Primary Presidential di Amerika. Itu adalah proses awal penyaringan manusia-manusia yang patut jadi pemimpin negeri itu. Capres di tingkat Partai mulai dimunculkan dipermukaan. Kita semua, bersama masyarakat duniapun bisa menonton bagaimana isu narkotik menggojlok George W, Bush . Apakah itu hanya sekedar isu tanpa dasar ? Bagaimana dia menjawab pertanyaan? Bagaimana sikap emosinya menghadapi wartawan ? Bagaimana kecanggihan seseorang capres meng-handle suatu isu ? Apakah seseorang cukup elegan dan pantas buat memikul nama negeri besar Amerika? Konon, presiden Amerika adalah pekerjaan paling keras dimuka bumi. Penyaringannya pun amat "kejam". Backround , pengalaman, kecerdasan, emosi, semuanya dibuat tampil telanjang diatas meja. Pers berlaku seperti penuntut umum. Rakyat banyak kelak menjadi Juri penentu capres mana yang paling maksimal dalam pemilu memilih presiden. Seorang minoritas India minggu lalu telah terpilih jadi Presiden Singapura. Meskipun presiden disana bukanlah seorang pimpinan eksekutif, bukan berarti jabatan Kepala Negara tersebut boleh dijabat seorang sembarangan atau boleh yang cuma lumayan ( mediocre) saja. Tiga setengah juta penduduk relatif telah dianggap sebagai manusia penuh. Nasib warganegara tidak boleh gampangan dipertaruhkan oleh pejabat yang baru cuma "kira-kira". Persyaratannya ketat betul. Diantaranya, seorang capres haruslah cukup pengalaman dalam jabatan kepemerintahan. Atau bisa pula pengalaman dalam jajaran eksekutif perusahaan swasta yang asetnya minimal sekian juta Dollar. Pengalaman di perusahaan yang cukup besar memerlukan pengalaman yang mirip dengan yang diperlukan jabatan pemerintahan. Pengalaman riil dilapangan jauh berbeda dengan halaman buku teori. Seorang Faisal Basri perlu sekian tahun untuk jadi Wijoyo atau Frans Seda. Kemampuan dalam dunia sungguhan ( yang bertanggung jawab ) adalah lebih daripada untuk pintar ngomong di tv swasta yang ramai atau nulis di koran, atau dikagumi mahasiswa yang masih senang yang hangat-hangat........ Joseph S. Nye . Dia adalah Dekan dari Kennedy School of Government, Harvard. Dia juga anggota dari Singapore's International Academic Advisory Panel. Dalam tulisannya di Newsweek minggu lalu , di mendongeng bahwa Lee Kuan Yew mengatakan padanya : " Singapore harus melihat kedepan pada industri2 yang sedang tumbuh seperti Teknologi Informasi, Bioteknologi, dan Entertainment. Semua itu membutuhkan " more creativity" pada sistim pendidikan kita". Dongengan dilanjutkan kepada usaha2 Singapore dalam pendidikan : Masterplan for IT , yang mendorong berpikir kreatif dan pendidikan berlanjut seumur hidup. Bagaimana menciptakan " Boston of Asia" , plataran universitas yang bisa menhasilkan pekerja kreatif serta menggiurkan para graduates pulang kampung,dsb.... Ah! Dongengan pembangunan dalam tingkat yang sudah canggih. Bagi "orang-tua" seperti saya semuanya cuma bagai menonton telenovela. Mimpi dari gubuk nusantara keluar jendela : CNN, Newsweek, Time, CNN, CNBC, CNN. Bagi orang muda, harusnya bisa lain. Itu bisa jadi pandangan perspektif tekad kedepan. Sering menonton dan membaca begituan bakal meningkatkan "selera" . Selera presiden yang siapa, selera proses rekrutnya, selera menjadikan negeri ini jadi seperti apa. Kalau kali ini terpaksa ya apa boleh buat. Meg--ati?. Mediocre?. Umpet-umpetan "Silent is Golden" alias menjaga kepribadian mulut Indonesia. Cukup kali ini sajalah ! . Namanya saja permulaan. Cukup sudah kegiatan "mengharukan" macam Jempol darah, nggenjot beca, pejah gesang, dsb. Negeri ini isinya manusia, sekali lagi , manusia, duaratus juta lebih. Yang sudah capek duapuluhtahun dimakani bualan pidato Bung Karno, atau tigapuluhtahun oleh rampokan Suharto. Cari pemimpin yang betul, ah ! Kan sudah banyak yang sekolah. Mbok sedikit lebih modern dan maju, gitu ...! Mbok nonton kiri-kanan negeri lain. Mbok bisa menularkan ke-modern-an kemasyarakat luas, bukan malahan ........ Semoga. Wassalam. Abdullah Hasan. ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
