Mas Mudjiman,

Ada Batak wise-word yang kira kira bunyinya:
Hacit mulak mangalian, humacitan mulak manjolo.
yang bahasa Indonesianya kira-kira: Sakit meminta tidak diberi lebih sakit 
memberi tidak diterima.
Entahlah apa itu berlaku disini.

Tetapi point saya sama, yang salah harus dikoreksi, termasuk kalau perlu 
pelakunya dihukum. Bukan cuma digosipin, mengundurkan diri, atau tindakan 
lain yang menjadikan pengulangan dimasa depan.

Hanya dalam solusi kita berbeda. Nggak masalah, kan? Saya tetap menghargai 
pendapat Anda.

Dalam kasus Lippogate ini saya pikir kalau benar ada ratusan milyard 
sumbangan ke PDIP, dan yang disumbang nggak merasa dan nggak membutuhkan, 
lebih baik disumbangkan untuk kesejahteraan rakyat.
Bukan dikembalikan. Tetapi Peraturan harus tetap ditegakkan. Kalau tidak, 
pasti PDIP jadi sasaran tembak rame rame. Itu kalau betul kelak PDIP berada 
di Pemerintahan. Dan itu juga kalau betul uang itu ada. Supaya penyumbangnya 
tahu, dan terserah mau menyumbang terus apa tidak. Yang jelas para 
penyumbang harus dibuat tahu bahwa sumbangan itu tidak akan mampu 
mempermainkan peraturan.

Tetapi kalau sumbangan itu hasil rekayasa, dengan permufakatan jahat 
sebelumnya, maka pendapat saya uang itu disetor ke Kas Negara sebagai bukti 
kejahatan, untuk nantinya disita Negara, sementara pelakunya ditindak secara 
hukum.

Lain lagi kalau uangnya nggak ada, ya mau bilang apa. Opini sudah terlanjur 
terbentuk, sementara mas Amien Rais yang dianggap orang pertama yang 
melontar issue ini dengan tegas telah membantah peranannya (di SCTV tadi 
sore). Ya sudah.

Yap

>From: "Mudjiman (KPC)" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Re: [arek-suroboyo] Lippogate
>Date: Fri, 27 Aug 1999 13:12:24 +0800
>
>Untuk mengenali pohon khan harus dari buah atau aroma-nya. Kalau buah-nya
>manis, aroma daun-nya harum, nggak fair dong kalau kita katakan pohon itu
>jelek; walaupun pupuknya dari ta-ik ayam, airnya dari comberan. Tapi kalau
>kita sudah tahu bahwa pohon tersebut berbuah atau akan menghasilkan buah
>yang manis, tentu air comberan kita ganti dengan air yang bersih dan
>pupuknya kita ganti dengan yang lain. Supaya, kita tidak jijik makan
>buah-nya nanti. Soal Bank Lippo, nggak salah dong PDI_P mendapat sumbangan
>dari manapun. Tapi kalau PDI-P sudah tahu sebelum disumbang itu cerita lain
>lagi. Dan kalau sekarang PDI-P tahu, tugas mereka cukup mengembalikan saja,
>supaya buah yang akan mereka hasilkan tidak menjijik-kan orang yang mau
>memakannya. Itu saja titik.
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke