Lha ngapain dikembalikan. Ambil saja. Yang penting, jangan karena sumbangan 
itu PDIP jadi lemah sama mereka. Itu saja. Kalau setelah menerima sumbangan 
itu PDIP jadi teler dan lupa diri, ya gobloknya sendiri.Itu kalau bener 
mereka sumbang.

Tapi kalau sumbangan itu didahului permufakatan jahat, konsesi tertentu, 
solusinya juga bukan dikembalikan. Setorkan ke Kas Negara untuk disita, lalu 
pengurus yang terlibat dihukum berat. Yang pertama  dan terutama harus 
bertanggung jawab ya Megawati. Bukan sekedar mengundurkan diri atau batal 
jadi Capres. Jangan korbankan anak buah manapun.

Lha kalau datanya nggak bener, itu yang repot. Paling tinggi disebut fitnah. 
Paling tinggi. Karena ketika melontarkan issue itu Mas Amien tidak menyebut 
nama siapapun. Sementara opini publik sudah terbentuk.

Tentang Skandal Bank Bali, kayaknya Hariman Siregar lebih bisa cerita 
banyak, kalau jiwa 1966-nya masih belum terlumuri ambisi. Hariman harus 
berani membuka peran sejelas-jelasnya dari Baramuli cs. Dan setelah jelas 
kesalahannya, yang bersalah harus dihukum berat. Terutama Habibie, atas 
kesalahannya menggalang bandit disekitarnya. Bukan sekedar mundur, sambil 
sudah terlanjur kaya. Kalau ternyata semua bersih, perkara harus ditutup, 
dan semua pihak direhabilitasi.

Dengan begini, mudah mudahan pasar bereaksi positip.

Masalahnya siapa yang mau menindak, kalau setelah Andi Gelap dihentikan 
pengusutannya, penggantinya ternyata cuma pentol korek.

Yap

>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [arek-suroboyo] Lippogate
>Date: Thu, 26 Aug 1999 18:57:00 -0700 (PDT)
>
>Lippogate
>
>Peristiwa Baligate membuat Golkar dan kelompok pendukung Habibie seolah
>tertahan langkahnya. Kontan saja Baramuli pun bikin manuver, namun
>seperti biasa, manuver itu justru banyak jebloknya. Lebih-lebih dia ini
>seolah-olah sudah jadi target oleh siapa saja, bahkan dari kalangan
>dalam Golkar. Suka atau tidak, berbagai kecaman dan hujatan pun muncul
>ke tubuh beringin, lebih-lebih ke sasaran utama, Habibie, dan tim
>(siluman) sukses. Dalam hal ini, dari kalangan yang begitu demen sama
>Habibie, lebih suka melihat apa yang dilakukan oleh PDI Perjuangan (tak
>etis, katanya), dibanding dengan perjuangan kalangan dalam Golkar
>sendiri (yang ingin menanam benih bagi Pemilu 2004).
>
>Itulah sebabnya, mengapa justru pihak-pihak yang mengeluarkan
>pendapat-pendapat yang membuat peristiwa Bank Bali menjadi lebih
>transparan-lah yang kemudian jadi sasaran, dari mereka yang mencoba
>membela Habibie dan Tim Suksesnya. Tetapi, jelas bukan Pradjoto, meski
>beliau lah yang sangat berjasa menguak serba tak bagus ini. Yang jadi
>sasaran adalah PDI Perjuangan. Ini harus dihentikan, agar Mega tak
>mulus melenggang. Lippogate pun dihembuskan, dengan imbuhan kata
>bersayap, 'ada kasus yang serupa dengan Bank Bali, yang dilakukan oleh
>partai sangat besar, yang selama ini rajin menghujat Golkar'.
>
>Aku jadi tak paham, di mana 'keserupaan' tersebut adanya. Taruh kata
>daftar yang beredar yang berisi penyumbang-penyumbang, bahkan ada
>anak-anak Soeharto serta kroni, itu benar, tetap tak serupa dengan
>kasus Bank Bali.
>
>Jika kita hanya melihat 'Bank Bali menyumbang Golkar', lalu 'ada orang
>Lippo menyumbang PDI Perjuangan', memang bisa disebut serupa. Padahal,
>soal Bank Bali, sejak awal masalahnya adalah 'adanya tindakan tak
>terpuji, penggunaan dalih cessie (sebut saja makelar), yang
>memanfaatkan jalur orang dalam, pemerintah, dan oknum Golkar, untuk
>mengeluarkan tagihan Bank Bali yang dijamin pemerintah'.
>
>Padahal, tanpa harus ada makelar, wajiblah pemerintah membayar jaminan
>itu. Jika semua lambat terbayar, karena duitnya belum cukup atau masih
>dipelajari, ya semua dibuat lambat. Jangan dibikin cepat, dan mesti ada
>pelincir segala.
>
>Selain itu, soal cessie pun caranya tidak begitu. bayar Bank Bali dulu,
>terserah mau diskon berapa sesuai janji, lalu tagih sendiri ke BPPN.
>Lha ini cessie model EGP, caranya dengan mengkondisikan orang dalam
>BPPN, dengan tekanan pemerintah, lalu kalau duit keluar, baru datang
>minta.
>
>Cara-cara ini jelas memperburuk citra upaya pemulihan ekonomi negeri
>ini. Respon-nya langsung kelihatan di perdagangan valuta. Harga-harga
>langsung naik, dan ekonomi kembali termehek-mehek. Juga membuat
>kepercayaan IMF dan Bank Dunia rada-rada luntur.
>
>Melihat kasus Bank Bali, harus demikian.
>
>Bagaimana Lippogate ?
>
>Taruh kata edaran mengenai daftar penyumbang PDI Perjuangan itu benar,
>sama sekali tidak bisa diserupakan dengan kasus Bank Bali. Tak ada
>rekayasa, atau obok-obok paksa yang memalukan citra bangsa. Bahkan tak
>membuat pasar valuta jadi kaget. Biasa saja.
>
>Sumbangan ke rekening PDI Perjuangan bisa dilakukan oleh siapa saja,
>dengan terang, atau sembunyi. Nomor rekening itu dipublikasikan luas,
>bahkan melalui iklan di semua suratkabar besar negeri ini, sebagai cara
>untuk menggali dana. Dan kalau tiba-tiba Anda iseng memasukkan miliaran
>rupiah Anda ke sana, pun bebas saja keluar masuknya. Apa iya PDI
>Perjuangan lalu memasang orangnya di semua bank, untuk menolak
>kedatangan Anda, kan tidak.
>
>Pengusaha-pengusaha besar, yang memiliki jaringan bisnis sangat besar,
>pasti berharap untuk tetap aman melakukan bisnis di pemerintah baru
>mendatang. Ada bagusnya mereka menyumbang, agar ada saling kepercayaan
>yang bukan berarti menjual diri. Jika mereka melihat PDI Perjuangan-lah
>yang pasti memimpin negeri ini, kenapa salah kalau mereka menyumbang ke
>partai ini. Jika mereka tak melihat potensi PDI Perjuangan, pasti
>mereka tak melakukan tindakan tersebut.
>
>Yang harus dilakukan oleh PDI Perjuangan sekarang adalah memeriksa
>rekeningnya, benarkah masuk duit dari orang-orang yang ada dalam daftar
>yang beredar itu. Demi kejujuran hati nurani perjuangan PDI Perjuangan,
>yang diamanatkan oleh rakyat sangat kecil negeri ini, kembalikan
>sumbangan itu. Hanya dari mereka, yang benar-benar simpatisan PDI
>Perjuangan sajalah yang boleh diterima. Sumbangan dari keluarga
>Soeharto, tolak sama sekali.
>
>Aku, pencoblos PDI Perjuangan, masih rela untuk miskin. Jutaan petani,
>tukang becak, pengasong, kuli, juga masih rela miskin. Sumbangan itu,
>jika benar-benar ada, kembalikan.
>
>Gigih
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
>
>------------------------------------------------------------------------
>
>eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/arek-suroboyo
>http://www.egroups.com - Simplifying group communications
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke