Bung dave, justru pada posisi tayangan langsung nggak bakal ada anggota DPR
yang berani main-main. Atau setidaknya siaran tunda-lah. Memang sih ada
beban tertentu bagi RR. Tetapi saya justru khawatir diruang tertutup bisa
terjadi rekayasa yang mungkin risikonya lebih parah bagi RR, misalnya kalau
masing-masing anggota berhitung untung rugi pribadi.
Bagi masyarakat, kalau proses ini tercemar diperjalanan, berarti kasus ini
akan bernasib sebagai hiasan koran belaka.
Kalaupun boleh dibeli hak siarannya (langsung atau tunda), kayaknya nggak
rugi misalnya pihak RR membeli hak siarannya, karena ini akan memberi effek
psikologis yang menjamin fairness. Karena setidaknya dimata rakyat para
anggota Dewan itu ingin dapat simpati. Bagaimanapun itu kan pentas politik.
Lain dong diatas dan dibelakang pentas.
Yap
==================================
Saya setuju bung Yap, memang dijaman yang menuntut semuanya harus
transparan ini, lebih baik sidang
Pansus juga dilaksanakan secara terbuka, hanya yang sedikit saya
khawatirkan adalah keselamatan
mantan bos saya, itu saja. Apakah ada jaminan keselematan yang benar-benar
bisa menjamin 100 %
bahwa beliau sekeluarga tidak akan diapa-apakan oleh para siluman itu ?
sebab saya yakin kalau lewat
pansus nanti, masalah ini akan semakin terkuak lebar, dan semua borok-borok
itu akan tercium sampai
ke ujung negeri.
regards..
= dave =
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!