah lab yang
> > Anda sebut itu Anda beli dengan uang pribadi Anda? Kalau ya berarti kita
> > sama nggak gratisan. Tetapi kalau tidak, bagi Anda kemungkinannya hanya 
>dua,
> > mencuri atau korupsi. Karena kalau Anda pakai fasilitas internet pada
> > institusi tempat Anda bekerja, Anda pasti tahu bahwa fasilitas internet 
>itu
> > tidak disediakan dengan maksud untuk dipergunakan bagi kepentingan 
>pribadi
> > pegawainya, misalnya untuk bermilis ria disini.
> > Jadi siapa yang gratisan?
> >
> > Saya menggunakan �free email� dengan tujuan menghindarkan �hello 
>effect�.
> > Dalam budaya kita, tulisan atau perkataan seseorang biasanya dinilai 
>dari
> > siapa yang menulis atau berkata. Bukan tulisan atau perkataannya. Dan 
>saya
> > menghindari penilaian orang atas posting saya hanya karena hello effect 
>dari
> > user name saya. Apalagi saya cuma orang biasa dan selalu ingin biasa 
>biasa
> > saja.
> >
> > Jadi kalau dalam user-name Anda terdapat kata ITB, wajar saja kalau 
>banyak
> > orang berharap pencerahan dari posting Anda. Dan kecewa saat posting itu
> > tidak merefleksikan citra ITB yang menbanggakan itu. Mengapa? Itulah 
>hello
> > effect. ITB, institusi yang sangat membanggakan saya dan banyak orang
> > Indonesia. Jelasnya banyak yang mengharapkan mendapat sesuatu yang
> > membanggakan dari segala sesuatu yang berbau ITB. Termasuk dari Anda.
> >
> > Dalam kasus saya, user name dari ISP  saya gunakan terutama untuk 
>membuka
> > connection. Dengan mobilitas saya yang termasuk tinggi, saya 
>berlangganan
> > beberapa ISP dibeberapa kota. Kadang juga di public net.  Setelah 
>connection
> > terbuka, tergantung apa yang akan saya lakukan. Kalau memang perlu pakai
> > user-name dari ISP saya, kalau tidak, saya buka domain lain sesuai
> > keperluan. Hal yang sama juga saya berikan kepada rekan-rekan yang 
>bekerja
> > untuk saya, agar dia bisa menggunakan internet sebebas bebasnya untuk
> > meningkatkan wawasannya. Dan saya membayar untuk kebebasan mereka. Bung
> > Aswat bilang freedom is not free, dan I am always willing to pay for it, 
>as
> > long as I deserve to it. Jadi nggak gratisan. Enak aja....
> >
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail 
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke