From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
Mengenai TNI :
"Sebagai sebauh organisasi 'pemegang senjata', dan sudah terkooptasi
oleh plintiran politik selama tiga dasawarsa lebih memang membuat
struktur di dalam TNI sulit untuk ditebak oleh orang luar. Tetapi saya
percaya cukup banyak 'tulang bagus' di tubuh TNI, yang saya yakin akan
semakin mengental dengan keyakinan, bahwa TNI bukan sekedar organisasi
yang sekedar untuk cari makan, tetapi punya misi untuk menjaga tetap
tegaknya RI tercinta ini. "

AH:
Tiga Dasawarsa dibawah pimpinan HMS , TNI merasa negeri ini cuma punya
mereka. Petentang-petenteng mulai dari dari jalan dikampung-kampung sampai
sampai tempat paling elite di Ibukota.
Gebuk sana, gebuk sini. Caplok sini-caplok sana. Peras sini -peras sana.
Tembak sini- tembak sana.
Anda betul , TNI bukan organisasi sekedar cari makan ( sedikit). Tetapi dia
adalah organisasi preman super serakah perampas hak ratusan juta manusia
nusantara. Secara formil adalah pelindung rakyat. Tidak ada yang lebih
pembohong daripada pengakuan formil tersebut. Mengenai tulang bagus, sedang
ngumpet kemana mereka itu ?  Apa ada yang ditakuti oleh para pemegang
senjata itu ?  Apakah mereka takut sama Habibie?  Saya yakin sekali TNI
adalah kumpulan orang2 yang jauh lebih jahat dari Habibie.  Sedikit sekali
bangsa ini yang sadar, bahwa kemunafikan terbesar bangsa ini adalah
pura-pura tidak tahu, serta takut menyatakan kejahatan TNI yang sudah
kelewatan. Habibie yang nggak punya taji berani dijadikan bulan2an. Wiranto
? Jenderal- kolonel-sersan-prajurit : Mingkem wae mas! ( tutup mulut aja,
lebih baik mereka itu dijadikan teman, atau wapres saja bila Mega presiden
nanti ). Alangkah hebatnya nyali "bangsa" ini!

GN:
Memang sangat mengecewakan buat para penonton non-TNI cara mereka
menyelesaikan problem-problem mereka. Namun ada beberapa hal yang tak
mungkin dijadikan konsumsi umum karena adanya pertimbangan taktis dan
strategis, juga soal-soal Aceh dan Ambon.

AH:
Maaf sekali kalau saya emosi ( sama sekali bukan tertuju pada anda, lho.
Pada TNI)
Melihat nyawa ratusan rakyat kecil yang tidak tahu arti bahagia di Aceh,
melihat korban banyak muslimin dan sedikit nasrani di Ambon, melihat korban
perkosaan pada keturunan cina 14 Mei, dll,
saya melihat yang namanya taktis dan strategis TNI itu adalah cuma KENTUT
busuk sekali. NOL besar !

GN:
Saya memahami, begitulah cara TNI bekerja. Ada unsur-unsur intelejen,
dadakan, cermat, dan taktis. Saya berdoa, agar sikap-sikap dasar ini
dimanfaatkan untuk menyembunyikan niat buruk, hanya demi mempertahankan
sebuah berhala.

AH:
Sekali lagi, maaf seribu maaf. Intelijen, dadakan, cermat, taktis pada
siapa? Pada tikus-tikus ? Kecuali pandai melukai, menyiksa, nggebuki,
membunuh rakyat kecil, kemampuan profesional TNI samasekali belum terbukti.
Sewaktu konfrontasi dengan Malaysia : Nol Besar. Dengan orang-orang
saudaranya  Belo dan Xanana : Nol Besar ( operasi seroja: tujuh ribu mati).
Yang harus diakui sukses : Priok , ribuan mati : Menang . Lampung : ratusan
muslimin sarungan mati , menang. Aceh : Ribuan bergelimpangan digenangan
darah , menang lagi ?  Banyuwangi : operasi intelijen : 100 Kyai nggeblag ,
sukses !  14 Mei : Exodus, sukses ( yang melakukan kan yang biasa ngomong
Allahu Akbar ! )

Apanya yang bisa dibanggakan ?  Tulang bagus ?  Ngisin-ngisini ! Cuma bisa
membuat nangis bangsanya sendiri !

Wassalam.
Abdullah Hasan.



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke